Namanya Hanif...
Lulusan D3 salah satu politeknik ternama di Jakarta. Hanif adalah salah satu kesalahan terbesar dari teknologi pencangkokan otak buatan. Hanif bangunnya sangat siang karena tidurnya jam 4 subuh. Alasannya karena nonton drama korea berseri. Sebenarnya saya tidak punya masalah dengan kebiasaan Hanif yang menurutku sedikit horor, tapi ceritanya berbeda karena Hanif punya kebiasaan lain yang tidak kalah menguras emosi. Hanif tidak bisa nonton drama korea berseri dengan lampu dipadamkan. Setiap saya terbangun karena cahaya yang membuat retinaku tidak berhenti bekerja dan menanyakan dia lagi bikin apa subuh subuh buta begini, dia akan menjawab dengan tidak acuh "gue lagi bikin RAB!". Ah iya hampir lupa, Hanif ngomongnya Loe Gue [Ngehe']. Membuatku merasa terjebak dalam kehidupan sinetron setiap detiknya. RAB katanya? Kalo itu benar, Hanif harus masuk nominasi pegawai teladan bulan ini sepanjang tahun. Dan meskipun tidak bisa dibilang saya menyukai Hanif [memang harusnya tidak boleh begitu] saya akan vote untuk namanya tanpa rasa bersalah sama sekali.
Tapi alibi RABnya sedikit cacat karena dari laptop Acer berwarna abu abu miliknya terdengar suara "Oppa, Sarang he..". Hanif, saya tau kau sakit jiwa tapi menjadikan RAB sebagai alasan untuk nonton sampah korea sangat tidak ilmiah!
Lalu keesokan harinya, ketika harusnya saya sudah lupa dengan kejadian semalam yang berpotensi membuatku kehilangan kemampuan visual secara permanen karena penyakit jiwa Hanif yang semakin tidak terkontrol. Hanif kembali menguji kesabaranku. Jika hidup bersama dalam ruangan yang sama dengan Hanif adalah salah satu tantangan dalam reality show berhadiah mobil mewah, mungkin sekarang saya sudah sibuk cuci BMW seri terbaru di sungai Lambolo.
Hanif, tahukah kau arti PSM untuk kami semua? Lalu kenapa kau ambil remote TV dan mengganti saluran tanpa konfirmasi? Hanif, jika di Argentina sepak bola adalah agama maka bagi kami PSM adalah agama orang orang Argentina! Tidak sampai disitu, Hanif melanjutkan aksi tidak bermoralnya dengan..[sudahlah, menyebutnya akan bikin asam uratku kambuh]
Lalu kemudian, saya merasa harus melakukan sesuatu untuk menyadarkan Hanif. Cara yang elegan dan mewah seperti menjelaskan dengan penuh senyum persahabatan, Hanif tanggapi dengan gurauan bangsa Viking. Baiklah Hanif, ini akan sedikit berdarah!
Setelah sedikit aksi teatrikal di dapur yang kosong, Hanif tergeletak tidak bernyawa di lantai dengan bersimbah darah. Di tanganku masih ada pisau daging ukuran XL. Sunyi. [Saya membayangkan ini sampai ratusan kali].
Tapi bukan itu yang terjadi dan kalian tidak perlu kecewa. Saya tidak akan mengatakan apa yang saya lakukan tapi Hanif tidak akan mengulangi perbuatannya dalam waktu yang sangat lama. Hanif juga berjanji untuk sembuh dari penyakit jiwanya meski tanpa pertolongan dokter manapun.
Dan setelah menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang berbeda yang kami anut. Dan dia sebaiknya memahami hal seperti itu. karena untukku sendiri, hidup tanpa harga diri sama saja dengan mati.
Kalo ada yang jual..beli [good words, anyhow]
Minggu, 11 Desember 2011
Selasa, 20 September 2011
Ztrange Parachute
Jangan jadi seperti kebanyakan dari mereka...
Berseragam dan dihormati, tapi menghabiskan jam kantor di warung kopi seperti yang bisa saya lihat beberapa minggu yang lalu, atau menggunakan fasilitas negara bukan pada tempatnya [main game, download berbagai video non edukatif dan berkeliling kota tanpa henti. Kegiatan terakhir biasanya dilakukan jika dua kegiatan sebelumnya menjadi tidak terlalu menarik lagi bagi pelaku].
Semua hal di atas benar benar sangat rendah dan tidak kreatif serta mencerminkan kepribadian dari DNA sapi yang mengalir dalam tubuh mereka.
Sebenarnya saya enggan berbicara banyak mengenai sistem birokrasi dan perangkatnya tanpa didampingi pengacara saya. Tapi saya akan memberimu saran, lakukanlah sesuatu yang lebih besar dan lebih spektakuler untuk membuat kami [baca : rakyat] senang. Sesuatu yang akan menguasai pemberitaan sampai semua program tolol di TV tidak punya cukup waktu untuk di tayangkan. Paling tidak, lakukan korupsi dalam jumlah yang belum pernah ada sebelumnya. Jumlah yang begitu besar sampai butuh sehari penuh untuk menghitung jumlah angka nol dalam bilangannya. Jumlah yang akan membuat anak cucumu kelak cukup bangga dan bisa berkata dengan lantang “Teman teman! Ayahku koruptor terhebat yang pernah dimiliki negara ini”. Jumlah yang membuatku begitu ingin mendapatkan tanda tanganmu pada sampul buku agama kelas 2 SD yang akan saya beli nanti [buku ini sebagai bahan referensi untuk mencari tahu kira kira kelak kau akan berada pada neraka level berapa]. Saya tidak akan melewatkan memberimu dukungan moral. Meski sebenarnya sangat mengerikan untuk menyaksikan seseorang melakukan kontak fisik secara langsung dengan raket listrik+MP3 bertegangan ultra tinggi dan mengeluarkan suara bising dari album terbaru sm*sh tanpa henti. Dan akan semakin buruk jika raketnya diganti dengan yang pake MP4, karena sekarang kita harus liat muka dan tarian homo mereka. Tapi saya rasa kau tidak akan punya cukup waktu untuk hal sepele seperti tanda tangan, karena kau akan sangat sibuk menguras safety tank di dalam penjara.
Jika kau tidak bisa menerima saran tadi atau melakukan korupsi dalam jumlah yang benar, sebaiknya kau tidak perlu mencoba. Karena sangat beresiko jika harus bersumpah atas nama Tuhan untuk sekedar korupsi dalam jumlah sedikit. Kita bisa bekerja sama merampok beberapa ATM setiap hari selama seminggu penuh untuk jumlah tersebut [kau bertugas mengurusi mesin ATMnya dan saya bertugas mengawasi mobil operasional dari jarak minimum 150 Km].
Meski sebenarnya selalu ada pilihan yang tidak begitu populer. Kau bisa menjadi sebagian kecil dari mereka. Sebagian kecil yang memilih untuk lebih punya sikap dan punya kehormatan sebagai seorang manusia. Sebagian kecil yang menurut kami adalah pahlawan yang sesungguhnya, bukan beberapa dari mereka yang kebetulan mati, dapat bintang jasa dan dikuburkan dalam areal taman makam pahlawan.
Sebagian kecil yang bekerja dengan baik demi negeri ini. Sebagian kecil yang dengan bangga kami sebut pengayom masyarakat.
Berseragam dan dihormati, tapi menghabiskan jam kantor di warung kopi seperti yang bisa saya lihat beberapa minggu yang lalu, atau menggunakan fasilitas negara bukan pada tempatnya [main game, download berbagai video non edukatif dan berkeliling kota tanpa henti. Kegiatan terakhir biasanya dilakukan jika dua kegiatan sebelumnya menjadi tidak terlalu menarik lagi bagi pelaku].
Semua hal di atas benar benar sangat rendah dan tidak kreatif serta mencerminkan kepribadian dari DNA sapi yang mengalir dalam tubuh mereka.
Sebenarnya saya enggan berbicara banyak mengenai sistem birokrasi dan perangkatnya tanpa didampingi pengacara saya. Tapi saya akan memberimu saran, lakukanlah sesuatu yang lebih besar dan lebih spektakuler untuk membuat kami [baca : rakyat] senang. Sesuatu yang akan menguasai pemberitaan sampai semua program tolol di TV tidak punya cukup waktu untuk di tayangkan. Paling tidak, lakukan korupsi dalam jumlah yang belum pernah ada sebelumnya. Jumlah yang begitu besar sampai butuh sehari penuh untuk menghitung jumlah angka nol dalam bilangannya. Jumlah yang akan membuat anak cucumu kelak cukup bangga dan bisa berkata dengan lantang “Teman teman! Ayahku koruptor terhebat yang pernah dimiliki negara ini”. Jumlah yang membuatku begitu ingin mendapatkan tanda tanganmu pada sampul buku agama kelas 2 SD yang akan saya beli nanti [buku ini sebagai bahan referensi untuk mencari tahu kira kira kelak kau akan berada pada neraka level berapa]. Saya tidak akan melewatkan memberimu dukungan moral. Meski sebenarnya sangat mengerikan untuk menyaksikan seseorang melakukan kontak fisik secara langsung dengan raket listrik+MP3 bertegangan ultra tinggi dan mengeluarkan suara bising dari album terbaru sm*sh tanpa henti. Dan akan semakin buruk jika raketnya diganti dengan yang pake MP4, karena sekarang kita harus liat muka dan tarian homo mereka. Tapi saya rasa kau tidak akan punya cukup waktu untuk hal sepele seperti tanda tangan, karena kau akan sangat sibuk menguras safety tank di dalam penjara.
Jika kau tidak bisa menerima saran tadi atau melakukan korupsi dalam jumlah yang benar, sebaiknya kau tidak perlu mencoba. Karena sangat beresiko jika harus bersumpah atas nama Tuhan untuk sekedar korupsi dalam jumlah sedikit. Kita bisa bekerja sama merampok beberapa ATM setiap hari selama seminggu penuh untuk jumlah tersebut [kau bertugas mengurusi mesin ATMnya dan saya bertugas mengawasi mobil operasional dari jarak minimum 150 Km].
Meski sebenarnya selalu ada pilihan yang tidak begitu populer. Kau bisa menjadi sebagian kecil dari mereka. Sebagian kecil yang memilih untuk lebih punya sikap dan punya kehormatan sebagai seorang manusia. Sebagian kecil yang menurut kami adalah pahlawan yang sesungguhnya, bukan beberapa dari mereka yang kebetulan mati, dapat bintang jasa dan dikuburkan dalam areal taman makam pahlawan.
Sebagian kecil yang bekerja dengan baik demi negeri ini. Sebagian kecil yang dengan bangga kami sebut pengayom masyarakat.
Senin, 20 Juni 2011
Firefliez
Selamat pagi...
Sekarang pukul 13:00 WITA dan baru bangun [sedikit agak susah ternyata membangunkanmu]. Mandi sepertinya bukan pilihan yang bagus untuk kondisi seperti ini. Saya merasa seperti sedang hiportemia.
Jadi ini rasanya?
Ada sedikit yang aneh. Karena awalnya tidak begitu perduli tentang siapa yang datang dan pergi. Jadi mungkin ini alasannya mengapa orang orang menangis dengan sungguh sungguh saat mengalami perpisahan. Seperti ada bagian yang hilang dan terasa perih.
Musim kelihatannya sedang tidak bagus, bunga opium tidak mau tumbuh.
Efek anastesi bisa menghilangkan ini, tapi ada sesuatu dalam kepalaku yang benar benar tidak menyetujui jika saya melakukannya. Saya merasa seperti ada pengkhianat dalam diriku. Yang memalingkan wajahku setiap saat agar dapat melihatmu. Pengkhianat yang begitu saya senangi.
Harusnya tanggal 23 datang secepatnya. Kembali ke site mungkin jalan keluar untuk hal kayak begini. Di sana bisa jalan kaki sepuasnya seperti orang gila, lalu pulang ke camp trus tidur. Benar benar sangat efektif. Dan untuk menghilangkan efek halusinasi saya bisa memberikan shortcourse main catur dan winning eleven pada penduduk Desa Siuna.
Sebenarnya mau marah, karena kau tidak pernah memberitahuku apa yang harus saya lakukan jika saya merindukanmu meski sebenarnya kau tidak punya kewajiban apa apa untuk itu. Dalam hal ini kau yang paling bertanggung jawab menurutku. Saya tidak mau mengerti yang lain. Tapi karena kau sedang berjuang untuk sesuatu yang penting untuk kau selesaikan. Sepertinya saya harus memilih untuk menjadi pendukung yang baik.
Lakukan saja yang terbaik, sisanya biarkan...
Sekarang pukul 13:00 WITA dan baru bangun [sedikit agak susah ternyata membangunkanmu]. Mandi sepertinya bukan pilihan yang bagus untuk kondisi seperti ini. Saya merasa seperti sedang hiportemia.
Jadi ini rasanya?
Ada sedikit yang aneh. Karena awalnya tidak begitu perduli tentang siapa yang datang dan pergi. Jadi mungkin ini alasannya mengapa orang orang menangis dengan sungguh sungguh saat mengalami perpisahan. Seperti ada bagian yang hilang dan terasa perih.
Musim kelihatannya sedang tidak bagus, bunga opium tidak mau tumbuh.
Efek anastesi bisa menghilangkan ini, tapi ada sesuatu dalam kepalaku yang benar benar tidak menyetujui jika saya melakukannya. Saya merasa seperti ada pengkhianat dalam diriku. Yang memalingkan wajahku setiap saat agar dapat melihatmu. Pengkhianat yang begitu saya senangi.
Harusnya tanggal 23 datang secepatnya. Kembali ke site mungkin jalan keluar untuk hal kayak begini. Di sana bisa jalan kaki sepuasnya seperti orang gila, lalu pulang ke camp trus tidur. Benar benar sangat efektif. Dan untuk menghilangkan efek halusinasi saya bisa memberikan shortcourse main catur dan winning eleven pada penduduk Desa Siuna.
Sebenarnya mau marah, karena kau tidak pernah memberitahuku apa yang harus saya lakukan jika saya merindukanmu meski sebenarnya kau tidak punya kewajiban apa apa untuk itu. Dalam hal ini kau yang paling bertanggung jawab menurutku. Saya tidak mau mengerti yang lain. Tapi karena kau sedang berjuang untuk sesuatu yang penting untuk kau selesaikan. Sepertinya saya harus memilih untuk menjadi pendukung yang baik.
Lakukan saja yang terbaik, sisanya biarkan...
Sabtu, 18 Juni 2011
Afterglow
So you'll fly...
Berusaha keras untuk tidak mengatakan hal hal yang akan membuat moodmu hancur berantakan seperti kota Tripoli [senyum].
Maaf, sebenarnya bingung antara my sister's keeper dan buku itu. Tapi saya menyukai gambar plester di sampulnya. Apa boleh buat, alasan yang sangat sederhana, luka apapun kalo ada plester itu pasti akan bisa sembuh.
Kau sebaiknya berhenti bangun kesiangan. Bukan karena alasan gaya hidup seperti itu hanya dimiliki orang orang dengan pengalaman bertahun tahun di penjara tapi kau melewatkan terlalu banyak pagi [bukan subuh].
Perjalananmu akan sangat menyenangkan, saya yakin. Terlepas dari siapapun yang kau temukan di luar sana, bersenang-senanglah :)
Karena mendoakanmu tiap hari bukankah kau seharusnya baik baik saja?
Have a nice trip, your highness...
Berusaha keras untuk tidak mengatakan hal hal yang akan membuat moodmu hancur berantakan seperti kota Tripoli [senyum].
Maaf, sebenarnya bingung antara my sister's keeper dan buku itu. Tapi saya menyukai gambar plester di sampulnya. Apa boleh buat, alasan yang sangat sederhana, luka apapun kalo ada plester itu pasti akan bisa sembuh.
Kau sebaiknya berhenti bangun kesiangan. Bukan karena alasan gaya hidup seperti itu hanya dimiliki orang orang dengan pengalaman bertahun tahun di penjara tapi kau melewatkan terlalu banyak pagi [bukan subuh].
Perjalananmu akan sangat menyenangkan, saya yakin. Terlepas dari siapapun yang kau temukan di luar sana, bersenang-senanglah :)
Karena mendoakanmu tiap hari bukankah kau seharusnya baik baik saja?
Have a nice trip, your highness...
Jumat, 17 Juni 2011
Zolarflare
Ketika mengalami kejadian yang hampir sama..waktu pun kembali!
Siang itu hari ke-23 dibulan Januari. Menghadiri pemutaran film dokumenter bertema rekayasa genetik. Tapi tidak perlu terlalu kaget, yang mereka bicarakan hanyalah hal hal tidak penting seperti kentang, ikan salmon dan hama kapas. Padahal ketika menerima undangan pemutaran film ini, imajinasiku berputar putar pada area laba laba mutan, sinar gamma dan radiasi material asing dari luar angkasa yang bisa membuat tubuhmu dikelilingi api atau elastis seperti karet.
Pembicaranya seorang Professor dalam bidang genetik [katanya]. Tapi ketika dia mulai berbicara...semua mulai tercium tidak futuristik! Bau bakteri dimana mana. Orang ini mengeluarkan banyak sampah dari mulutnya. Satu satunya kesimpulan yang bisa saya buat setelah menyaksikan film dokumenter dan memperhatikan apa yang orang orang ini diskusikan adalah "Rekayasa genetik tidak begitu populer di India"
Yang hadir dalam ruangan kebanyakan mahasiswa yang berhubungan dengan tema film. Muka mereka kelihatan begitu serius dan sangat aktif bertanya [tipe mahasiswa dengan masa studi singkat dan IPK selangit tapi ketika mahasiswa lain melihat fotonya di buku tahunan, dia akan berkata "Alien ini mahasiswa??"]. Tapi saya yakin mereka sama sekali tidak mengerti apa itu rekayasa genetik. Kalau mereka mengerti, bukankah harusnya mereka sekarang sudah bisa terbang atau menghilang mungkin [menghilang sangat cocok untuk mereka].
Ok sebaiknya saya keluar dari tempat ini. Sebelum mereka mulai berpikir saya adalah salah satu dari mereka, yang harus nonton film dokumenter untuk tau kalo ikan salmon bertelur di sungai. Atau jangan jangan mereka mengira ikan salmon bermetamorfosis seperti katak?! Sepertinya begitu..TAKSI! Bawa saya menjauh dari sini. Kemana saja, yang penting cukup jauh dari orang orang biososial yang mengira mengembangbiakkan bakteri bisa menyelamatkan tata surya!
Kembali ke tempat tadi ketika sore. Ruangan telah kosong [semua yang nonton kecuali saya harus ke dokter jiwa karena tidak mampu memproses dengan baik informasi sampah yang baru saja mereka terima].
Dan sekarang..kembali terjebak dalam pemutaran film dokumenter bertema kehidupan sosial. Orang yang sepertinya komentator film [atau dia menganggap dirinya seperti itu] sedang berkoar koar mengenai permasalahan dalam kesenjangan sosial pada mereka yang sebagian besar sepertinya hanya mengerti kata lapar secara teori! Semoga kalian bisa menyelamatkan banyak orang dengan diskusi panelmu..aktivis aktivis film! Kalian keren..HAHAHAHA!
Siang itu hari ke-23 dibulan Januari. Menghadiri pemutaran film dokumenter bertema rekayasa genetik. Tapi tidak perlu terlalu kaget, yang mereka bicarakan hanyalah hal hal tidak penting seperti kentang, ikan salmon dan hama kapas. Padahal ketika menerima undangan pemutaran film ini, imajinasiku berputar putar pada area laba laba mutan, sinar gamma dan radiasi material asing dari luar angkasa yang bisa membuat tubuhmu dikelilingi api atau elastis seperti karet.
Pembicaranya seorang Professor dalam bidang genetik [katanya]. Tapi ketika dia mulai berbicara...semua mulai tercium tidak futuristik! Bau bakteri dimana mana. Orang ini mengeluarkan banyak sampah dari mulutnya. Satu satunya kesimpulan yang bisa saya buat setelah menyaksikan film dokumenter dan memperhatikan apa yang orang orang ini diskusikan adalah "Rekayasa genetik tidak begitu populer di India"
Yang hadir dalam ruangan kebanyakan mahasiswa yang berhubungan dengan tema film. Muka mereka kelihatan begitu serius dan sangat aktif bertanya [tipe mahasiswa dengan masa studi singkat dan IPK selangit tapi ketika mahasiswa lain melihat fotonya di buku tahunan, dia akan berkata "Alien ini mahasiswa??"]. Tapi saya yakin mereka sama sekali tidak mengerti apa itu rekayasa genetik. Kalau mereka mengerti, bukankah harusnya mereka sekarang sudah bisa terbang atau menghilang mungkin [menghilang sangat cocok untuk mereka].
Ok sebaiknya saya keluar dari tempat ini. Sebelum mereka mulai berpikir saya adalah salah satu dari mereka, yang harus nonton film dokumenter untuk tau kalo ikan salmon bertelur di sungai. Atau jangan jangan mereka mengira ikan salmon bermetamorfosis seperti katak?! Sepertinya begitu..TAKSI! Bawa saya menjauh dari sini. Kemana saja, yang penting cukup jauh dari orang orang biososial yang mengira mengembangbiakkan bakteri bisa menyelamatkan tata surya!
Kembali ke tempat tadi ketika sore. Ruangan telah kosong [semua yang nonton kecuali saya harus ke dokter jiwa karena tidak mampu memproses dengan baik informasi sampah yang baru saja mereka terima].
Dan sekarang..kembali terjebak dalam pemutaran film dokumenter bertema kehidupan sosial. Orang yang sepertinya komentator film [atau dia menganggap dirinya seperti itu] sedang berkoar koar mengenai permasalahan dalam kesenjangan sosial pada mereka yang sebagian besar sepertinya hanya mengerti kata lapar secara teori! Semoga kalian bisa menyelamatkan banyak orang dengan diskusi panelmu..aktivis aktivis film! Kalian keren..HAHAHAHA!
Silent Hillz
Lestarikan hutan untuk anak cucu kita! [Klise! Anak cucu kita lebih butuh logam untuk dijadikan kawat gigi...*Buldozer meraung-raung! Jangan salahkan kami..]
Kolonodale atau saya lebih suka menyebutnya Koln Ale. Saya selalu merasa berhak untuk memberikan nama pada semua hal ketika saya memiliki cukup minat untuk memberinya nama tanpa perlu meminta saran dari pihak manapun, terlepas dari pihak manapun yang saya maksud di sini memiliki pendapat yang sama atau sebaliknya! Eat that! sometimes life's hard..LOL
Dan saya juga merasa sangat perlu untuk menekankan di sini, saya seorang warga negara yang baik. Saya ulangi..saya seorang warga negara yang baik. Tanpa satupun catatan kriminal dan semua hal yang memiliki konotasi negatif dalam kehidupan bermasyarakat di negara kita yang tercinta. Saya sangat steril dan seorang pemuda baik baik, normal dan beradab. Jadi jangan khawatir, karena seharusnya anak anda akan aman bersama saya [Tolong perlihatkan tulisan ini pada orang tuamu di rumah..saya serius!]
Dari kota Makassar, tempat ini lumayan jauh [Disorientasi selama perjalanan bikin malas untuk memperhatikan instrumen pengukur jarak pada kendaraan..This is nope my fault, it's yours LOL]. Koln Ale dapat dijangkau dengan kendaraan beroda dua atau empat dalam waktu tempuh kurang lebih 28 jam dengan kondisi jalan yang rusak parah seperti bekas arena perang dunia ke-2! Alat penyeberangan bersuara bising di Nuha dan bus jemputan dari perusahaan transportasi Mega Mas [nama perusahaannya saja kayak nama ikan air tawar..tidak profesional!] membuat perjalanan jadi dua kali lebih lama..[Nenekku bisa lari lebih kencang dari rongsokanmu! Kau dengar itu Mega mas?! You idiot!]
Koln Ale adalah ibukota kecamatan Petasia dengan jumlah penduduk..[Mohon tunggu sebentar. WOY KAU SEMUA! BARIS KO CILAKA! MULAI BERHITUNG!] kurang lebih 3000 jiwa. Tempat ini menyajikan pesona iklim tropis yang memukau [Pendapat setelah beberapa jam pertama]. Tipe tempat yang sangat disukai wisatawan asing yang mencari kehangatan [jangan salah paham dengan kalimatnya] dan sangat dihindari oleh nona dan tuan muda yang gemar antri formulir kontes nyanyi dan ajang cari bakat di TV [Pak, tolong jelaskan fungsi TV yang baik dan benar pada mereka. Tapi perlahan lahan, saya dengar mereka sangat rentan mencoba bunuh diri untuk alasan yang paling tidak masuk akal]. Khusus untuk jenis manusia yang terakhir saya sebut tadi : Tolong jangan ke sini! Alasannya sederhana, saya tidak bisa menemukan satu pun alasan untuk menyukai kalian..
Sebelah utara tempat ini berbatasan dengan laut berair jernih yang dikelilingi pulau pulau karang kecil tidak berpenghuni. Sangat indah [Yang ini serius]. Pulau pulau karang ini berhasil menciptakan perairan yang teduh dan ekosistem yang sempurna bagi beragam biota laut yang hidup di dalamnya [Yang ini juga masih serius]. Mereka yang suka diving dan snorkling harus mencoba tempat ini [Jangan berpikir saya suka keduanya..I am not!].
Selama beberapa hari di tempat ini, satu satunya bentuk komunikasi yang berhasil saya lakukan dengan penduduk setempat adalah kata "Halo" yang dibalas dengan tatapan aneh dan sangat jijik. What the heck? Owww shit..I KNOW! F you, I AM NOT A GAY EITHER..Stupid ass!
Hampir semua orang di sini bisa berenang [Data tidak valid]. Kondisi alam dan sosial masyarakat begini akan membuat kalimat ajakan seperti "Ayo berenang ke laut?" menurut perhitungan kemungkinan yang saya lakukan akan sangat sering terdengar. Setelah memikirkan berhari hari [HAHAHAHA] akhirnya mendapatkan jawaban yang pas "[Dengan sopan] Maaf saya tidak berenang untuk alasan yang tidak penting. Kecuali seseorang menceburkan Asmirandah ke laut..well, mike! LET'S GO!
Meski agak panas, saya menyukai tempat ini. Suasananya menyenangkan, ditambah di sini tidak ada sinyal [Sebenarnya ada spot yang jaraknya beberapa puluh meter dari camp dimana saya bisa mendapatkan sinyal 1 bar jika cukup beruntung mendapatkan tempat berdiri yang masih kosong]. Tempat ini sangat ramai 24 jam! Bisnis komunikasi di sini lumayan menguntungkan. Kelihatannya penduduk Koln Ale sangat menikmati berkomunikasi lewat telepon genggam untuk membicarakan hal hal yang tidak penting [Emosi..dak pernah dapat tempat! Dan pas dapat tempat eh pinggir tebing. Menelepon bisa jadi sangat beresiko! Belum lagi kalo saya bicara semua langsung melihat aneh...A-ha! Kalian aliennya saudara saudara! Bukan saya..]
Daerah camp bernama Ganda ganda [what a name]. Hari pertama bergabung diwarnai dengan sesi perkenalan dan tanya jawab.
"Siapa namanya, pak?"
"Akhmad Taufiq. Panggil Akhmad atau Taufiq, pak [Dengan sangat ramah]"
"Asalnya darimana, pak?"
"Bulukumba.." [Semua menatap tidak percaya]
"Bulukumba yang dekat Frankfurt, pak...Hehehehehe [Sangat ramah]"
"Ooooooo..."
Koln Ale..you're so much fun :-D
Kolonodale atau saya lebih suka menyebutnya Koln Ale. Saya selalu merasa berhak untuk memberikan nama pada semua hal ketika saya memiliki cukup minat untuk memberinya nama tanpa perlu meminta saran dari pihak manapun, terlepas dari pihak manapun yang saya maksud di sini memiliki pendapat yang sama atau sebaliknya! Eat that! sometimes life's hard..LOL
Dan saya juga merasa sangat perlu untuk menekankan di sini, saya seorang warga negara yang baik. Saya ulangi..saya seorang warga negara yang baik. Tanpa satupun catatan kriminal dan semua hal yang memiliki konotasi negatif dalam kehidupan bermasyarakat di negara kita yang tercinta. Saya sangat steril dan seorang pemuda baik baik, normal dan beradab. Jadi jangan khawatir, karena seharusnya anak anda akan aman bersama saya [Tolong perlihatkan tulisan ini pada orang tuamu di rumah..saya serius!]
Dari kota Makassar, tempat ini lumayan jauh [Disorientasi selama perjalanan bikin malas untuk memperhatikan instrumen pengukur jarak pada kendaraan..This is nope my fault, it's yours LOL]. Koln Ale dapat dijangkau dengan kendaraan beroda dua atau empat dalam waktu tempuh kurang lebih 28 jam dengan kondisi jalan yang rusak parah seperti bekas arena perang dunia ke-2! Alat penyeberangan bersuara bising di Nuha dan bus jemputan dari perusahaan transportasi Mega Mas [nama perusahaannya saja kayak nama ikan air tawar..tidak profesional!] membuat perjalanan jadi dua kali lebih lama..[Nenekku bisa lari lebih kencang dari rongsokanmu! Kau dengar itu Mega mas?! You idiot!]
Koln Ale adalah ibukota kecamatan Petasia dengan jumlah penduduk..[Mohon tunggu sebentar. WOY KAU SEMUA! BARIS KO CILAKA! MULAI BERHITUNG!] kurang lebih 3000 jiwa. Tempat ini menyajikan pesona iklim tropis yang memukau [Pendapat setelah beberapa jam pertama]. Tipe tempat yang sangat disukai wisatawan asing yang mencari kehangatan [jangan salah paham dengan kalimatnya] dan sangat dihindari oleh nona dan tuan muda yang gemar antri formulir kontes nyanyi dan ajang cari bakat di TV [Pak, tolong jelaskan fungsi TV yang baik dan benar pada mereka. Tapi perlahan lahan, saya dengar mereka sangat rentan mencoba bunuh diri untuk alasan yang paling tidak masuk akal]. Khusus untuk jenis manusia yang terakhir saya sebut tadi : Tolong jangan ke sini! Alasannya sederhana, saya tidak bisa menemukan satu pun alasan untuk menyukai kalian..
Sebelah utara tempat ini berbatasan dengan laut berair jernih yang dikelilingi pulau pulau karang kecil tidak berpenghuni. Sangat indah [Yang ini serius]. Pulau pulau karang ini berhasil menciptakan perairan yang teduh dan ekosistem yang sempurna bagi beragam biota laut yang hidup di dalamnya [Yang ini juga masih serius]. Mereka yang suka diving dan snorkling harus mencoba tempat ini [Jangan berpikir saya suka keduanya..I am not!].
Selama beberapa hari di tempat ini, satu satunya bentuk komunikasi yang berhasil saya lakukan dengan penduduk setempat adalah kata "Halo" yang dibalas dengan tatapan aneh dan sangat jijik. What the heck? Owww shit..I KNOW! F you, I AM NOT A GAY EITHER..Stupid ass!
Hampir semua orang di sini bisa berenang [Data tidak valid]. Kondisi alam dan sosial masyarakat begini akan membuat kalimat ajakan seperti "Ayo berenang ke laut?" menurut perhitungan kemungkinan yang saya lakukan akan sangat sering terdengar. Setelah memikirkan berhari hari [HAHAHAHA] akhirnya mendapatkan jawaban yang pas "[Dengan sopan] Maaf saya tidak berenang untuk alasan yang tidak penting. Kecuali seseorang menceburkan Asmirandah ke laut..well, mike! LET'S GO!
Meski agak panas, saya menyukai tempat ini. Suasananya menyenangkan, ditambah di sini tidak ada sinyal [Sebenarnya ada spot yang jaraknya beberapa puluh meter dari camp dimana saya bisa mendapatkan sinyal 1 bar jika cukup beruntung mendapatkan tempat berdiri yang masih kosong]. Tempat ini sangat ramai 24 jam! Bisnis komunikasi di sini lumayan menguntungkan. Kelihatannya penduduk Koln Ale sangat menikmati berkomunikasi lewat telepon genggam untuk membicarakan hal hal yang tidak penting [Emosi..dak pernah dapat tempat! Dan pas dapat tempat eh pinggir tebing. Menelepon bisa jadi sangat beresiko! Belum lagi kalo saya bicara semua langsung melihat aneh...A-ha! Kalian aliennya saudara saudara! Bukan saya..]
Daerah camp bernama Ganda ganda [what a name]. Hari pertama bergabung diwarnai dengan sesi perkenalan dan tanya jawab.
"Siapa namanya, pak?"
"Akhmad Taufiq. Panggil Akhmad atau Taufiq, pak [Dengan sangat ramah]"
"Asalnya darimana, pak?"
"Bulukumba.." [Semua menatap tidak percaya]
"Bulukumba yang dekat Frankfurt, pak...Hehehehehe [Sangat ramah]"
"Ooooooo..."
Koln Ale..you're so much fun :-D
Antarticz Rain 6
[Cuaca panas dan tidak bersahabat diperagakan Siuna siang ini, badai pasir mengurung orang orang di dalam rumah]
Saya ingin mendengar suaramu, hatiku sudah memutuskannya...
Setelah prosedur peminjaman kendaraan yang berbelit belit, akhirnya saya dengan gagah berani ibarat seorang pahlawan perang, berlari sekencang kencangnya untukmu. Lagipula tidak akan ada polisi lalu lintas yang cukup gila untuk bertugas di daerah ini. Siuna adalah pangkalan luar angkasa terjauh yang dihuni koloni manusia dan hanya dikunjungi untuk mengamati meteor super besar yang dikhawatirkan akan menabrak bumi atau ada sesuatu yang salah pada laboratorium pengayaan uranium yang tepat berada di ujung belokan jalan desa sebelah timur. Tempat ini sangat bersahabat [kita harus menyadari, kadang kadang peradaban memuakkan]. Dengan berbekal informasi singkat tentang tempat yang dituduh mengandung sinyal Telkom##l, sekarang saya tersesat sendirian di tengah hutan mencari pohon kelapa dimana penduduk desa biasanya melakukan komunikasi telepon [di sini banyak sekali pohon kelapa, biar ko pake mandi bisa], rasanya mau menangis tapi itu tidak ada dalam SOP hidupku. Meski sebenarnya tegar tidak cukup mampu membuatku keluar dari masalah. Beberapa menit berlalu dan tiba tiba di depanku muncul sebuah rumah kebun. Ada perasaan khawatir ketika mendekati tempat yang sepertinya secara teknis tidak berpenghuni tapi secara tidak teknis berpenghuni [kalau sering nonton film horor Indonesia pasti akan lebih mudah mengerti kondisinya]. Perasaan khawatir tadi perlahan lahan berubah menjadi perasaan takut menjelang histeris dalam jarak yang semakin dekat..semakin dekat…semakin dekat…semakin dekat..semakin dekat..semakin dekat…semakin dekat…semakin dekat…[saya bisa melakukan ini seharian penuh. Tidak percaya?] semakin dekat..semakin dekat…semakin dekat…semakin dekat..semakin dekat..semakin dekat..semakin dekat [I am absolutely retard..lol]
“Bacari apa?” Seorang nenek menyapa dari belakang…
“[pingsan karena kaget...sangat memalukan!]”
“Bacari apa ngana?” ulang nenek tadi.
“Cari tempat batelpon, nek”
“Ebeeeeeeeee…eeeeee di situ dia [jarinya menunjuk ke arah jurang]”
“Jangan nek, saya masih muda…”
“Ebeeeeeeeee…eeeeeeeeeee bukang mo suru ngana mati [jarinya kali ini menunjuk ke arah pohon kelapa yang berada tepat di tepi jurang].
Benar benar kebetulan. Kenapa orang orang senang membahayakan hidup untuk sekedar melakukan komunikasi [ask me]? Sampai di pohon kelapa yang nenek tadi maksud saya pun menemukan jawabannya. di seberang teluk berdiri megah sebuah repeater berwarna merah putih. Rasanya seperti mendengar akan ada rapat guru ketika masih SD, sehingga jam pulang dimajukan. Benar benar keajaiban yang sangat menyenangkan…
[Menghidupkan HP]
Buka facebook [saya akan mengaku di sini, saya suka sekali buka pagemu.. meski sebenarnya saya selalu lebih suka foto profilmu ketika akunmu baru dibuat].
[Keluar dari facebook]
Setelah memikirkan cukup lama akan mengatakan apa saja, saya kemudian mencari namamu pada buku telepon lalu menekan tombol Ok/Yes [terima kasih Telkom##l, format ini saya belajar dari sms sms pelanggan tololmu yang berisi liburan ke Bali bersama Anang-Aurel! Tapi lain kali kalo mau kirim sms jelaskan dulu siapa orang orang ini].
“Halo…” so glad it’s your voice.
“Assalamualaikum..”
“Waalaikumussalam. Kenapa kak?” It’s your voice again.
“Hehehehe ndak…” [Taufiq, that’s all you can say? Scumbag!]
Kemudian saya mengatakan sesuatu [saya tidak ingat tapi sepertinya cukup bodoh karena kau menanggapi dengan dua kata : plin plan]. Ingin rasanya berbicara denganmu seumur hidup tapi bukankah orang birokrasi adalah tembok tinggi menjulang diantara kita. Lagipula ketika berurusan denganmu saya tidak pernah tahu harus berbicara apa, karenanya saya memilih untuk lebih banyak tertawa dan sekarang kau pastinya menganggapku semakin aneh [GREAT!]. Tapi isi kepalamu bukan urusanku karena saya memilih untuk menyukaimu dengan cara Akhmad Taufiq yang agung…
PS : At least I’ll make it much easier for you. I am worst.
Saya ingin mendengar suaramu, hatiku sudah memutuskannya...
Setelah prosedur peminjaman kendaraan yang berbelit belit, akhirnya saya dengan gagah berani ibarat seorang pahlawan perang, berlari sekencang kencangnya untukmu. Lagipula tidak akan ada polisi lalu lintas yang cukup gila untuk bertugas di daerah ini. Siuna adalah pangkalan luar angkasa terjauh yang dihuni koloni manusia dan hanya dikunjungi untuk mengamati meteor super besar yang dikhawatirkan akan menabrak bumi atau ada sesuatu yang salah pada laboratorium pengayaan uranium yang tepat berada di ujung belokan jalan desa sebelah timur. Tempat ini sangat bersahabat [kita harus menyadari, kadang kadang peradaban memuakkan]. Dengan berbekal informasi singkat tentang tempat yang dituduh mengandung sinyal Telkom##l, sekarang saya tersesat sendirian di tengah hutan mencari pohon kelapa dimana penduduk desa biasanya melakukan komunikasi telepon [di sini banyak sekali pohon kelapa, biar ko pake mandi bisa], rasanya mau menangis tapi itu tidak ada dalam SOP hidupku. Meski sebenarnya tegar tidak cukup mampu membuatku keluar dari masalah. Beberapa menit berlalu dan tiba tiba di depanku muncul sebuah rumah kebun. Ada perasaan khawatir ketika mendekati tempat yang sepertinya secara teknis tidak berpenghuni tapi secara tidak teknis berpenghuni [kalau sering nonton film horor Indonesia pasti akan lebih mudah mengerti kondisinya]. Perasaan khawatir tadi perlahan lahan berubah menjadi perasaan takut menjelang histeris dalam jarak yang semakin dekat..semakin dekat…semakin dekat…semakin dekat..semakin dekat..semakin dekat…semakin dekat…semakin dekat…[saya bisa melakukan ini seharian penuh. Tidak percaya?] semakin dekat..semakin dekat…semakin dekat…semakin dekat..semakin dekat..semakin dekat..semakin dekat [I am absolutely retard..lol]
“Bacari apa?” Seorang nenek menyapa dari belakang…
“[pingsan karena kaget...sangat memalukan!]”
“Bacari apa ngana?” ulang nenek tadi.
“Cari tempat batelpon, nek”
“Ebeeeeeeeee…eeeeee di situ dia [jarinya menunjuk ke arah jurang]”
“Jangan nek, saya masih muda…”
“Ebeeeeeeeee…eeeeeeeeeee bukang mo suru ngana mati [jarinya kali ini menunjuk ke arah pohon kelapa yang berada tepat di tepi jurang].
Benar benar kebetulan. Kenapa orang orang senang membahayakan hidup untuk sekedar melakukan komunikasi [ask me]? Sampai di pohon kelapa yang nenek tadi maksud saya pun menemukan jawabannya. di seberang teluk berdiri megah sebuah repeater berwarna merah putih. Rasanya seperti mendengar akan ada rapat guru ketika masih SD, sehingga jam pulang dimajukan. Benar benar keajaiban yang sangat menyenangkan…
[Menghidupkan HP]
Buka facebook [saya akan mengaku di sini, saya suka sekali buka pagemu.. meski sebenarnya saya selalu lebih suka foto profilmu ketika akunmu baru dibuat].
[Keluar dari facebook]
Setelah memikirkan cukup lama akan mengatakan apa saja, saya kemudian mencari namamu pada buku telepon lalu menekan tombol Ok/Yes [terima kasih Telkom##l, format ini saya belajar dari sms sms pelanggan tololmu yang berisi liburan ke Bali bersama Anang-Aurel! Tapi lain kali kalo mau kirim sms jelaskan dulu siapa orang orang ini].
“Halo…” so glad it’s your voice.
“Assalamualaikum..”
“Waalaikumussalam. Kenapa kak?” It’s your voice again.
“Hehehehe ndak…” [Taufiq, that’s all you can say? Scumbag!]
Kemudian saya mengatakan sesuatu [saya tidak ingat tapi sepertinya cukup bodoh karena kau menanggapi dengan dua kata : plin plan]. Ingin rasanya berbicara denganmu seumur hidup tapi bukankah orang birokrasi adalah tembok tinggi menjulang diantara kita. Lagipula ketika berurusan denganmu saya tidak pernah tahu harus berbicara apa, karenanya saya memilih untuk lebih banyak tertawa dan sekarang kau pastinya menganggapku semakin aneh [GREAT!]. Tapi isi kepalamu bukan urusanku karena saya memilih untuk menyukaimu dengan cara Akhmad Taufiq yang agung…
PS : At least I’ll make it much easier for you. I am worst.
Antarticz Rain 5
Possesive
[Untukmu kawan, maaf lambat saya upload. Saya mengedit beberapa bagian, semoga tidak terlalu berbeda dengan yang pernah kau baca]
Kau akan bertemu beberapa orang yang salah sampai benar benar menemukan orang yang tepat. Sekarang, saat saya akhirnya berpikir menemukan orang yang tepat...dia baru saja menemukan orang yang salah!
Pepatah Perancis mengatakan, bersikap tidak sopan pada seorang perempuan adalah tindakan kriminal. Tidak sopan disini bisa berarti meneriaki, menghalangi jalannya, mengikutinya dari belakang, senyum senyum dak jelas sambil menatap aneh dan yang paling kriminal adalah menganggu teman pria yang sedang berjalan di sampingnya. Mengapa kriminal? Mungkin karena hanya pada merekalah kita akan menemukan keajaiban keajaiban yang begitu susah untuk dijelaskan dengan logika [walaupun sikap brutal mereka di atas angkutan umum seperti menggosipkan seluruh isi dunia lalu tertawa beramai ramai padahal yang mereka bicarakan sama sekali tidak lucu..benar benar aneh!]
Dan didalam keajaiban itulah sekarang aku berada tanpa perlindungan dan pertahanan yang berarti. Bahkan memiliki diriku sendiri sekarang menjadi begitu sulit. Hidupku berubah 180 derajat, jam tidurku berkurang drastis, waktu makanku tidak lagi teratur, dan aku menjadi sangat rajin mandi lalu diakhiri dengan bersenandung tidak jelas di depan cermin [ok, beberapa diantaranya hiperbola].
Ini adalah praktek cuci otak paling berhasil dimuka bumi, karena kau bahkan tidak perlu mendudukkanku di dalam ruangan serba putih, tanpa obat penenang atau perlu berbicara sepatah katapun. Lebih parahnya lagi, aku tidak akan pernah bisa menuntutmu secara hukum atas apa yang telah engkau lakukan padaku. Alibimu begitu sempurna, tanpa motif dan tanpa bukti kejahatan sama sekali.
Hari ini aku melihatmu melintas dan tertawa. Apakah kau juga melihatku tersenyum begitu tulus padamu? Dan perlahan tanganku mulai bergerak menulis beribu ribu puisi tentangmu. Siapa saja..TOLONG AKU! Romantisme tidak pernah menjadi aliran hidupku!
Aku mengagumimu, dan apakah kau sadar..senyum kecilmu berukuran begitu besar untukku?! Saat jam kuliah telah usai, apakah kau melihatku berdiri berjam jam di ujung koridor bersama satu pasang senapan otomatis dan pistol berkaliber magnum, serta berton ton TNT untuk mengamankanmu dari apa saja? Kesannya gila, tapi ini terasa sangat waras..untukku!
Lalu aku dengan segenap upaya, berjuang untuk mengucapkan kata "Hai..", 3 huruf yang tidak berarti apa apa untukmu. Karena engkau begitu sibuk dengan orang lain di sampingmu [yang tampangnya manis kayak homo, wangi, hapenya canggih dengan aplikasi yang susah dijelaskan dengan bahasa verbal, earphone yang tidak pernah lepas dari telinganya dan merasa sangat unik dengan potongan rambut yang sangat boyband. Dia membuatku semakin membenci westlife..]
Tidak diragukan lagi, kau menganggapku tidak ada atau tidak cukup boyband untuk berada disampingmu. Tapi jangan khawatir, saya tidak akan marah atau kesal bahkan untuk semua pesan singkatku yang tidak pernah kau balas. Semua sikap negatifmu tidak membuatku berhenti berpikir positif tentangmu [padahal teorinya, vektor positif dan negatif tidak akan pernah berpotongan..ada yang tolol disini]
Perasaan ini juga membuatku begitu optimis dan menjauh dari sisi sisi realita yang harusnya kupijak. Aku selalu berpikir, mungkin kau belum menemukan kata yang tepat untuk membalas semua pesan yang telah aku kirimkan. Padahal sebenarnya aku hanya ingin kau tahu, pesan singkat romantis [menggunakan bahasa Norwegia, Albania dan kadang kadang Rusia] tersebut kubuat sendiri setelah seharian berperang [kapasitas otak yang kumiliki membuatku hampir kalah] dengan kamus yang tebalnya 1000 kali lebih banyak dari semua catatan kuliahku sejak semester satu.
Atau kau tahu tapi pura pura tidak tahu? Karena semua sama sekali tidak berkesan dan make no sense to you? Atau karena kau adalah perempuan dengan kategori brain, beauty and behaviour yang setara dengan miss universe?
Mungkin aku harus mencoba meledakkan Twin tower petronas untuk menarik perhatianmu, atau memindahkan seluruh bagian pegunungan Himalaya hingga tepat berada di depan pagar rumahmu?! Jangan sayang, itu tidak masuk akal. Lagian pegunungan Himalaya berukuran sangat besar dan bisa menutup semua akses jalan menuju rumahmu. Bukankah itu akan sangat menyulitkan jika kau akan berangkat ke kampus atau sekedar window shopping dak jelas di pusat pusat perbelanjaan ternama di kota ini.
Ingatkah saat pertama dan terakhir kita berbicara melalui telepon?
Rasanya senang sekali akhirnya kau mau berbicara padaku, dan aku tidak perlu lagi berpura pura menjadi seorang laki laki malang yang salah sambung untuk sekedar mendengarkan suaramu yang seperti desah angin saat badai menghampiri pantai [saya juga bingung kenapa bisa menulis begitu]. Tapi mengapa saat aku memperkenalkan diri, kau mulai berbicara seperti orang yang keracunan gas amoniak, sangat tidak nyambung..dan dengan indah memutuskan sambungan telepon tanpa konfirmasi.
Kekejamanmu tidak sampai disitu, karena kau bahkan tidak memberiku kesempatan recover dari kejadian di telepon tadi ketika akhirnya saya menerima pesan singkat dari handphonemu [semua tertulis dalam bentuk huruf kapital] "JANGAN GANGGUKA! ADAMI PACARKU!!!"
Sayang, aku tidak punya urusan dengan pacarmu jadi kita tidak usah bahas apapun mengenai dia [Hahahahaha]. I am fine! I am a thousand percent fine! [Saya harus mendapatkan hadiah nobel untuk ketabahan seperti ini]
Lalu keesokan harinya ketika bertemu di kampus, kau bersikap seolah olah tidak terjadi apa apa dalam rutinitas hidupmu [Kau berdarah dingin!]
Sangat kontras dengan keadaanku yang seperti badut nyasar di luar angkasa bersama berjuta soal algoritma super susah..idiot!
Aku tahu kau pasti menganggapku bodoh atau sangat bodoh. Tapi bukankah telah kukatakan semua padamu dan tidak perlu ada hal lain setelah itu.
Dan kau menyebutnya possesive...masa bodoh!!!
[Untukmu kawan, maaf lambat saya upload. Saya mengedit beberapa bagian, semoga tidak terlalu berbeda dengan yang pernah kau baca]
Kau akan bertemu beberapa orang yang salah sampai benar benar menemukan orang yang tepat. Sekarang, saat saya akhirnya berpikir menemukan orang yang tepat...dia baru saja menemukan orang yang salah!
Pepatah Perancis mengatakan, bersikap tidak sopan pada seorang perempuan adalah tindakan kriminal. Tidak sopan disini bisa berarti meneriaki, menghalangi jalannya, mengikutinya dari belakang, senyum senyum dak jelas sambil menatap aneh dan yang paling kriminal adalah menganggu teman pria yang sedang berjalan di sampingnya. Mengapa kriminal? Mungkin karena hanya pada merekalah kita akan menemukan keajaiban keajaiban yang begitu susah untuk dijelaskan dengan logika [walaupun sikap brutal mereka di atas angkutan umum seperti menggosipkan seluruh isi dunia lalu tertawa beramai ramai padahal yang mereka bicarakan sama sekali tidak lucu..benar benar aneh!]
Dan didalam keajaiban itulah sekarang aku berada tanpa perlindungan dan pertahanan yang berarti. Bahkan memiliki diriku sendiri sekarang menjadi begitu sulit. Hidupku berubah 180 derajat, jam tidurku berkurang drastis, waktu makanku tidak lagi teratur, dan aku menjadi sangat rajin mandi lalu diakhiri dengan bersenandung tidak jelas di depan cermin [ok, beberapa diantaranya hiperbola].
Ini adalah praktek cuci otak paling berhasil dimuka bumi, karena kau bahkan tidak perlu mendudukkanku di dalam ruangan serba putih, tanpa obat penenang atau perlu berbicara sepatah katapun. Lebih parahnya lagi, aku tidak akan pernah bisa menuntutmu secara hukum atas apa yang telah engkau lakukan padaku. Alibimu begitu sempurna, tanpa motif dan tanpa bukti kejahatan sama sekali.
Hari ini aku melihatmu melintas dan tertawa. Apakah kau juga melihatku tersenyum begitu tulus padamu? Dan perlahan tanganku mulai bergerak menulis beribu ribu puisi tentangmu. Siapa saja..TOLONG AKU! Romantisme tidak pernah menjadi aliran hidupku!
Aku mengagumimu, dan apakah kau sadar..senyum kecilmu berukuran begitu besar untukku?! Saat jam kuliah telah usai, apakah kau melihatku berdiri berjam jam di ujung koridor bersama satu pasang senapan otomatis dan pistol berkaliber magnum, serta berton ton TNT untuk mengamankanmu dari apa saja? Kesannya gila, tapi ini terasa sangat waras..untukku!
Lalu aku dengan segenap upaya, berjuang untuk mengucapkan kata "Hai..", 3 huruf yang tidak berarti apa apa untukmu. Karena engkau begitu sibuk dengan orang lain di sampingmu [yang tampangnya manis kayak homo, wangi, hapenya canggih dengan aplikasi yang susah dijelaskan dengan bahasa verbal, earphone yang tidak pernah lepas dari telinganya dan merasa sangat unik dengan potongan rambut yang sangat boyband. Dia membuatku semakin membenci westlife..]
Tidak diragukan lagi, kau menganggapku tidak ada atau tidak cukup boyband untuk berada disampingmu. Tapi jangan khawatir, saya tidak akan marah atau kesal bahkan untuk semua pesan singkatku yang tidak pernah kau balas. Semua sikap negatifmu tidak membuatku berhenti berpikir positif tentangmu [padahal teorinya, vektor positif dan negatif tidak akan pernah berpotongan..ada yang tolol disini]
Perasaan ini juga membuatku begitu optimis dan menjauh dari sisi sisi realita yang harusnya kupijak. Aku selalu berpikir, mungkin kau belum menemukan kata yang tepat untuk membalas semua pesan yang telah aku kirimkan. Padahal sebenarnya aku hanya ingin kau tahu, pesan singkat romantis [menggunakan bahasa Norwegia, Albania dan kadang kadang Rusia] tersebut kubuat sendiri setelah seharian berperang [kapasitas otak yang kumiliki membuatku hampir kalah] dengan kamus yang tebalnya 1000 kali lebih banyak dari semua catatan kuliahku sejak semester satu.
Atau kau tahu tapi pura pura tidak tahu? Karena semua sama sekali tidak berkesan dan make no sense to you? Atau karena kau adalah perempuan dengan kategori brain, beauty and behaviour yang setara dengan miss universe?
Mungkin aku harus mencoba meledakkan Twin tower petronas untuk menarik perhatianmu, atau memindahkan seluruh bagian pegunungan Himalaya hingga tepat berada di depan pagar rumahmu?! Jangan sayang, itu tidak masuk akal. Lagian pegunungan Himalaya berukuran sangat besar dan bisa menutup semua akses jalan menuju rumahmu. Bukankah itu akan sangat menyulitkan jika kau akan berangkat ke kampus atau sekedar window shopping dak jelas di pusat pusat perbelanjaan ternama di kota ini.
Ingatkah saat pertama dan terakhir kita berbicara melalui telepon?
Rasanya senang sekali akhirnya kau mau berbicara padaku, dan aku tidak perlu lagi berpura pura menjadi seorang laki laki malang yang salah sambung untuk sekedar mendengarkan suaramu yang seperti desah angin saat badai menghampiri pantai [saya juga bingung kenapa bisa menulis begitu]. Tapi mengapa saat aku memperkenalkan diri, kau mulai berbicara seperti orang yang keracunan gas amoniak, sangat tidak nyambung..dan dengan indah memutuskan sambungan telepon tanpa konfirmasi.
Kekejamanmu tidak sampai disitu, karena kau bahkan tidak memberiku kesempatan recover dari kejadian di telepon tadi ketika akhirnya saya menerima pesan singkat dari handphonemu [semua tertulis dalam bentuk huruf kapital] "JANGAN GANGGUKA! ADAMI PACARKU!!!"
Sayang, aku tidak punya urusan dengan pacarmu jadi kita tidak usah bahas apapun mengenai dia [Hahahahaha]. I am fine! I am a thousand percent fine! [Saya harus mendapatkan hadiah nobel untuk ketabahan seperti ini]
Lalu keesokan harinya ketika bertemu di kampus, kau bersikap seolah olah tidak terjadi apa apa dalam rutinitas hidupmu [Kau berdarah dingin!]
Sangat kontras dengan keadaanku yang seperti badut nyasar di luar angkasa bersama berjuta soal algoritma super susah..idiot!
Aku tahu kau pasti menganggapku bodoh atau sangat bodoh. Tapi bukankah telah kukatakan semua padamu dan tidak perlu ada hal lain setelah itu.
Dan kau menyebutnya possesive...masa bodoh!!!
Land of the sun 9
Nearest end part of my 2555 days of battle..."Taufiq, gerbangnya telah terlihat! Atau kau lebih suka terkunci dari dalam?!" [Gerbangnya sudah ada di sana sejak 3 tahun yang lalu, tapi indera visualku mulai bekerja dengan baik pada tahun ke tujuh..I am so lucky!]
1. Masuk kampus dari hari senin - jumat
Sebenarnya tidak ada yang terlalu menarik dengan ini [FYI, I've crossed this corridor since 7 years ago]. Tapi mengingat hari hariku untuk main main dan santai tinggal sedikit, apa boleh buat..tidak boleh ada yang terlewatkan. Karena bagaimana pun juga saya akan merindukan tiap jengkal lantai koridor ini suatu hari nanti [liat, kebanyakan nonton drama Korea akan membuatmu autis dan tidak bisa sembuh meski kau menghabiskan seumur hidupmu untuk menunggang kuda].
Jasmip tetap berada dalam daftar kunjungan tetapku, bukan karena tempatnya ramai atau wajah wajah baru, dengan pita dan tas merah bertuliskan Maba 2010 [dipenjara karena kasus traficking benar benar tidak happening]. Tapi lebih karena pemilik kantin tempatku selalu duduk tidak pernah bertanya dan mengurusi saya lagi bikin apa [umumnya penjaga kantin di Unhas bermental densus 88 : data dari sumber yang saya yakin sangat tidak ingin namanya masuk dalam tulisan ini]
2. Main bola
Sport's sucks! Tapi bagaimanapun juga disiplin ilmu ini sangat berhubungan dengan kaki..mau tidak mau saya harus membuatnya lebih kuat. Sebenarnya ide main ski lebih bagus dari main bola tapi saya tidak ingin memberi kalian kesempatan untuk membuat kesimpulan berikutnya selain yang berhubungan dengan masa kuliahku.
3. Kerja TA
Ini sebenarnya mudah tapi saya tipe yang sangat mudah terjebak pada hal yang sama berulang kali. Saya begitu lemah dan tidak berdayah [akhiran 'h' diharapkan dapat menambah efek drama pada kalimat]. Jadinya sangat membingungkan, mana yang harus didahulukan? Seminar hasil itu penting tapi naik pangkat juga memiliki klasifikasi yang sama [naik pangkat adalah istilah umum dalam 'Pointblank']. Dalam satu setengah bulan, cuma beberapa lembar peta yang berhasil saya selesaikan tapi saya bisa meraih pangkat Letnan grade 2 dengan kill rate 18.448 kali [ok..silahkan menyimpulkan].
Awal September lalu, saya bertekad untuk membuat taruhan "siapa yang bisa selesai lebih cepat dalam waktu 3 bulan, saya atau gedung iptek aneh di seberang Jurusan Geologi. Syukurlah, insting menyelamatkanku dari aib seumur hidup. Ini baru setengah bulan dan gedungnya sudah hampir jadi. Lagipula buat apa saya taruhan dengan gedung tolol [maksudku, coba liat para pekerja bangunan hyper aktif di sana!]. Saya kalah jumlah dan inisiatif! Dan itu akan terlihat seperti misi bunuh diri [so damn clever..less]
4. Liat tanggal
Kayak narapidana, sekarang saya sangat rajin liat tanggal. Hobi baru yang sangat memuakkan! Apalagi kalo gambar kalendernya laki laki pake jas sama dasi..[menyebut nama binatang]
5. Beli diktat kuliah
Terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali. lagipula saya tidak pernah punya diktat kuliah. Jadi pasti rasanya sangat menyenangkan bisa punya diktat kuliah sendiri [meski sebenarnya saya tidak pernah tau apa kegunaan benda ini]
1. Masuk kampus dari hari senin - jumat
Sebenarnya tidak ada yang terlalu menarik dengan ini [FYI, I've crossed this corridor since 7 years ago]. Tapi mengingat hari hariku untuk main main dan santai tinggal sedikit, apa boleh buat..tidak boleh ada yang terlewatkan. Karena bagaimana pun juga saya akan merindukan tiap jengkal lantai koridor ini suatu hari nanti [liat, kebanyakan nonton drama Korea akan membuatmu autis dan tidak bisa sembuh meski kau menghabiskan seumur hidupmu untuk menunggang kuda].
Jasmip tetap berada dalam daftar kunjungan tetapku, bukan karena tempatnya ramai atau wajah wajah baru, dengan pita dan tas merah bertuliskan Maba 2010 [dipenjara karena kasus traficking benar benar tidak happening]. Tapi lebih karena pemilik kantin tempatku selalu duduk tidak pernah bertanya dan mengurusi saya lagi bikin apa [umumnya penjaga kantin di Unhas bermental densus 88 : data dari sumber yang saya yakin sangat tidak ingin namanya masuk dalam tulisan ini]
2. Main bola
Sport's sucks! Tapi bagaimanapun juga disiplin ilmu ini sangat berhubungan dengan kaki..mau tidak mau saya harus membuatnya lebih kuat. Sebenarnya ide main ski lebih bagus dari main bola tapi saya tidak ingin memberi kalian kesempatan untuk membuat kesimpulan berikutnya selain yang berhubungan dengan masa kuliahku.
3. Kerja TA
Ini sebenarnya mudah tapi saya tipe yang sangat mudah terjebak pada hal yang sama berulang kali. Saya begitu lemah dan tidak berdayah [akhiran 'h' diharapkan dapat menambah efek drama pada kalimat]. Jadinya sangat membingungkan, mana yang harus didahulukan? Seminar hasil itu penting tapi naik pangkat juga memiliki klasifikasi yang sama [naik pangkat adalah istilah umum dalam 'Pointblank']. Dalam satu setengah bulan, cuma beberapa lembar peta yang berhasil saya selesaikan tapi saya bisa meraih pangkat Letnan grade 2 dengan kill rate 18.448 kali [ok..silahkan menyimpulkan].
Awal September lalu, saya bertekad untuk membuat taruhan "siapa yang bisa selesai lebih cepat dalam waktu 3 bulan, saya atau gedung iptek aneh di seberang Jurusan Geologi. Syukurlah, insting menyelamatkanku dari aib seumur hidup. Ini baru setengah bulan dan gedungnya sudah hampir jadi. Lagipula buat apa saya taruhan dengan gedung tolol [maksudku, coba liat para pekerja bangunan hyper aktif di sana!]. Saya kalah jumlah dan inisiatif! Dan itu akan terlihat seperti misi bunuh diri [so damn clever..less]
4. Liat tanggal
Kayak narapidana, sekarang saya sangat rajin liat tanggal. Hobi baru yang sangat memuakkan! Apalagi kalo gambar kalendernya laki laki pake jas sama dasi..[menyebut nama binatang]
5. Beli diktat kuliah
Terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali. lagipula saya tidak pernah punya diktat kuliah. Jadi pasti rasanya sangat menyenangkan bisa punya diktat kuliah sendiri [meski sebenarnya saya tidak pernah tau apa kegunaan benda ini]
Land of the sun 10
Gas panik VS Mesin waktu..
Semua hal yang berhubungan dengan TA-ku sepertinya berjalan dengan sangat baik kecuali..3 huruf ACC darinya yang membuat ritme hidupku berubah - terganggu dalam beberapa minggu terakhir. Andai saja kau tau, setiap hari hanya dirimu yang terlihat lalu lalang di dalam kepalaku tanpa henti. Mengusik, Meneror dan menakut nakuti dengan pertanyaan kapan kau akan mengizinkanku untuk bertemu lagi? Apa yang akan saya katakan ketika kita bertemu? [ini tidak penting, karena saya kebanyakan (sekitar 85%) diam = emas] dan kau akan mengatakan apa saja kali ini? [ini yang luar biasa penting..jk]
Saya seperti sedang jatuh cinta pada makhluk asing dari mars! [Aku mencintaimu tapi sebaiknya kita tidak bersama..kau terlalu aneh!]
Saya melakukan apa saja untukmu! Sampai yang paling tidak masuk akal! Sekarang petaku dipenuhi warna merah jambu dan berbagai warna banci lainnya! [rasisme pada warna tertentu yang sifatnya sangat pribadi dan tidak dapat dijelaskan secara ilmiah]. Kau tau, ini membuatku malas makan selama berhari hari. Dan saya rasa tidak perlu menjelaskan apa yang telah kau lakukan pada Daftar isi, Kata pengantar, BAB I dan..[saya tidak kuasa untuk melanjutkannya]. Rasanya seperti tersesat di tengah gurun pasir dengan secangkir minuman jahe yang masih sangat panas!
Tidak! Saya tidak mengeluh..saya tipe yang punya sikap dan penuh semangat. Tapi bagiku, kau seperti endapan pasir besi..maksudku pasir hisap! [melihatmu membuatku kehilangan jati diri dan tiba tiba berubah menjadi 23x lebih tolol dari yang seharusnya]. Darimu kemudian muncul beberapa nama orang orang asing [setidaknya beritahu saya, apa orang orang ini terlibat kegiatan terorisme berbahaya? Trus kenapa saya harus membaca tulisan mereka?]. Lalu kemudian datang interface, KBR dan istilah NAZA lainnya yang saya sangat yakin tidak ada hubungannya dengan apa yang sedang saya kerjakan [saya tidak tau, apa PBB mengizinkan mahasiswa menggunakan istilah istilah seperti ini?]. Atau apa maksud dari semua ini? Apa bumi benar benar berada dalam bahaya? Mana teman teman alienmu yang lain? Apa kalian hidup berkoloni? Bagaimana pendapatmu tentang infotainment di TV? Apa kau suka musik dangdut? Kapan kita ke Rusia? [sayang, carilah orang lain..saya tidak mencintaimu lagi! LOL]
Penampang 3D? Hmmm 3D? Dunia Dalam Derita?! Kenapa kita tidak biarkan saja peta ini tetap dalam format garis yang menghubungkan titik ketinggian yang sama? Bert tidak butuh 3D! Asmirandah tidak butuh 3D! Kita semua tidak butuh 3D! See? Meski..sebenarnya 3D tetap pilihan yang paling bagus kalo berbicara tentang game! Tapi di luar game..3D berbanding lurus dengan penderitaan dan penjajahan di atas dunia..! [Malas dan bodoh memiliki batas yang jelas dan sepertinya saya sangat berhasil dalam mengaburkan batas ini]
Baik..baik! Saya akan membereskan masalah 3D kita! Tapi beri saya waktu..300 juta tahun cahaya!
#Off demi asistensi
Semua hal yang berhubungan dengan TA-ku sepertinya berjalan dengan sangat baik kecuali..3 huruf ACC darinya yang membuat ritme hidupku berubah - terganggu dalam beberapa minggu terakhir. Andai saja kau tau, setiap hari hanya dirimu yang terlihat lalu lalang di dalam kepalaku tanpa henti. Mengusik, Meneror dan menakut nakuti dengan pertanyaan kapan kau akan mengizinkanku untuk bertemu lagi? Apa yang akan saya katakan ketika kita bertemu? [ini tidak penting, karena saya kebanyakan (sekitar 85%) diam = emas] dan kau akan mengatakan apa saja kali ini? [ini yang luar biasa penting..jk]
Saya seperti sedang jatuh cinta pada makhluk asing dari mars! [Aku mencintaimu tapi sebaiknya kita tidak bersama..kau terlalu aneh!]
Saya melakukan apa saja untukmu! Sampai yang paling tidak masuk akal! Sekarang petaku dipenuhi warna merah jambu dan berbagai warna banci lainnya! [rasisme pada warna tertentu yang sifatnya sangat pribadi dan tidak dapat dijelaskan secara ilmiah]. Kau tau, ini membuatku malas makan selama berhari hari. Dan saya rasa tidak perlu menjelaskan apa yang telah kau lakukan pada Daftar isi, Kata pengantar, BAB I dan..[saya tidak kuasa untuk melanjutkannya]. Rasanya seperti tersesat di tengah gurun pasir dengan secangkir minuman jahe yang masih sangat panas!
Tidak! Saya tidak mengeluh..saya tipe yang punya sikap dan penuh semangat. Tapi bagiku, kau seperti endapan pasir besi..maksudku pasir hisap! [melihatmu membuatku kehilangan jati diri dan tiba tiba berubah menjadi 23x lebih tolol dari yang seharusnya]. Darimu kemudian muncul beberapa nama orang orang asing [setidaknya beritahu saya, apa orang orang ini terlibat kegiatan terorisme berbahaya? Trus kenapa saya harus membaca tulisan mereka?]. Lalu kemudian datang interface, KBR dan istilah NAZA lainnya yang saya sangat yakin tidak ada hubungannya dengan apa yang sedang saya kerjakan [saya tidak tau, apa PBB mengizinkan mahasiswa menggunakan istilah istilah seperti ini?]. Atau apa maksud dari semua ini? Apa bumi benar benar berada dalam bahaya? Mana teman teman alienmu yang lain? Apa kalian hidup berkoloni? Bagaimana pendapatmu tentang infotainment di TV? Apa kau suka musik dangdut? Kapan kita ke Rusia? [sayang, carilah orang lain..saya tidak mencintaimu lagi! LOL]
Penampang 3D? Hmmm 3D? Dunia Dalam Derita?! Kenapa kita tidak biarkan saja peta ini tetap dalam format garis yang menghubungkan titik ketinggian yang sama? Bert tidak butuh 3D! Asmirandah tidak butuh 3D! Kita semua tidak butuh 3D! See? Meski..sebenarnya 3D tetap pilihan yang paling bagus kalo berbicara tentang game! Tapi di luar game..3D berbanding lurus dengan penderitaan dan penjajahan di atas dunia..! [Malas dan bodoh memiliki batas yang jelas dan sepertinya saya sangat berhasil dalam mengaburkan batas ini]
Baik..baik! Saya akan membereskan masalah 3D kita! Tapi beri saya waktu..300 juta tahun cahaya!
#Off demi asistensi
Land of the sun 7
Ini catatan dari semester 4, yang merupakan beberapa upaya adaptasi dan sosialisasi dalam lingkungan yang unik di sepanjang koridor yang berukuran kurang lebih 20 x 1,5 meter pada titik ketinggian 14 MDPL.
Catatan ini tidak valid dan kebanyakan merupakan cerita dari mulut ke mulut tanpa bukti otentik atau saksi yang bersedia berbicara di bawah sumpah untuk dimintai keterangan yang benar. Jadi akan benar benar sangat jauh dari manuskrip yang ditulis oleh Sherlock Holmes yang berhasil memaparkan berbagai tipe dan karakteristik cerutu beserta abunya, catatan ini sama sekali tidak akan membantu polisi dalam upaya pemaksaan penggunaan Helm berstandar SNI dan penyelesaian kasus pembunuhan berantai.
- Jurusan Teknik Geologi sangat terkenal dengan fieldtripnya, kebanyakan berlokasi pada daerah Daccipong, Kecamatan Barru Kabupaten Barru Propinsi Sulawesi Selatan. Yang menarik, sebelum berlangsung, semua orang sibuk saling mengintimidasi dengan berbagai cerita yang menggambarkan dengan vulgar kerasnya hidup selama di lapangan. Sementara panitia fieldtrip sibuk mengurusi persiapan ke lapangan, yang bukan panitia sibuk menemui psikiater dan pembimbing spiritual.
Lalu ketika bertemu di koridor pada hari pemberangkatan, pertanyaan "lengkapmi alatmu?!" terdengar disana sini. Jawabannya pun beragam, dari jawaban yang seharusnya hanya berupa 'YA' atau 'TIDAK' berkembang menjadi "Astaga! saya lupa penyangga leher sama alat pemompa jantungku!". Dan dengan wajah muram berusaha mencari teman dengan bertanya "Kau iya?!". Yang ditanya menjawab "Belum pi ada rompi anti peluruku!"
- Membawa Syal Orange. Ini bukan masalah kain berbentuk segitiga berwarna orange yang selalu dibawa kemana mana. Sedikit susah menjelaskannya, tapi kalo pernah nonton film '300' ["Leonidas pulang dari hutan, pake mantel dari kulit serigala dan dengan 299 orang berhasil mengalahkan Persia?!" Bukan, anak kecil juga tau itu sedikit berlebihan. "Leonidas memukuli putranya agar jadi kuat?" Juga bukan! "Leonidas naik kuda?" Tolong duleh! BUKAN!. "Atau Leonidas berusaha mengkonversi gerakan sekawanan merpati yang lagi makan dan beterbangan di taman, kedalam bahasa matematika? Masih '300' itukah?] mungkin semangatnya kurang lebih sama...begitulah!
- Saat mengikuti kelas MKDU [Mata Kuliah Dasar Umum], kebanyakan mahasiswa Geologi memilih berpakaian nyaman dan kasual [sandal jepit + kaos oblong..tunggu, terlambat hampir 1 jam termasuk pakaian? kalo iya, mereka juga kebanyakan pake itu]. Sebenarnya mau sekali bilang kebanyakan juga bawa layang layang, tapi akan sedikit susah relevansinya dengan indoor.
Semua akan terlihat sangat berbeda ketika mengikuti mata kuliah jurusan. Jarang ada yang mau terlambat [hukumannya ringan, cuma disuruh tutup pintu..tapi dari luar] dan semua terlihat seperti kawanan tukang hipnotis di pete pete dengan kaki baju diselipkan kedalam celana dan semua kancing baju terpasang [Aneh tapi rapi, rapi tapi nyata. kesimpulan: aneh dan nyata]
-"Aku suka senior, senior suka aku...". Menyanyikan lagu ini benar benar mudah dan sangat menginspirasi. Tapi coba aplikasinya di koridor?
Contoh : Beberapa orang mahasiswa lama sedang duduk di Geopark. Salah seorang mahasisiwi baru melintas di koridor [depan laboratorium mineral optik] tepat berhadapan dengan Geopark.
Chat 1 : "Bukan anak Geo itu?" [pura pura dak kenal]
Chat 2 : "Yang mana?" [Pura pura dak liat]
Chat 1 : "Itue yang lagi jalan, sapa namanya itu?" [Pura pura dak tau namanya]
Chat 2 : "Ededeh..belumpi ada saya kenal maba belah!"
Chat 3 : "Anu..kalo dak salah melati [nama samaran] itu namanya [Chat 3 menyebut nama yang bahkan orang Ghana pun akan menganggapnya nama yang sangat aneh, padahal dia sebenarnya tau data valid [nama rumah + nama panggilan + nama panjang + berapa laporannya yang batal] dan semua berita terbaru dari objek pembicaraan.
Chat 4 : "Bukan itu yang penyakit ayan?!"
[Chat 1, 2 dan 3 menoleh bersamaan sambil pasang muka kaget ke 4, trus bilang "masa?! kenapa bisa?" padahal mereka semua tau itu tidak benar]
Chat 4 : "Saya juga dikasih tau jie sama anak anak..." [Hello! Anak anak yang mana ini? Hahahahaha]
1, 2, 3 dan 4 sama sama sadar ada yang tidak beres dalam percakapan mereka...[Ada yang mau nyanyi wel wel wel pom pom?]
- [Lantai 2 Biologi]" CEWE! CEWE!" [Objek melirik kecil trus pasang muka 'who de hell you are?'. "Lompatko duleh dari situ buat saya...satu kali mo!" [Objek tidak bersuara, tapi dengan mimik serius dan sangat yakin segera mengambil ancang ancang untuk lompat!] Hahahahaha, sapa yang dak mau sama nak Geo? "Dak jie dek, main main ja!"
- Mylonite FC bertanding. "PRIITTTTT!" wasit meniup peluit tanda pertandingan dimulai. "PATAHHH!!! PATAHHHH!!! Teriakan suporter Geo. Pertandingan berlangsung keras [perbedaan keras sama kasar itu banyak sekali. Geo memilih bermain keras dan hasilnya pemain lawan berjatuhan diiringi teriakan suporter Geo "MANJA!! KALO DAK MAUKO JATUH MAIN CATUR KO!!!". Dan setelah beberapa puluh menit, pemain lawan mencetak gol! Suporter tim lawan merayakan dengan gaya minimalis, cukup dengan tersenyum dan saling mengedipkan mata. Mereka sadar, lebih dari itu akan dianggap upaya provokasi untuk melanjutkan pertandingan ke tahap yang lebih serius, berkelahi misalnya! Tidak terima tim kebanggaannya kalah, teriakan intimidasi ditingkatkan levelnya ke "BUNUH!! [Bolanya maksudnya ini mungkin] TEMPELENG PARU PARUNYA!!! [Berhubung bola dak punya paru paru, jadi saya rasa mungkin maksudnya paru paru pemain lawan]
Tim lawan tertekan secara mental. Sadar ini akan berdampak sistemik, mereka memilih bertahan, pasang helm rugby, pelindung rahang, lutut dan siku untuk melindungi bagian bagian vital tubuhnya, sementara para suporternya sibuk saling memakaikan pakaian selam dan tabung oksigen untuk berjaga jaga jika mereka harus menyelamatkan diri ke danau. Akhirnya Mylonite FC menang. Semua senang dan puas! [Semua disini mungkin dak termasuk tim lawan karena muka mereka sama sekali dak kelihatan senang]
Lalu GEO GEO GEO!!! Suporter adalah pemain sekaligus wasit dalam setiap pertandingan Mylonite FC.
*Ini sepak bola, tidak ada imbang atau seri! Kalo kalah RUSUH!!!
Catatan ini tidak valid dan kebanyakan merupakan cerita dari mulut ke mulut tanpa bukti otentik atau saksi yang bersedia berbicara di bawah sumpah untuk dimintai keterangan yang benar. Jadi akan benar benar sangat jauh dari manuskrip yang ditulis oleh Sherlock Holmes yang berhasil memaparkan berbagai tipe dan karakteristik cerutu beserta abunya, catatan ini sama sekali tidak akan membantu polisi dalam upaya pemaksaan penggunaan Helm berstandar SNI dan penyelesaian kasus pembunuhan berantai.
- Jurusan Teknik Geologi sangat terkenal dengan fieldtripnya, kebanyakan berlokasi pada daerah Daccipong, Kecamatan Barru Kabupaten Barru Propinsi Sulawesi Selatan. Yang menarik, sebelum berlangsung, semua orang sibuk saling mengintimidasi dengan berbagai cerita yang menggambarkan dengan vulgar kerasnya hidup selama di lapangan. Sementara panitia fieldtrip sibuk mengurusi persiapan ke lapangan, yang bukan panitia sibuk menemui psikiater dan pembimbing spiritual.
Lalu ketika bertemu di koridor pada hari pemberangkatan, pertanyaan "lengkapmi alatmu?!" terdengar disana sini. Jawabannya pun beragam, dari jawaban yang seharusnya hanya berupa 'YA' atau 'TIDAK' berkembang menjadi "Astaga! saya lupa penyangga leher sama alat pemompa jantungku!". Dan dengan wajah muram berusaha mencari teman dengan bertanya "Kau iya?!". Yang ditanya menjawab "Belum pi ada rompi anti peluruku!"
- Membawa Syal Orange. Ini bukan masalah kain berbentuk segitiga berwarna orange yang selalu dibawa kemana mana. Sedikit susah menjelaskannya, tapi kalo pernah nonton film '300' ["Leonidas pulang dari hutan, pake mantel dari kulit serigala dan dengan 299 orang berhasil mengalahkan Persia?!" Bukan, anak kecil juga tau itu sedikit berlebihan. "Leonidas memukuli putranya agar jadi kuat?" Juga bukan! "Leonidas naik kuda?" Tolong duleh! BUKAN!. "Atau Leonidas berusaha mengkonversi gerakan sekawanan merpati yang lagi makan dan beterbangan di taman, kedalam bahasa matematika? Masih '300' itukah?] mungkin semangatnya kurang lebih sama...begitulah!
- Saat mengikuti kelas MKDU [Mata Kuliah Dasar Umum], kebanyakan mahasiswa Geologi memilih berpakaian nyaman dan kasual [sandal jepit + kaos oblong..tunggu, terlambat hampir 1 jam termasuk pakaian? kalo iya, mereka juga kebanyakan pake itu]. Sebenarnya mau sekali bilang kebanyakan juga bawa layang layang, tapi akan sedikit susah relevansinya dengan indoor.
Semua akan terlihat sangat berbeda ketika mengikuti mata kuliah jurusan. Jarang ada yang mau terlambat [hukumannya ringan, cuma disuruh tutup pintu..tapi dari luar] dan semua terlihat seperti kawanan tukang hipnotis di pete pete dengan kaki baju diselipkan kedalam celana dan semua kancing baju terpasang [Aneh tapi rapi, rapi tapi nyata. kesimpulan: aneh dan nyata]
-"Aku suka senior, senior suka aku...". Menyanyikan lagu ini benar benar mudah dan sangat menginspirasi. Tapi coba aplikasinya di koridor?
Contoh : Beberapa orang mahasiswa lama sedang duduk di Geopark. Salah seorang mahasisiwi baru melintas di koridor [depan laboratorium mineral optik] tepat berhadapan dengan Geopark.
Chat 1 : "Bukan anak Geo itu?" [pura pura dak kenal]
Chat 2 : "Yang mana?" [Pura pura dak liat]
Chat 1 : "Itue yang lagi jalan, sapa namanya itu?" [Pura pura dak tau namanya]
Chat 2 : "Ededeh..belumpi ada saya kenal maba belah!"
Chat 3 : "Anu..kalo dak salah melati [nama samaran] itu namanya [Chat 3 menyebut nama yang bahkan orang Ghana pun akan menganggapnya nama yang sangat aneh, padahal dia sebenarnya tau data valid [nama rumah + nama panggilan + nama panjang + berapa laporannya yang batal] dan semua berita terbaru dari objek pembicaraan.
Chat 4 : "Bukan itu yang penyakit ayan?!"
[Chat 1, 2 dan 3 menoleh bersamaan sambil pasang muka kaget ke 4, trus bilang "masa?! kenapa bisa?" padahal mereka semua tau itu tidak benar]
Chat 4 : "Saya juga dikasih tau jie sama anak anak..." [Hello! Anak anak yang mana ini? Hahahahaha]
1, 2, 3 dan 4 sama sama sadar ada yang tidak beres dalam percakapan mereka...[Ada yang mau nyanyi wel wel wel pom pom?]
- [Lantai 2 Biologi]" CEWE! CEWE!" [Objek melirik kecil trus pasang muka 'who de hell you are?'. "Lompatko duleh dari situ buat saya...satu kali mo!" [Objek tidak bersuara, tapi dengan mimik serius dan sangat yakin segera mengambil ancang ancang untuk lompat!] Hahahahaha, sapa yang dak mau sama nak Geo? "Dak jie dek, main main ja!"
- Mylonite FC bertanding. "PRIITTTTT!" wasit meniup peluit tanda pertandingan dimulai. "PATAHHH!!! PATAHHHH!!! Teriakan suporter Geo. Pertandingan berlangsung keras [perbedaan keras sama kasar itu banyak sekali. Geo memilih bermain keras dan hasilnya pemain lawan berjatuhan diiringi teriakan suporter Geo "MANJA!! KALO DAK MAUKO JATUH MAIN CATUR KO!!!". Dan setelah beberapa puluh menit, pemain lawan mencetak gol! Suporter tim lawan merayakan dengan gaya minimalis, cukup dengan tersenyum dan saling mengedipkan mata. Mereka sadar, lebih dari itu akan dianggap upaya provokasi untuk melanjutkan pertandingan ke tahap yang lebih serius, berkelahi misalnya! Tidak terima tim kebanggaannya kalah, teriakan intimidasi ditingkatkan levelnya ke "BUNUH!! [Bolanya maksudnya ini mungkin] TEMPELENG PARU PARUNYA!!! [Berhubung bola dak punya paru paru, jadi saya rasa mungkin maksudnya paru paru pemain lawan]
Tim lawan tertekan secara mental. Sadar ini akan berdampak sistemik, mereka memilih bertahan, pasang helm rugby, pelindung rahang, lutut dan siku untuk melindungi bagian bagian vital tubuhnya, sementara para suporternya sibuk saling memakaikan pakaian selam dan tabung oksigen untuk berjaga jaga jika mereka harus menyelamatkan diri ke danau. Akhirnya Mylonite FC menang. Semua senang dan puas! [Semua disini mungkin dak termasuk tim lawan karena muka mereka sama sekali dak kelihatan senang]
Lalu GEO GEO GEO!!! Suporter adalah pemain sekaligus wasit dalam setiap pertandingan Mylonite FC.
*Ini sepak bola, tidak ada imbang atau seri! Kalo kalah RUSUH!!!
Land of the sun 8
Kuliah pagi ini membawaku melintasi tempat tempat yang jauh, mulai dari Yellow stone, Arktik sampai terusan Suez [Hahahaha tentu saja itu bohong, karena sekarang saya sedang terjebak dalam ruangan berukuran kurang lebih 10 x 10 meter bersama beberapa puluh orang lainnya ditemani seorang Mentalis Super yang akan membuatmu tertidur hanya dengan mengucapkan kata "Pembinaan..."]
Hujan turun dengan derasnya....
Dulu sebelum koridor direnovasi, antrian mahasiswi [biasanya tertulis "mahasiswa/i" tapi akhiran "a" akan membuat kalimat ini menjijikkan] selalu menjadi tontonan yang sangat menarik. Mereka berkerumun dan sibuk berdebat bagaimana cara agar tidak basah saat melintasi koridor tanpa atap dan digenangi air bercampur lumpur yang merupakan material hasil pelapukan lalu tertransportasi dalam bentuk koloid pada tubuh fluida [Palsu! Hahahahaha] setinggi mata kaki. Ide mereka beraneka ragam. Beberapa diantaranya tidak pantas disebut ide, menurutku. Mulai dari menyusun batu bata di tengah genangan air sebagai pijakan [Ide ini sepertinya yang paling berhasil sampai salah satu dari mereka tergelincir dan lebih basah dari yang seharusnya ketika mereka mau berjalan kaki dengan sepatu basah] sampai menelepon pemadam kebakaran [Saya simpulkan begitu karena yang sedang menelepon berteriak teriak menyebut kata 'air'. Bukankah semua mobil pemadam kebakaran berisi air?]. Masuk ke bagian paling menarik, salah satu dari mereka [dia beruntung wajahnya cantik] begitu sibuk membungkus wajahnya dengan kantong plastik. Kesimpulanku : Tindakan ini bukan karena alasan takut jatuh atau basah, tapi khawatir make up-nya luntur kena air hujan. Menjadi cantik begitu merepotkan! Dan sekarang dia berteriak teriak cari payung [ini setelah oknum sadar, kantong plastik membuatnya terlihat aneh]. Tidak berhenti sampai disitu, usaha mendapatkan payung gagal diapun mulai menelepon kiri kanan [Kemungkinan terbesar dokter kulitnya! Saya simpulkan begitu karena wajahnya yang sangat putih tidak sesuai dengan iklim tropis yang artinya sinar matahari hampir setahun penuh. Jadi kalau bukan operasi plastik, pasti ini hasil pemakaian kosmetik China berbahaya dengan dosis tidak dianjurkan sesuai dengan yang tertera pada label produk].
[Terdengar ketukan di pintu...Sebuah kepala muncul diantaranya]
"Assalamualaikum..." [Isi ruangan menjawab salam]
"Saya tahu kau akan bilang terlambat karena hujan, tapi hujan sudah terjadi sejak berjuta tahun yang lalu dan semuanya diluar ruang kuliah! Mengerti maksud saya?"
"--------" [Negatif]
[Tahu arti titel Master?? Kalo dak salah : I'm 100% in charge of your life so I can put your ass outside the door and make a long tiny red line on your name in attendance list]
Ini sesi ke-dua dalam selang beberapa menit, saya menyaksikan orang orang dikeluarkan dari ruangan kuliah. Pada sesi sebelumnya jumlahnya lebih banyak dan berhasil mengurangi peserta kuliah sampai setengahnya. Alasannya bukan terlambat atau kehujanan karena mereka sama sekali tidak basah atau tidak tepat waktu.
Lalu ketika kuliah dilanjutkan...
"Ada yang tahu apa itu "Alga merah?"
Yang ada dalam kepalaku adalah mobil pemadam kebakaran beroda delapan dengan selang besar pada sisinya lengkap dengan tulisan 'Fire fighter'. Entah dengan peserta kuliah lain yang tersisa dalam ruangan...Tapi setahuku salah satu dari mereka memikirkan balon gas berwarna merah dengan tulisan berwarna putih besar "Get me out of here!" [Program not responding]
Proses perkuliahan seharusnya menyenangkan seperti saat saat hujan turun. Tapi ketika kau berada di luar ruangan dan namamu tercoret pada daftar hadir...rasanya seperti keracunan kosmetik China berbahaya!
Hujan turun dengan derasnya....
Dulu sebelum koridor direnovasi, antrian mahasiswi [biasanya tertulis "mahasiswa/i" tapi akhiran "a" akan membuat kalimat ini menjijikkan] selalu menjadi tontonan yang sangat menarik. Mereka berkerumun dan sibuk berdebat bagaimana cara agar tidak basah saat melintasi koridor tanpa atap dan digenangi air bercampur lumpur yang merupakan material hasil pelapukan lalu tertransportasi dalam bentuk koloid pada tubuh fluida [Palsu! Hahahahaha] setinggi mata kaki. Ide mereka beraneka ragam. Beberapa diantaranya tidak pantas disebut ide, menurutku. Mulai dari menyusun batu bata di tengah genangan air sebagai pijakan [Ide ini sepertinya yang paling berhasil sampai salah satu dari mereka tergelincir dan lebih basah dari yang seharusnya ketika mereka mau berjalan kaki dengan sepatu basah] sampai menelepon pemadam kebakaran [Saya simpulkan begitu karena yang sedang menelepon berteriak teriak menyebut kata 'air'. Bukankah semua mobil pemadam kebakaran berisi air?]. Masuk ke bagian paling menarik, salah satu dari mereka [dia beruntung wajahnya cantik] begitu sibuk membungkus wajahnya dengan kantong plastik. Kesimpulanku : Tindakan ini bukan karena alasan takut jatuh atau basah, tapi khawatir make up-nya luntur kena air hujan. Menjadi cantik begitu merepotkan! Dan sekarang dia berteriak teriak cari payung [ini setelah oknum sadar, kantong plastik membuatnya terlihat aneh]. Tidak berhenti sampai disitu, usaha mendapatkan payung gagal diapun mulai menelepon kiri kanan [Kemungkinan terbesar dokter kulitnya! Saya simpulkan begitu karena wajahnya yang sangat putih tidak sesuai dengan iklim tropis yang artinya sinar matahari hampir setahun penuh. Jadi kalau bukan operasi plastik, pasti ini hasil pemakaian kosmetik China berbahaya dengan dosis tidak dianjurkan sesuai dengan yang tertera pada label produk].
[Terdengar ketukan di pintu...Sebuah kepala muncul diantaranya]
"Assalamualaikum..." [Isi ruangan menjawab salam]
"Saya tahu kau akan bilang terlambat karena hujan, tapi hujan sudah terjadi sejak berjuta tahun yang lalu dan semuanya diluar ruang kuliah! Mengerti maksud saya?"
"--------" [Negatif]
[Tahu arti titel Master?? Kalo dak salah : I'm 100% in charge of your life so I can put your ass outside the door and make a long tiny red line on your name in attendance list]
Ini sesi ke-dua dalam selang beberapa menit, saya menyaksikan orang orang dikeluarkan dari ruangan kuliah. Pada sesi sebelumnya jumlahnya lebih banyak dan berhasil mengurangi peserta kuliah sampai setengahnya. Alasannya bukan terlambat atau kehujanan karena mereka sama sekali tidak basah atau tidak tepat waktu.
Lalu ketika kuliah dilanjutkan...
"Ada yang tahu apa itu "Alga merah?"
Yang ada dalam kepalaku adalah mobil pemadam kebakaran beroda delapan dengan selang besar pada sisinya lengkap dengan tulisan 'Fire fighter'. Entah dengan peserta kuliah lain yang tersisa dalam ruangan...Tapi setahuku salah satu dari mereka memikirkan balon gas berwarna merah dengan tulisan berwarna putih besar "Get me out of here!" [Program not responding]
Proses perkuliahan seharusnya menyenangkan seperti saat saat hujan turun. Tapi ketika kau berada di luar ruangan dan namamu tercoret pada daftar hadir...rasanya seperti keracunan kosmetik China berbahaya!
Land of the sun 6
...Dalam ngarai ini aku terbaring, jauh dalam kegelapan yang terbenam, menghapus dunia nyata dengan kabut pikiran tanpa batas, tugas remedial petrografi menghantui...
Di sebuah bukit kecil dan hijau, 4 Teletubies berlari riang, tertawa lalu berpelukan. Tidak lama kemudian, salah seorang dari mereka [Tinky winky : kalo dak salah, nulisnya kayak begini] memungut senapan otomatis dari tanah dan mulai menembaki 3 Teletubbies yang lain [Lala, Dipsy dan Poh]. Tidak akan ada yang pernah tau mengapa makhluk lucu dan riang ini bisa menjadi begitu liar! Mungkin kebanyakan nonton program TV Indonesia seperti kebanyakan remaja autis yang berkeliaran pake underwear [celana dengan ukuran yang sangat pendek tapi bukan celana pendek...bingung] di jalan. Ayolah, mereka [kalian menyebutnya artis] memakai itu karena dibayar, nah kalian...?
Sadar berada diambang kematian, Lala dengan luka tembak dikaki dan lengan kirinya merogoh kantong lalu mengeluarkan pistol berkaliber 36 kemudian mulai membalas tembakan Tinky winky. Darah berceceran dimana mana, potongan tubuh Dipsy dan Poh berserakan. Perut Dipsy menganga hingga ususnya terburai di atas kaki Poh yang lepas dari badan yang kepalanya hancur tidak berbentuk.
Tinky winky berlindung di balik pohon dan berusaha menghentikan pendarahan dari pelipisnya. Lala tiarap di rerumputan sementara darah mengalir dari mata kanannya. Sadar akan segera kehabisan darah, Lala berusaha agar semua selesai dengan cepat. Sisa tenaganya digunakan untuk berteriak memanggil Tinky winky dan menantangnya duel dengan pisau berburu.
"HAHAHAHAHA! dengan sebelah tanganku, aku akan memotongmu menjadi bagian bagian kecil agar muat dalam toples acar!!" Balas Tinky winky
"Tinky yang malang! Kita tidak butuh toples karena saya akan segera memakanmu hidup hidup" sahut Lala
[Berpikir keras...sepertinya pisau tidak terlalu mengerikan, luka sayat yang ditimbulkan benda ini tidak akan membuat organ terpotong. Ok!!! kita ganti pisau dengan gergaji mesin!]
Masing masing sekarang memegang gergaji mesin yang meraung raung...
"Taufiq! Apa dak lebih baik kalo kita membicarakan tugas remedial petrografimu saja?! Teletubbies bukan mahasiswa semester akhir yang akan DO kalo dak selesai tahun ini!!!"
-Chamber Of Petrografi-
Tulisan ini akan mengupas tuntas secara lugas, gamblang dan akurat "mengapa Dian Sastro tidak pernah muncul di TV?" [saya harus mengurangi nonton infotainment..serius]
Sebenarnya tidak suka nonton TV, tabung kaca ini hanya akan jadi pilihan jika pilihan yang lainya adalah DO. Dari SD, TV dikenal sebagai salah satu media pendidikan di negeri ini. Dan berhubung saya punya tugas remedial petrografi, 3 hari ini benar benar sibuk duduk manis di depan TV dan berharap harap cemas semoga "Atlas of minerals, Petrograph for carbonates" tiba tiba ditayangkan lengkap dengan gambar, keterangan dan kalo bisa beserta print out di atas kertas berukuran A4 [yang terakhir dak masuk akal, saya tau jie!]
Dan benar sekali! Selama 3 hari, semua [saya ulangi..semua] stasiun TV nasional dan swasta di negara ini sama sekali tidak memperlihatkan fungsinya sebagai media pendidikan [tau begini, seharusnya saya dak masuk SD..benar benar merasa ditipu!]. Kontes nyanyi [dewasa s/d anak anak], ajang cari jodoh [Take me home, Sir!] dan siapa orang orang tolol berkostum aneh yang kelihatan begitu sibuk lari di atas papan berputar itu? Kalian bisa mendubbing suaranya, tapi tampangnya?! mereka bertampang penjajah! Kita telah memberikan mereka kekayaan alam yang berlimpah ruah dan liat kita dapat apa? Rombongan turis jepang lari kesana kemari pegang pistol air!
Sempat terpikir untuk masuk perpustakaan wilayah [atas pertimbangan jumlah buku di sana yang luar biasa banyak]. Tapi ketika masuk ke pertanyaan uji kemungkinan yang pertama "di mana itu???". Opsi ini langsung saya hilangkan. Sebenarnya menggunakan internet akan membuat semua jadi mudah, tinggal mengetik kata kunci pada mesin pencari lalu beberapa artikel yang berhubungan akan muncul. Tapi setiap saya online, entah kenapa pada layar yang tampak adalah revolver berputar dengan tulisan 'Mafia Wars'. Selalu berusaha keras untuk menutup halaman ini, tapi yang terjadi kemudian adalah halaman ini membentuk jendela jendela baru untuk menyelesaikan 'Job' pada kota yang berbeda 'Moscow, Bangkok, New york dan Cuba'
Saya hampir memeriksakan diri ke dokter jiwa sampai akhirnya saya tau, bukan cuma saya yang mengalami kejadian aneh dan berulang seperti ini. Beberapa orang teman juga mengalami kesulitan yang sama untuk menutup halaman bergambar 'Takako Kitahara' dan beberapa nama perempuan Asia lainnya.
Hhhhhhh...Coba ini tugas bisa selesai dengan sendirinya, tinggal tidur dan pas bangun semua beres!
"Taufiq, apa lagi kepanjangannya DO? saya lupa..."
Ok, mari selesaikan ini___saya sangat menyukai petrografi, tugas tugasnya membuat hidupku lebih indah, kesehatanku membaik dan membantu tekanan darahku tetap normal...
[Negosiasi intensif berlangsung]
Dan tugas pun beres [bagaimana caranya kerja? saya titip dek!] dan siap dikumpul. Saya hanya mengerjakan bagian sampul karena kekhawatiran berlebihan namaku akan dieja dengan cara yang salah. Ini sangat sering terjadi [jangan langsung menyimpulkan saya hobi titip tugas, itu prematur!], namaku ditulis dengan Ahmad Taufik, Achmad Taufich, Acmad Volknosvich, Ahmed El Taufiq...
Ketika dosen mata kuliah tiba di ruangan...
"Taufiq, mana tugasmu?"
"Ini, Bu.."
[Diam sejenak, Ibu dosen membaca dengan teliti..]
"Taufiq, Apa tipe gelapannya Kalsit???"
"______" [ini tidak masuk dalam rencana]
"Taufiq,...Ok, kalo begitu sekarang cari tipe tipe gelapan mineral karbonat. Kumpul besok!"
*Menitip tugas memberikan efek sangat negatif pada mahasiswa baik baik dan penuh semangat sepertiku!
Di sebuah bukit kecil dan hijau, 4 Teletubies berlari riang, tertawa lalu berpelukan. Tidak lama kemudian, salah seorang dari mereka [Tinky winky : kalo dak salah, nulisnya kayak begini] memungut senapan otomatis dari tanah dan mulai menembaki 3 Teletubbies yang lain [Lala, Dipsy dan Poh]. Tidak akan ada yang pernah tau mengapa makhluk lucu dan riang ini bisa menjadi begitu liar! Mungkin kebanyakan nonton program TV Indonesia seperti kebanyakan remaja autis yang berkeliaran pake underwear [celana dengan ukuran yang sangat pendek tapi bukan celana pendek...bingung] di jalan. Ayolah, mereka [kalian menyebutnya artis] memakai itu karena dibayar, nah kalian...?
Sadar berada diambang kematian, Lala dengan luka tembak dikaki dan lengan kirinya merogoh kantong lalu mengeluarkan pistol berkaliber 36 kemudian mulai membalas tembakan Tinky winky. Darah berceceran dimana mana, potongan tubuh Dipsy dan Poh berserakan. Perut Dipsy menganga hingga ususnya terburai di atas kaki Poh yang lepas dari badan yang kepalanya hancur tidak berbentuk.
Tinky winky berlindung di balik pohon dan berusaha menghentikan pendarahan dari pelipisnya. Lala tiarap di rerumputan sementara darah mengalir dari mata kanannya. Sadar akan segera kehabisan darah, Lala berusaha agar semua selesai dengan cepat. Sisa tenaganya digunakan untuk berteriak memanggil Tinky winky dan menantangnya duel dengan pisau berburu.
"HAHAHAHAHA! dengan sebelah tanganku, aku akan memotongmu menjadi bagian bagian kecil agar muat dalam toples acar!!" Balas Tinky winky
"Tinky yang malang! Kita tidak butuh toples karena saya akan segera memakanmu hidup hidup" sahut Lala
[Berpikir keras...sepertinya pisau tidak terlalu mengerikan, luka sayat yang ditimbulkan benda ini tidak akan membuat organ terpotong. Ok!!! kita ganti pisau dengan gergaji mesin!]
Masing masing sekarang memegang gergaji mesin yang meraung raung...
"Taufiq! Apa dak lebih baik kalo kita membicarakan tugas remedial petrografimu saja?! Teletubbies bukan mahasiswa semester akhir yang akan DO kalo dak selesai tahun ini!!!"
-Chamber Of Petrografi-
Tulisan ini akan mengupas tuntas secara lugas, gamblang dan akurat "mengapa Dian Sastro tidak pernah muncul di TV?" [saya harus mengurangi nonton infotainment..serius]
Sebenarnya tidak suka nonton TV, tabung kaca ini hanya akan jadi pilihan jika pilihan yang lainya adalah DO. Dari SD, TV dikenal sebagai salah satu media pendidikan di negeri ini. Dan berhubung saya punya tugas remedial petrografi, 3 hari ini benar benar sibuk duduk manis di depan TV dan berharap harap cemas semoga "Atlas of minerals, Petrograph for carbonates" tiba tiba ditayangkan lengkap dengan gambar, keterangan dan kalo bisa beserta print out di atas kertas berukuran A4 [yang terakhir dak masuk akal, saya tau jie!]
Dan benar sekali! Selama 3 hari, semua [saya ulangi..semua] stasiun TV nasional dan swasta di negara ini sama sekali tidak memperlihatkan fungsinya sebagai media pendidikan [tau begini, seharusnya saya dak masuk SD..benar benar merasa ditipu!]. Kontes nyanyi [dewasa s/d anak anak], ajang cari jodoh [Take me home, Sir!] dan siapa orang orang tolol berkostum aneh yang kelihatan begitu sibuk lari di atas papan berputar itu? Kalian bisa mendubbing suaranya, tapi tampangnya?! mereka bertampang penjajah! Kita telah memberikan mereka kekayaan alam yang berlimpah ruah dan liat kita dapat apa? Rombongan turis jepang lari kesana kemari pegang pistol air!
Sempat terpikir untuk masuk perpustakaan wilayah [atas pertimbangan jumlah buku di sana yang luar biasa banyak]. Tapi ketika masuk ke pertanyaan uji kemungkinan yang pertama "di mana itu???". Opsi ini langsung saya hilangkan. Sebenarnya menggunakan internet akan membuat semua jadi mudah, tinggal mengetik kata kunci pada mesin pencari lalu beberapa artikel yang berhubungan akan muncul. Tapi setiap saya online, entah kenapa pada layar yang tampak adalah revolver berputar dengan tulisan 'Mafia Wars'. Selalu berusaha keras untuk menutup halaman ini, tapi yang terjadi kemudian adalah halaman ini membentuk jendela jendela baru untuk menyelesaikan 'Job' pada kota yang berbeda 'Moscow, Bangkok, New york dan Cuba'
Saya hampir memeriksakan diri ke dokter jiwa sampai akhirnya saya tau, bukan cuma saya yang mengalami kejadian aneh dan berulang seperti ini. Beberapa orang teman juga mengalami kesulitan yang sama untuk menutup halaman bergambar 'Takako Kitahara' dan beberapa nama perempuan Asia lainnya.
Hhhhhhh...Coba ini tugas bisa selesai dengan sendirinya, tinggal tidur dan pas bangun semua beres!
"Taufiq, apa lagi kepanjangannya DO? saya lupa..."
Ok, mari selesaikan ini___saya sangat menyukai petrografi, tugas tugasnya membuat hidupku lebih indah, kesehatanku membaik dan membantu tekanan darahku tetap normal...
[Negosiasi intensif berlangsung]
Dan tugas pun beres [bagaimana caranya kerja? saya titip dek!] dan siap dikumpul. Saya hanya mengerjakan bagian sampul karena kekhawatiran berlebihan namaku akan dieja dengan cara yang salah. Ini sangat sering terjadi [jangan langsung menyimpulkan saya hobi titip tugas, itu prematur!], namaku ditulis dengan Ahmad Taufik, Achmad Taufich, Acmad Volknosvich, Ahmed El Taufiq...
Ketika dosen mata kuliah tiba di ruangan...
"Taufiq, mana tugasmu?"
"Ini, Bu.."
[Diam sejenak, Ibu dosen membaca dengan teliti..]
"Taufiq, Apa tipe gelapannya Kalsit???"
"______" [ini tidak masuk dalam rencana]
"Taufiq,...Ok, kalo begitu sekarang cari tipe tipe gelapan mineral karbonat. Kumpul besok!"
*Menitip tugas memberikan efek sangat negatif pada mahasiswa baik baik dan penuh semangat sepertiku!
Land of the sun 5
Hujan turun dengan lebatnya subuh ini. Tidur akan jadi satu satunya pilihan paling masuk akal andai saja hari ini bukanlah batas akhir pendaftaran mata kuliah untuk program remedial. Sekedar informasi, saya berteman sangat akrab dengan nilai E. Tiap akhir semester ketika nilai dipajang, E main borongi sambil mencaci maki...
AKHMAD TAUFIQ D61103023 E
Sebagai prosedur standar pembelaan diri, saya akan mulai dengan pernyataan "Persetan, bukankah Bill Gates juga DO dari universitas!"
Dan saya jauh lebih baik dari pada Bill Gates, karena saya tidak punya rencana drop out. Saya akan sarjana...soon or late [kemungkinan besar late]
Dan karena sarjana inilah, sekarang saya harus membuat perhitungan dengan mata kuliah Petrografi.
Selesai mandi, hujan belum juga reda...BECAKKKK!!!
[Ujung]
Tempat mangkal pete pete bernomor 07. Pada pagi hari, tempat ini diselubungi asap tebal dari tungku bakar manusia manusia beremosi labil yang membuat saudaranya sendiri jadi sop [Warung sop saudara, bercanda...]
"Kampus...kampus!!!"
"Kampus, kurang satu lagi berangkat..mau mi jalan!" teriak calo pete pete berusaha memprovokasi penumpang. Pete pete merespon teriakan tadi dengan gerakan maju sedikit, lalu mundur, lalu maju, mundur, maju dan setelah korban naik...pete pete diam tidak bergerak [benar benar]
Setelah menunggu 5 menit di tempat yang agak jauh, akhirnya naik kendaraan bernomor polisi DD 1113 XX keluaran tahun 1993, merk mitsubishi type TS 100 bertenaga 50 ekor kuda. Tapi ada yang aneh...tidak ada penumpang lain. Pagi hari biasanya sangat sesak. Kejadian buruk selalu berawal dari pikiran buruk bukan? Jadi mari lupakan soal penumpang. Saya lalu menyalakan AC, merebahkan kursi penumpang, mengambil bantal dari bawah kursi, menarik selimut lalu memesan hot chocolate pada pramugari yang...Kayaknya saya salah naik, ini bukan pete pete!!!
Perjalanan ini akan memakan waktu paling tidak 30 menit. Tapi segera akan jadi 30 menit paling lama dalam hidupku selain menunggu dr. ##### selesai menjahit kakiku yang robek terkena serpihan ranjau [Saya tau, setelah membaca ini kalian akan berkata "Wajar dapat E!"]
Naik pete pete dengan senandung hujan selalu menyenangkan, apalagi jika diiringi Always - Weezer...
Semua berjalan indah, sampai beberapa saat kemudian saya akhirnya sadar kalo semua kendaraan lain terlihat sangat lambat, kecuali truk kuning yang berada tepat di samping jendela dan bannya sibuk menyirami kaca dengan air hujan dari aspal. Lepas dari short attention span, akhirnya saya mengerti...Saya Akhmad Taufiq [status mahasiswa tingkat akhir] sedang berada dalam pete pete, berdua dengan sopir yang sepertinya menderita penyakit obsessive kompleks pada game NFS 'Most Wanted'. Instingku berteriak teriak "Taufiq, you're in a serious danger!" dan beberapa saat kemudian, mode siaga penuh level 1 aktif, mata menatap lurus ke depan, kedua tangan terjulur ke bawah sambil mencengkeram kuat besi penyangga bangku, kaki dalam posisi terkunci dan mulut sangat sibuk baca doa "Ya ALLAH, selamatkanlah hambamu..."
Menegur sopirnya? Saya pun memikirkan hal yang sama. Tapi percobaan pertama dengan jawaban "DIAM KAU! Ini urusanku dengan sopir truk sialan itu...saya atau dia yang mati!" [Saya dak masuk hitungan..Butuh kaca pembesar supaya saya kelihatan, pak sopir?] membuatku tidak perlu repot untuk mencoba kedua kalinya
Bersikap kasar [memukul, menendang dan membenturkan kepalanya ke kaca] juga tidak mungkin. Andai saya tidak perlu melihat semua tattoo di lengan kirinya
Melompat keluar? Pintar sekali...tapi saya butuh diberi sedikit contoh!!!
[Belokan 180 derajat depan counter yamaha AP Pettarani]
Setelah melewati truk, ini yang paling saya khawatirkan...di belokan ini, dia pasti akan melakukan drift!! Dan seperti membaca pikiranku dia berkata "kalo rem tangannya berfungsi, saya pasti melakukannya!"
Tiba tiba terdengar suara peluit yang sangat nyaring..untunglah! sepertinya itu polisi lalu lintas, kau tamat Alonso!!! Tapi dengan gagah berani, sang sopir menginjak pedal gas sampai tidak tersisa sedikit pun. Pete pete melaju kesetanan di tengah padat jalan raya. Tidak terima diperlakukan remeh seperti itu, polisi lalu lintas tadi bergegas mengambil motornya, membunyikan sirene dan mulai mengejar dengan kecepatan penuh..Welcome marco melandri!
Dan saya, yang siang ini benar benar tidak berharga sama sekali, dengan panik mengeluarkan Al-Quran dari dalam tas dan mulai mengaji....
Ini persis dalam Need For Speed 'Most wanted edition', Tinggal tunggu saya bilang "Hi, I'm Rachel...run away and crush the police for a higher experience points. Visit your garage to upgrade your car and stay aware with the traffic! Have a good drive!"
[Lampu merah Borong]
Polisi tadi akhirnya berhasil memalang pete pete [jumlah busi dan tenaga pendorong turbo membuat banyak perbedaan].
"Turun! Atau kau akan sangat sibuk membersihkan otakmu dari kaca!"
"I...iya pak!"
"Kartu SIM?!"
"Ini pak, saya pake Pro X#"
"Saya pake IM#" sahut polisi tidak bersahabat
""IM# bagus pak, tapi mahal kalo dipake menelpon..."
"SURAT IZIN MENGEMUDI sama STNKmu!!!"
"Dak ada, Om..." [perubahan kata sapaaan yang sangat jelas untuk kesan yang lebih akrab]
Tanpa mau tau lebih jauh dan membuang buang waktu, saya berhasil menghentikan pete pete lain dengan jalur yang sama. Topi dan kemeja membuat sopir yang ini terlihat lebih sopan dan paham rambu rambu lalu lintas. Tapi kemudian dia menoleh sedikit dan bilang "Suka Gran Turismo?!"
Beberapa menit yang lalu iya...[semua ini akan membuatku mati apoplexi]
[Kampus Unhas Tamalanrea]
Pukul 08:15 WITA, tiba dengan selamat di kampus. Bergegas ke kantor jurusan yang ternyata belum terbuka membuat usahaku pagi ini agak terkesan berlebihan.
Pukul 08:45 WITA mendaftarkan Petrografi sebagai daftar Hitlist berikutnya...
Jika semua tujuan tidak butuh proses bukankah hidup akan sangat membosankan? Menyemangati diri sendiri trus tidur sepanjang hari juga sepertinya tidak banyak membantu [butuh hampir 7 tahun untuk mengerti ini]. Ada saat dimana akhirnya kau harus benar benar harus turun ke jalan dan mulai membakar sesuatu [apa saja yang penting asapnya tebal]. Karena DO adalah sebuah pengkhianatan, Hidup Mahasiswa!!!
AKHMAD TAUFIQ D61103023 E
Sebagai prosedur standar pembelaan diri, saya akan mulai dengan pernyataan "Persetan, bukankah Bill Gates juga DO dari universitas!"
Dan saya jauh lebih baik dari pada Bill Gates, karena saya tidak punya rencana drop out. Saya akan sarjana...soon or late [kemungkinan besar late]
Dan karena sarjana inilah, sekarang saya harus membuat perhitungan dengan mata kuliah Petrografi.
Selesai mandi, hujan belum juga reda...BECAKKKK!!!
[Ujung]
Tempat mangkal pete pete bernomor 07. Pada pagi hari, tempat ini diselubungi asap tebal dari tungku bakar manusia manusia beremosi labil yang membuat saudaranya sendiri jadi sop [Warung sop saudara, bercanda...]
"Kampus...kampus!!!"
"Kampus, kurang satu lagi berangkat..mau mi jalan!" teriak calo pete pete berusaha memprovokasi penumpang. Pete pete merespon teriakan tadi dengan gerakan maju sedikit, lalu mundur, lalu maju, mundur, maju dan setelah korban naik...pete pete diam tidak bergerak [benar benar]
Setelah menunggu 5 menit di tempat yang agak jauh, akhirnya naik kendaraan bernomor polisi DD 1113 XX keluaran tahun 1993, merk mitsubishi type TS 100 bertenaga 50 ekor kuda. Tapi ada yang aneh...tidak ada penumpang lain. Pagi hari biasanya sangat sesak. Kejadian buruk selalu berawal dari pikiran buruk bukan? Jadi mari lupakan soal penumpang. Saya lalu menyalakan AC, merebahkan kursi penumpang, mengambil bantal dari bawah kursi, menarik selimut lalu memesan hot chocolate pada pramugari yang...Kayaknya saya salah naik, ini bukan pete pete!!!
Perjalanan ini akan memakan waktu paling tidak 30 menit. Tapi segera akan jadi 30 menit paling lama dalam hidupku selain menunggu dr. ##### selesai menjahit kakiku yang robek terkena serpihan ranjau [Saya tau, setelah membaca ini kalian akan berkata "Wajar dapat E!"]
Naik pete pete dengan senandung hujan selalu menyenangkan, apalagi jika diiringi Always - Weezer...
Semua berjalan indah, sampai beberapa saat kemudian saya akhirnya sadar kalo semua kendaraan lain terlihat sangat lambat, kecuali truk kuning yang berada tepat di samping jendela dan bannya sibuk menyirami kaca dengan air hujan dari aspal. Lepas dari short attention span, akhirnya saya mengerti...Saya Akhmad Taufiq [status mahasiswa tingkat akhir] sedang berada dalam pete pete, berdua dengan sopir yang sepertinya menderita penyakit obsessive kompleks pada game NFS 'Most Wanted'. Instingku berteriak teriak "Taufiq, you're in a serious danger!" dan beberapa saat kemudian, mode siaga penuh level 1 aktif, mata menatap lurus ke depan, kedua tangan terjulur ke bawah sambil mencengkeram kuat besi penyangga bangku, kaki dalam posisi terkunci dan mulut sangat sibuk baca doa "Ya ALLAH, selamatkanlah hambamu..."
Menegur sopirnya? Saya pun memikirkan hal yang sama. Tapi percobaan pertama dengan jawaban "DIAM KAU! Ini urusanku dengan sopir truk sialan itu...saya atau dia yang mati!" [Saya dak masuk hitungan..Butuh kaca pembesar supaya saya kelihatan, pak sopir?] membuatku tidak perlu repot untuk mencoba kedua kalinya
Bersikap kasar [memukul, menendang dan membenturkan kepalanya ke kaca] juga tidak mungkin. Andai saya tidak perlu melihat semua tattoo di lengan kirinya
Melompat keluar? Pintar sekali...tapi saya butuh diberi sedikit contoh!!!
[Belokan 180 derajat depan counter yamaha AP Pettarani]
Setelah melewati truk, ini yang paling saya khawatirkan...di belokan ini, dia pasti akan melakukan drift!! Dan seperti membaca pikiranku dia berkata "kalo rem tangannya berfungsi, saya pasti melakukannya!"
Tiba tiba terdengar suara peluit yang sangat nyaring..untunglah! sepertinya itu polisi lalu lintas, kau tamat Alonso!!! Tapi dengan gagah berani, sang sopir menginjak pedal gas sampai tidak tersisa sedikit pun. Pete pete melaju kesetanan di tengah padat jalan raya. Tidak terima diperlakukan remeh seperti itu, polisi lalu lintas tadi bergegas mengambil motornya, membunyikan sirene dan mulai mengejar dengan kecepatan penuh..Welcome marco melandri!
Dan saya, yang siang ini benar benar tidak berharga sama sekali, dengan panik mengeluarkan Al-Quran dari dalam tas dan mulai mengaji....
Ini persis dalam Need For Speed 'Most wanted edition', Tinggal tunggu saya bilang "Hi, I'm Rachel...run away and crush the police for a higher experience points. Visit your garage to upgrade your car and stay aware with the traffic! Have a good drive!"
[Lampu merah Borong]
Polisi tadi akhirnya berhasil memalang pete pete [jumlah busi dan tenaga pendorong turbo membuat banyak perbedaan].
"Turun! Atau kau akan sangat sibuk membersihkan otakmu dari kaca!"
"I...iya pak!"
"Kartu SIM?!"
"Ini pak, saya pake Pro X#"
"Saya pake IM#" sahut polisi tidak bersahabat
""IM# bagus pak, tapi mahal kalo dipake menelpon..."
"SURAT IZIN MENGEMUDI sama STNKmu!!!"
"Dak ada, Om..." [perubahan kata sapaaan yang sangat jelas untuk kesan yang lebih akrab]
Tanpa mau tau lebih jauh dan membuang buang waktu, saya berhasil menghentikan pete pete lain dengan jalur yang sama. Topi dan kemeja membuat sopir yang ini terlihat lebih sopan dan paham rambu rambu lalu lintas. Tapi kemudian dia menoleh sedikit dan bilang "Suka Gran Turismo?!"
Beberapa menit yang lalu iya...[semua ini akan membuatku mati apoplexi]
[Kampus Unhas Tamalanrea]
Pukul 08:15 WITA, tiba dengan selamat di kampus. Bergegas ke kantor jurusan yang ternyata belum terbuka membuat usahaku pagi ini agak terkesan berlebihan.
Pukul 08:45 WITA mendaftarkan Petrografi sebagai daftar Hitlist berikutnya...
Jika semua tujuan tidak butuh proses bukankah hidup akan sangat membosankan? Menyemangati diri sendiri trus tidur sepanjang hari juga sepertinya tidak banyak membantu [butuh hampir 7 tahun untuk mengerti ini]. Ada saat dimana akhirnya kau harus benar benar harus turun ke jalan dan mulai membakar sesuatu [apa saja yang penting asapnya tebal]. Karena DO adalah sebuah pengkhianatan, Hidup Mahasiswa!!!
Land of the sun 4
* Berhasil mendapatkan tanda tangan ibu pembimbing pemetaan untuk surat izin masuk laboratorium - [15 Energy : 75 Exp]
Sekarang masuk kebagian paling sulitnya, kenapa? Kalo laboratorium itu isinya stick playstation atau hola hoop [FYI, saya expert main dua duanya], saya akan menyelesaikannya dalam hitungan menit. Benar benar sial, karena isinya adalah piranti dari luar angkasa bernama mikroskop [kalo dak salah ingat modelnya kayak harmonika] dengan banyak tombol dan sensor tangan, kaki, mata, telinga, pankreas, limpa dan usus dua belas jari [Ok, mungkin yang sensor agak berlebihan tapi tombol tombol aneh itu?!] "Taufiq..yang kau liat itu mungkin kalkulator, anakku!"
Sebaiknya pake search engine untuk mencari informasi mengenai mikroskop sialan ini! Bukan apanya, saya tidak mau terlihat tolol dengan mencoba memasukkan air ke dalamnya karena mengira ini mesin pembuat kopi.
*Search : Mikroskop polarisasi dan Binokuler [Dengan dua istilah asing ini, saya bisa menipu dan mensugesti sepertiga penduduk asli pegunugan Himalaya untuk mulai menggunakan mikroskop sebagai alat pemanas ruangan] - [Energy 25 : 137 Exp]
Dan dengan keyakinan penuh, rasa percaya diri dan didukung oleh fakta fakta yang sangat akurat...Dimana letak laboratoriumnya, Nemo?!
"What are you doing here, last year student?"
"Maaf pak, saya tidak mengerti bahasa Perancis" [Akhmad Taufiq berhasil memperlihatkan kalo selain dak ngerti bahasa inggris, teman bodoh kita ini juga tidak bisa berbahasa perancis]
"Ok, mukamu sangat asing di tempat ini. Kau mau apa, Doby?"
[Satu orang bodoh tidak pernah cukup, makanya kemudian muncul satu orang bodoh lainnya. Orang masuk laboratorium kira kira untuk apa?! Nyanyi nyanyi!!!???]
"Mau meneliti struktur gen kuda nil, pak"
"Egh?"
"Maksud saya mengamat sampel batuan, pak"
"Ya ya ya...Of course! What da hell are you doing here if you're nope going to make some descriptions"
"Anda benar, Otak kaleng!"
"Apa kau bilang?!"
"Errr..tidak"
Jadi ini yang namanya mikroskop! Bentuknya sama sekali tidak mirip harmonika! Ok, mana tombol untuk menghidupkan benda ini?
[Satu jam kemudian] Sialan! MANA TOMBOL ON-NYA INI?!
["Follow your heart, Taufiq. Feel the nature deep inside you and you'll find the answer"]
Tai, napa cari tombol mikroskop jadi kayak misi cari pedang Excalibur??!!
Dan akhirnya, tepat di bagian belakang mikroskop...berwarna merah dan terbuat dari plastik dengan dimensi berbentuk balok dengan ukuran...[pentingkah dijelaskan ini?]
*CLICKKKK! It's on! HWUAHAHAHAHA..HAHAHAHA mission completed! Let's go home soldier! War's over for now! - [Energy 100 : 203 Exp]
*Item found : Tuff, Breccia and Andesite + 740 Exp
Sekarang masuk kebagian paling sulitnya, kenapa? Kalo laboratorium itu isinya stick playstation atau hola hoop [FYI, saya expert main dua duanya], saya akan menyelesaikannya dalam hitungan menit. Benar benar sial, karena isinya adalah piranti dari luar angkasa bernama mikroskop [kalo dak salah ingat modelnya kayak harmonika] dengan banyak tombol dan sensor tangan, kaki, mata, telinga, pankreas, limpa dan usus dua belas jari [Ok, mungkin yang sensor agak berlebihan tapi tombol tombol aneh itu?!] "Taufiq..yang kau liat itu mungkin kalkulator, anakku!"
Sebaiknya pake search engine untuk mencari informasi mengenai mikroskop sialan ini! Bukan apanya, saya tidak mau terlihat tolol dengan mencoba memasukkan air ke dalamnya karena mengira ini mesin pembuat kopi.
*Search : Mikroskop polarisasi dan Binokuler [Dengan dua istilah asing ini, saya bisa menipu dan mensugesti sepertiga penduduk asli pegunugan Himalaya untuk mulai menggunakan mikroskop sebagai alat pemanas ruangan] - [Energy 25 : 137 Exp]
Dan dengan keyakinan penuh, rasa percaya diri dan didukung oleh fakta fakta yang sangat akurat...Dimana letak laboratoriumnya, Nemo?!
"What are you doing here, last year student?"
"Maaf pak, saya tidak mengerti bahasa Perancis" [Akhmad Taufiq berhasil memperlihatkan kalo selain dak ngerti bahasa inggris, teman bodoh kita ini juga tidak bisa berbahasa perancis]
"Ok, mukamu sangat asing di tempat ini. Kau mau apa, Doby?"
[Satu orang bodoh tidak pernah cukup, makanya kemudian muncul satu orang bodoh lainnya. Orang masuk laboratorium kira kira untuk apa?! Nyanyi nyanyi!!!???]
"Mau meneliti struktur gen kuda nil, pak"
"Egh?"
"Maksud saya mengamat sampel batuan, pak"
"Ya ya ya...Of course! What da hell are you doing here if you're nope going to make some descriptions"
"Anda benar, Otak kaleng!"
"Apa kau bilang?!"
"Errr..tidak"
Jadi ini yang namanya mikroskop! Bentuknya sama sekali tidak mirip harmonika! Ok, mana tombol untuk menghidupkan benda ini?
[Satu jam kemudian] Sialan! MANA TOMBOL ON-NYA INI?!
["Follow your heart, Taufiq. Feel the nature deep inside you and you'll find the answer"]
Tai, napa cari tombol mikroskop jadi kayak misi cari pedang Excalibur??!!
Dan akhirnya, tepat di bagian belakang mikroskop...berwarna merah dan terbuat dari plastik dengan dimensi berbentuk balok dengan ukuran...[pentingkah dijelaskan ini?]
*CLICKKKK! It's on! HWUAHAHAHAHA..HAHAHAHA mission completed! Let's go home soldier! War's over for now! - [Energy 100 : 203 Exp]
*Item found : Tuff, Breccia and Andesite + 740 Exp
Land of the sun 3
Hari senin pagi matahari tetap bersinar seperti biasa dan sama sekali tidak ada tanda tanda bahwa hari ini hujan akan turun. Suasana koridor yang lengang membuat angin lebih leluasa menderu tanpa harus terhalangi oleh tubuh tubuh kekurangan jam tidur tapi kelebihan tugas serta laporan. Ada apa gerangan hari ini? Aroma dendam dan darah begitu menyengat di tiap jengkal dinding dan lantai koridor, Hhhhh…
Sesekali hanya terlihat beberapa orang mahasiswa baru yang melintas dengan kereta api dan Ultrasonic solarcell vehicle (apa ini???) Lalu samar samar terdengar percakapan mereka…
“sudahmi laporanmu…?” Grrrr…Laporan, laporan dan laporan. Bumi telah dikuasai makhluk jahat bernama laporan!! Apa saja kerja badan antariksa negara ini? Kami penduduk bumi yang lucu dan manis sedang dirubah dan diformat ulang dalam tungku panas bernama laboratorium (tempat yang sangat berbahaya).
Segalanya terlihat berjalan dengan normal, sampai…
Teng! Teng! Teng!...Tiba tiba puluhan, ratusan bukan…ribuan bahkan ratusan ribuan (bodoh!) mahasiswa bertampang buas dan brewok dengan tattoo disekujur tubuhnya (mahasiswa atau napi ini fren?? Seriusko sedikit…) berdatangan dari segala arah dan menyerang koridor..Enemy spotted!! Tiba tiba salah seorang dari mereka menghunus pedang dan mengacungkannya pada salah seorang prajurit orange dengan maksud mengajak duel..
“we kau!! Mauko melawan??”
“Ditanya tiba tiba gini, saya jadi agak grogi nih…umm opsinya apa aja??”
“Janganko banyak bicaramu!! Opsinya ada dua, a. melawan b. membaca buku”
“wah, pertanyaannya susah…tapi daripada membaca saya pilih melawan!”
“Iyo!! Siniko Talas#!!”
“Kau yang kesini! Dilarangka dokterku jalan jauh jauh!!”
“Talas#ji inie..Serbu..!!!”
Peperangan pun dimulai…batu berhamburan dan pukulan pun saling berbalas..tapi…
Jumlah dan peralatan tempur yang tidak seimbang membuat prajurit orange terpaksa mundur…Luka, darah dan airmata pun tidak tertahankan…Ada satu masa dimana ksatria ksatria terhebat yang pernah ada pun harus diajarkan tentang pahitnya kekalahan, agar mereka tahu dan mau terus maju…
Di sini kehormatan adalah segalanya, tapi bukankah telah kami peroleh kehormatan kami…Kami tidak lari dan kami tidak gentar, meski hasilnya berbeda…
Dan satu kisah akan kembali diceritakan hingga ketempat dan masa yang paling jauh…tentang kekalahan dan air mata yang mengalir karena koridor terinjak injak. Tapi masa pun akan mengingat kalian yang tidak pernah lari ataupun takut dan terus bangkit membela panji orange…Hari ini akan tercatat sebagai hari yang sangat istimewa dan tidak perlu terulang.
Viva por orange, Viva por orange!!!
Sesekali hanya terlihat beberapa orang mahasiswa baru yang melintas dengan kereta api dan Ultrasonic solarcell vehicle (apa ini???) Lalu samar samar terdengar percakapan mereka…
“sudahmi laporanmu…?” Grrrr…Laporan, laporan dan laporan. Bumi telah dikuasai makhluk jahat bernama laporan!! Apa saja kerja badan antariksa negara ini? Kami penduduk bumi yang lucu dan manis sedang dirubah dan diformat ulang dalam tungku panas bernama laboratorium (tempat yang sangat berbahaya).
Segalanya terlihat berjalan dengan normal, sampai…
Teng! Teng! Teng!...Tiba tiba puluhan, ratusan bukan…ribuan bahkan ratusan ribuan (bodoh!) mahasiswa bertampang buas dan brewok dengan tattoo disekujur tubuhnya (mahasiswa atau napi ini fren?? Seriusko sedikit…) berdatangan dari segala arah dan menyerang koridor..Enemy spotted!! Tiba tiba salah seorang dari mereka menghunus pedang dan mengacungkannya pada salah seorang prajurit orange dengan maksud mengajak duel..
“we kau!! Mauko melawan??”
“Ditanya tiba tiba gini, saya jadi agak grogi nih…umm opsinya apa aja??”
“Janganko banyak bicaramu!! Opsinya ada dua, a. melawan b. membaca buku”
“wah, pertanyaannya susah…tapi daripada membaca saya pilih melawan!”
“Iyo!! Siniko Talas#!!”
“Kau yang kesini! Dilarangka dokterku jalan jauh jauh!!”
“Talas#ji inie..Serbu..!!!”
Peperangan pun dimulai…batu berhamburan dan pukulan pun saling berbalas..tapi…
Jumlah dan peralatan tempur yang tidak seimbang membuat prajurit orange terpaksa mundur…Luka, darah dan airmata pun tidak tertahankan…Ada satu masa dimana ksatria ksatria terhebat yang pernah ada pun harus diajarkan tentang pahitnya kekalahan, agar mereka tahu dan mau terus maju…
Di sini kehormatan adalah segalanya, tapi bukankah telah kami peroleh kehormatan kami…Kami tidak lari dan kami tidak gentar, meski hasilnya berbeda…
Dan satu kisah akan kembali diceritakan hingga ketempat dan masa yang paling jauh…tentang kekalahan dan air mata yang mengalir karena koridor terinjak injak. Tapi masa pun akan mengingat kalian yang tidak pernah lari ataupun takut dan terus bangkit membela panji orange…Hari ini akan tercatat sebagai hari yang sangat istimewa dan tidak perlu terulang.
Viva por orange, Viva por orange!!!
Land of the sun 2
WHOAAA!! Pagi yang indah.. sangat indah !!
Setelah bertahun-tahun bangun kesiangan, akhirnya tiba juga hari dimana mau tak mau harus bangun pagi. Jam dinding menunjukan pukul 06.30, ahh mana bisa!!!! Meski ini sedikit menyalahi prinsip hidup yang aku anut, ternyata bangun pagi-pagi menyajikan sebuah sensasi yang tiada tara. Udara pagi yang berhembus pelan dan dingin serta sinar matahari pagi kuning keemasan yang hangat ini membuatku merasa tolol. Mengapa tidak kemarin-kemarin aku bangun sepagi ini? Tapi untunglah, alasanku tuk selalu bangun kesiangan cukup rasional dan realistis.
07.30 WITA…
Selesai mandi dan berpakaian, akupun segera bersiap-siap untuk segera brangkat ke kampus. Kuliah pertama hari ini pukul 08.00 WITA dan setelah menjelaskan panjang lebar pada kedua orang tua dan orang-orang di rumahku yang heran dan melihatku dengan pandangan tak biasa akupun berangkat.
Begitulah pagi ini, bahwa aku baik-baik saja, waras dan 100% sadar akhirnya berangkat juga ke kampus tuk pertama kalinya. Arrrrgggghhhhh!!!!!! Dingin ternyata..HWAAA!! (menyebut salah satu nama binatang peliharaan). Dan penghargaan untuk kategori manusia paling rapi dan segar di kampus pagi ini!!!! Pemenangnya adalaaaah.!!!
Wah itu aku! Hwahahaha…
Tak berapa lama berselang, beberapa orang mahasiswa yang mengambil matakuliah yang sama denganku pun muncul……
Setelah berbincang-bincang sejenak mengenai masalah politik, tingkat inflasi mata uang rupiah, perdamaian di Timur Tengah, dampak-dampak lingkungan, global warming, flu burung dan berita anyar tentang bunga citra lestari dan asmirandah, akhirnya kami memutuskan untuk menunggu sang dosen di ruang kuliah. Biar gak terlambat… CERDAS!!!
Dan menit-menit selanjutnya pun menjadi penantian panjang dan mendebarkan. Gila!! Ini kuliah perdanaku setelah bertahun-tahun lamanya (rasanya seperti detik detik penerbangan luar angkasa ke bulan). Tapi tunggu! Kok peserta kuliahnya kebanyakan berwajah asing? trus pake seragam hitam putih…(Eh iya, kan aku ngambilnya matakuliah dasar, jadi.. yaah bersama-sama dengan…)
“wee!! Siapa Namamu??!!”
“ye’!! Mawar (nama samaran) Kak!!
“Kakak?! Jadi maksud lo, kita sodaraan gitu?! Tai Sapi!!!”
Trus dia pasang tampang seram, tapi pas aku melihat lagi ke arahnya, dia tersenyum, manis sekali…
Gila!! Gua mang tampan!! Sumpah!!! (kantong muntahnya minta pada pramugari di sekitar anda)
Hmmm..dosenx pun datang, ruangan yang tadinya riuh rendah pun jadi tenang. Meski cuman matakuliah tingkat dasar tapi ini sangat sangat penting (Geologi Fisik dan Pengayaan Uranium untuk instalasi nuklir berbasis lingkungan). Dan setelah waktu kuliahnya habis, aku tidak ingin berlama-lama dlm ruangan. Hehehe, matakuliah yang lain sudah menunggu…Go Go Go!! (baca : geo geo geo!)
12.45 WITA siang
Akhirx, kuliahku pun selesai… maksudnya untuk hari ini. Besok?? Tenang… masih banyak (sikatoang). Sekarang aku lagi nongkrong di salah satu pojok koridor kampus. Tempat ini ramai juga, tapi kebanyakan adalah mahasiswa-mahasiswa lama sepertiku, duduk, belajar dan menghabiskan waktu dengan tawa dan canda. Tapi sepertinya ada seseorang yang tidak begitu menikmati suasana seriang dan seceria ini (anak anak skali bahasanya toh?). Setelah melakukan pendekatan yang intensif dan interogasi berjam-jam, akhirnya dia mau juga CURHAT!!
Hohoho… masalah cinta rupanya!! Mahasiswa dan cinta!! Sungguh ironis!! Hehehe…
Ternyata dia lagi jatuh cinta pada salah satu mahasiswi di kampus ini. Setelah menghalalkan segala cara, sang mahasiswi primadona kampus tetap minus respon. Dia bercerita bahwa sang mahasiswi seperti tembok tebal dan kokoh yang sulit ditembus.
“Saya sudah mengancam membom rumahnya, meneror orang tuanya, dan mencoba membunuh semua pria yang mencoba mendekatinya” ujarnya polos
“No comment…”
Sebagai teman yang baik hati, gemar menolong, menghargai orang lain dan melaksanakan pancasila dan UUD 45’ secara murni dan konsekuen, aku hanya bisa memberikan dukungan, karena sepertinya hal ini akan menjadi katalistor yang sangat baik baginya.
Demi sang mahasiswi primadona kampus dia rela menghabisiskan waktunya di warnet, meski Cuma buka friendster, facebook dan kirim email (tentunya pada sang primadona) tugas nomor sekian, dia pun jadi lebih rajin masuk kuliah.
“ Hanya masuk kuliah satu-satunya cara agar aku bisa melihatnya fren!!! “ ujarnya lagi.
Mau bagaimana lagi, sel-sel otaknya sudah dipenuhi gelembung-gelembung berbentuk hati yang mematikan otak kiri dan kanannya. Tak berapa lama kemudian dia bergegas pergi tanpa sepatah katapun. Sekilas melintas bayangan aneh dibenakku buat temanku yang satu ini…
“ BUNUH DIRI ??!!“.
Aku rasa tidak, dia tidak punya cukup uang untuk membeli satu set alat gantung diri ataupun sebotol baygon cair. Lagi pula di kampus ini menyerah dan putus asa tidak pernah ada. Kami sangat buruk dalam hal menyerah!!
Beberapa hari berselang ketika kukembali bertemu dengannya, dia kelihatan begitu berbeda. Wajahnya berseri-seri, senyum menghiasi bibirnya memaksa lesung pipinya muncul tapi tetap tidak setampan aku (Pintu darurat ada tiga, depan, tengah dan belakang)… Ada apa ini?? Dia GILA???!!!
Usut punya usut, ternyata dia telah menemukan tambatan hatinya, tapi sang mahasiswi primadona kampus lain. Dengan wajah Girang dia lalu menceritakan semuanya.
“ The Present is The Key to The Past” artinya gak ada rotan akarpun jadi, ujarnya simple tanpa dosa dibarengi senyum bodohnya yang merekah bak bunga matahari. Hegh! Laki laki semua memang kayak ikan, pintar berenang…
Ck…ck…ck… Kalau anda cari kekasih
Well Well Pom Pom..
Jangan cari cowok geologi
Well well Pom Pom…
Setelah bertahun-tahun bangun kesiangan, akhirnya tiba juga hari dimana mau tak mau harus bangun pagi. Jam dinding menunjukan pukul 06.30, ahh mana bisa!!!! Meski ini sedikit menyalahi prinsip hidup yang aku anut, ternyata bangun pagi-pagi menyajikan sebuah sensasi yang tiada tara. Udara pagi yang berhembus pelan dan dingin serta sinar matahari pagi kuning keemasan yang hangat ini membuatku merasa tolol. Mengapa tidak kemarin-kemarin aku bangun sepagi ini? Tapi untunglah, alasanku tuk selalu bangun kesiangan cukup rasional dan realistis.
07.30 WITA…
Selesai mandi dan berpakaian, akupun segera bersiap-siap untuk segera brangkat ke kampus. Kuliah pertama hari ini pukul 08.00 WITA dan setelah menjelaskan panjang lebar pada kedua orang tua dan orang-orang di rumahku yang heran dan melihatku dengan pandangan tak biasa akupun berangkat.
Begitulah pagi ini, bahwa aku baik-baik saja, waras dan 100% sadar akhirnya berangkat juga ke kampus tuk pertama kalinya. Arrrrgggghhhhh!!!!!! Dingin ternyata..HWAAA!! (menyebut salah satu nama binatang peliharaan). Dan penghargaan untuk kategori manusia paling rapi dan segar di kampus pagi ini!!!! Pemenangnya adalaaaah.!!!
Wah itu aku! Hwahahaha…
Tak berapa lama berselang, beberapa orang mahasiswa yang mengambil matakuliah yang sama denganku pun muncul……
Setelah berbincang-bincang sejenak mengenai masalah politik, tingkat inflasi mata uang rupiah, perdamaian di Timur Tengah, dampak-dampak lingkungan, global warming, flu burung dan berita anyar tentang bunga citra lestari dan asmirandah, akhirnya kami memutuskan untuk menunggu sang dosen di ruang kuliah. Biar gak terlambat… CERDAS!!!
Dan menit-menit selanjutnya pun menjadi penantian panjang dan mendebarkan. Gila!! Ini kuliah perdanaku setelah bertahun-tahun lamanya (rasanya seperti detik detik penerbangan luar angkasa ke bulan). Tapi tunggu! Kok peserta kuliahnya kebanyakan berwajah asing? trus pake seragam hitam putih…(Eh iya, kan aku ngambilnya matakuliah dasar, jadi.. yaah bersama-sama dengan…)
“wee!! Siapa Namamu??!!”
“ye’!! Mawar (nama samaran) Kak!!
“Kakak?! Jadi maksud lo, kita sodaraan gitu?! Tai Sapi!!!”
Trus dia pasang tampang seram, tapi pas aku melihat lagi ke arahnya, dia tersenyum, manis sekali…
Gila!! Gua mang tampan!! Sumpah!!! (kantong muntahnya minta pada pramugari di sekitar anda)
Hmmm..dosenx pun datang, ruangan yang tadinya riuh rendah pun jadi tenang. Meski cuman matakuliah tingkat dasar tapi ini sangat sangat penting (Geologi Fisik dan Pengayaan Uranium untuk instalasi nuklir berbasis lingkungan). Dan setelah waktu kuliahnya habis, aku tidak ingin berlama-lama dlm ruangan. Hehehe, matakuliah yang lain sudah menunggu…Go Go Go!! (baca : geo geo geo!)
12.45 WITA siang
Akhirx, kuliahku pun selesai… maksudnya untuk hari ini. Besok?? Tenang… masih banyak (sikatoang). Sekarang aku lagi nongkrong di salah satu pojok koridor kampus. Tempat ini ramai juga, tapi kebanyakan adalah mahasiswa-mahasiswa lama sepertiku, duduk, belajar dan menghabiskan waktu dengan tawa dan canda. Tapi sepertinya ada seseorang yang tidak begitu menikmati suasana seriang dan seceria ini (anak anak skali bahasanya toh?). Setelah melakukan pendekatan yang intensif dan interogasi berjam-jam, akhirnya dia mau juga CURHAT!!
Hohoho… masalah cinta rupanya!! Mahasiswa dan cinta!! Sungguh ironis!! Hehehe…
Ternyata dia lagi jatuh cinta pada salah satu mahasiswi di kampus ini. Setelah menghalalkan segala cara, sang mahasiswi primadona kampus tetap minus respon. Dia bercerita bahwa sang mahasiswi seperti tembok tebal dan kokoh yang sulit ditembus.
“Saya sudah mengancam membom rumahnya, meneror orang tuanya, dan mencoba membunuh semua pria yang mencoba mendekatinya” ujarnya polos
“No comment…”
Sebagai teman yang baik hati, gemar menolong, menghargai orang lain dan melaksanakan pancasila dan UUD 45’ secara murni dan konsekuen, aku hanya bisa memberikan dukungan, karena sepertinya hal ini akan menjadi katalistor yang sangat baik baginya.
Demi sang mahasiswi primadona kampus dia rela menghabisiskan waktunya di warnet, meski Cuma buka friendster, facebook dan kirim email (tentunya pada sang primadona) tugas nomor sekian, dia pun jadi lebih rajin masuk kuliah.
“ Hanya masuk kuliah satu-satunya cara agar aku bisa melihatnya fren!!! “ ujarnya lagi.
Mau bagaimana lagi, sel-sel otaknya sudah dipenuhi gelembung-gelembung berbentuk hati yang mematikan otak kiri dan kanannya. Tak berapa lama kemudian dia bergegas pergi tanpa sepatah katapun. Sekilas melintas bayangan aneh dibenakku buat temanku yang satu ini…
“ BUNUH DIRI ??!!“.
Aku rasa tidak, dia tidak punya cukup uang untuk membeli satu set alat gantung diri ataupun sebotol baygon cair. Lagi pula di kampus ini menyerah dan putus asa tidak pernah ada. Kami sangat buruk dalam hal menyerah!!
Beberapa hari berselang ketika kukembali bertemu dengannya, dia kelihatan begitu berbeda. Wajahnya berseri-seri, senyum menghiasi bibirnya memaksa lesung pipinya muncul tapi tetap tidak setampan aku (Pintu darurat ada tiga, depan, tengah dan belakang)… Ada apa ini?? Dia GILA???!!!
Usut punya usut, ternyata dia telah menemukan tambatan hatinya, tapi sang mahasiswi primadona kampus lain. Dengan wajah Girang dia lalu menceritakan semuanya.
“ The Present is The Key to The Past” artinya gak ada rotan akarpun jadi, ujarnya simple tanpa dosa dibarengi senyum bodohnya yang merekah bak bunga matahari. Hegh! Laki laki semua memang kayak ikan, pintar berenang…
Ck…ck…ck… Kalau anda cari kekasih
Well Well Pom Pom..
Jangan cari cowok geologi
Well well Pom Pom…
Land of the sun
Ini hanyalah salah satu perang
diantara sekian banyak medan peperangan yang menanti
Di sini, ketakutan akan menjadi nyanyian indah menggugah
bagi seorang pecundang...
PRAKKKK!!! (bunyi pintu ditendang dengan kuat)
"Yang mau keluar dari Geologi, keluar memang mako sekarang!!!" Tiba tiba saja dihadapan kami (43 orang lugu dan tidk berdosa) telah berdiri beberapa orang berpakaian jingga (red : Orange) dengan tampang kurang bersahabat.
Kami semua yang belum cukup sebulan terdaftar sebagai mahasiswa di kampus ini cuma bisa diam dan saling menatap manja..heran maksudnya. Perasaan kami benar benar tidak enak, sesuatu yang buruk akan terjadi di dalam ruang kuliah PB 232 siang ini.
Lalu salah seorang diantara mereka berteriak :
"WOY KAU!!! KENAPA BEGITU GAYAMU?!"
"Saya kakak?" jawab Objek polos
"PLAAKKK!" (suara...)
Saya yang duduk beberapa bangku dari TKP bisa merasakan energi kinetik yang baru saja dialami Objek. Tapi tidak bisa melakukan apa apa selain rasa belasungkawa yang sedalam dalamnya, Hehehehehe...
"siapa kakakmu di sini?" Salah satu dari mereka kembali bertanya
"Tidak ada senior" Jawab Objek 2 yang duduk satu bangku dari Objek 1
"PLAKK!! PLAKK!! PLAKK!!" (korban 2 merasakan energi kinetik dengan besar 3 kali lipat dari Objek 1)
"Tidak ada boz.." Objek 1 mencoba memperbaiki keadaan
"BRAKK!! PLAKKK!! BUKKK!! " (Objek 1 dan 2 merasakan energi kinetik dan potensial secara bersamaan
Teman teman, jangan lupa ini..Diam adalah emas!!
"WOYYY!!! SIAPA KAKAKMU DI SINI???" Pertanyaannya diulang
"Tidak ada juragan!!" Kami serempak menjawab
(Medis!! Medis!! Unit down!! Medis!! Unit down!!)
"We dengarko..Tidak ada kakakmu di sini nah...Yang ada..KOMANDANMU!!!"
"Siap komandan!!" jawaban kami kali ini sepertinya benar, karena untuk beberapa saat radar energi kami menunjukkan angka nol.
Segalanya terjadi dengan sangat cepat. Hanya butuh beberapa detik untuk membuat ruangan ini sunyi seperti kuburan dan tanpa kami sadari cara dan posisi duduk kami telah menjadi sangat rapi (safety first diaktifkan).
"We kau!!"
"Saya kak?...Upzzz" dan PLAKK!!! Ya Tuhan, siapa orang orang ini?
Tapi rasa kaget, shock, kecewa, cemburu dan sakit hati (3 yang terakhir tidak jie) belum cukup, karena keesokan harinya..
GEO!!! LOGI!!! KANAN GEO KIRI LOGI!!!
GEO!!! LOGI!!! SUARAMU!!!
Saudara saudara inilah kegiatan yang dinamakan TC (banyak versi kepanjangannya, tapi model prakteknya satu...lari), untuk menyehatkan jiwa dan raga kita semua. Terdengar sangat indah dan menyentuh, tapi bukankah ini TCnya Geo?? Jawabannya silahkan simpan sendiri...
Kegiatan ini sedikit lebih gila dari penyakit panu akut. Kenapa? lari jam 5 subuh dengan ransel penuh pasir (pasirnya halal atau tidak akan dibahas pada kesempatan lain) benar benar menyusahkan, terlebih untuk manusia dengan jadwal hidup yang dimulai pada pukul 09:00 WITA..
Kenapa ransel di isi pasir?? Hahahaha..bahasa kerennya beban, sebuah penemuan yang sangat revolusioner untuk menunjang maksimalisasi hasil TC, tapi lambat laun berubah menjadi sumber masalah (bagi kami tentunya) dan memberi banyak alasan (bagi mereka mereka tentunya) untuk mengeluarkan pernyataan :
"KASIH BAGIANNYA KOMANDAN!!!"
Ini semua lebih mirip percobaan pembunuhan berencana berkelompok...HAHAHA
Meski ternyata, TC hanyalah awal yang sama sekali tidak indah dalam memulai kehidupan di tempat ini. Di sini, waktu 24 jam sebagian besar dihabiskan untuk makan (salah), nonton (salah), berenang (salah lagi), jalan jalan (hampir benar)...kami sangat disibukkan dengan kuliah, asistensi acara, praktikum, asistensi laporan, lapangan (siklus ini tidak akan berhenti sampai kamu berhasil melulusi semua mata kuliah dengan aksesoris aksesoris tadi). Jadi jangan heran bila setiap saat koridor tempat ini selalu dipenuhi dengan orang yang berlarian kesana kemari mengurusi laporannya, seperti rakyat jelata yang panik berebutan jatah BLT dari pemerintah, mengenaskan!!...
Tapi di sini kami di ajarkan untuk tidak menyerah...itu tidak pernah menjadi pilihan
Dan mungkin ini tidak sempat terucap pada mereka yang telah mengajarkan itu semua...TERIMA KASIH BANYAK KOMANDAN!!! GEO GEO GEO!!!
diantara sekian banyak medan peperangan yang menanti
Di sini, ketakutan akan menjadi nyanyian indah menggugah
bagi seorang pecundang...
PRAKKKK!!! (bunyi pintu ditendang dengan kuat)
"Yang mau keluar dari Geologi, keluar memang mako sekarang!!!" Tiba tiba saja dihadapan kami (43 orang lugu dan tidk berdosa) telah berdiri beberapa orang berpakaian jingga (red : Orange) dengan tampang kurang bersahabat.
Kami semua yang belum cukup sebulan terdaftar sebagai mahasiswa di kampus ini cuma bisa diam dan saling menatap manja..heran maksudnya. Perasaan kami benar benar tidak enak, sesuatu yang buruk akan terjadi di dalam ruang kuliah PB 232 siang ini.
Lalu salah seorang diantara mereka berteriak :
"WOY KAU!!! KENAPA BEGITU GAYAMU?!"
"Saya kakak?" jawab Objek polos
"PLAAKKK!" (suara...)
Saya yang duduk beberapa bangku dari TKP bisa merasakan energi kinetik yang baru saja dialami Objek. Tapi tidak bisa melakukan apa apa selain rasa belasungkawa yang sedalam dalamnya, Hehehehehe...
"siapa kakakmu di sini?" Salah satu dari mereka kembali bertanya
"Tidak ada senior" Jawab Objek 2 yang duduk satu bangku dari Objek 1
"PLAKK!! PLAKK!! PLAKK!!" (korban 2 merasakan energi kinetik dengan besar 3 kali lipat dari Objek 1)
"Tidak ada boz.." Objek 1 mencoba memperbaiki keadaan
"BRAKK!! PLAKKK!! BUKKK!! " (Objek 1 dan 2 merasakan energi kinetik dan potensial secara bersamaan
Teman teman, jangan lupa ini..Diam adalah emas!!
"WOYYY!!! SIAPA KAKAKMU DI SINI???" Pertanyaannya diulang
"Tidak ada juragan!!" Kami serempak menjawab
(Medis!! Medis!! Unit down!! Medis!! Unit down!!)
"We dengarko..Tidak ada kakakmu di sini nah...Yang ada..KOMANDANMU!!!"
"Siap komandan!!" jawaban kami kali ini sepertinya benar, karena untuk beberapa saat radar energi kami menunjukkan angka nol.
Segalanya terjadi dengan sangat cepat. Hanya butuh beberapa detik untuk membuat ruangan ini sunyi seperti kuburan dan tanpa kami sadari cara dan posisi duduk kami telah menjadi sangat rapi (safety first diaktifkan).
"We kau!!"
"Saya kak?...Upzzz" dan PLAKK!!! Ya Tuhan, siapa orang orang ini?
Tapi rasa kaget, shock, kecewa, cemburu dan sakit hati (3 yang terakhir tidak jie) belum cukup, karena keesokan harinya..
GEO!!! LOGI!!! KANAN GEO KIRI LOGI!!!
GEO!!! LOGI!!! SUARAMU!!!
Saudara saudara inilah kegiatan yang dinamakan TC (banyak versi kepanjangannya, tapi model prakteknya satu...lari), untuk menyehatkan jiwa dan raga kita semua. Terdengar sangat indah dan menyentuh, tapi bukankah ini TCnya Geo?? Jawabannya silahkan simpan sendiri...
Kegiatan ini sedikit lebih gila dari penyakit panu akut. Kenapa? lari jam 5 subuh dengan ransel penuh pasir (pasirnya halal atau tidak akan dibahas pada kesempatan lain) benar benar menyusahkan, terlebih untuk manusia dengan jadwal hidup yang dimulai pada pukul 09:00 WITA..
Kenapa ransel di isi pasir?? Hahahaha..bahasa kerennya beban, sebuah penemuan yang sangat revolusioner untuk menunjang maksimalisasi hasil TC, tapi lambat laun berubah menjadi sumber masalah (bagi kami tentunya) dan memberi banyak alasan (bagi mereka mereka tentunya) untuk mengeluarkan pernyataan :
"KASIH BAGIANNYA KOMANDAN!!!"
Ini semua lebih mirip percobaan pembunuhan berencana berkelompok...HAHAHA
Meski ternyata, TC hanyalah awal yang sama sekali tidak indah dalam memulai kehidupan di tempat ini. Di sini, waktu 24 jam sebagian besar dihabiskan untuk makan (salah), nonton (salah), berenang (salah lagi), jalan jalan (hampir benar)...kami sangat disibukkan dengan kuliah, asistensi acara, praktikum, asistensi laporan, lapangan (siklus ini tidak akan berhenti sampai kamu berhasil melulusi semua mata kuliah dengan aksesoris aksesoris tadi). Jadi jangan heran bila setiap saat koridor tempat ini selalu dipenuhi dengan orang yang berlarian kesana kemari mengurusi laporannya, seperti rakyat jelata yang panik berebutan jatah BLT dari pemerintah, mengenaskan!!...
Tapi di sini kami di ajarkan untuk tidak menyerah...itu tidak pernah menjadi pilihan
Dan mungkin ini tidak sempat terucap pada mereka yang telah mengajarkan itu semua...TERIMA KASIH BANYAK KOMANDAN!!! GEO GEO GEO!!!
Mission imposible chptr.29
Pukul 14:00 WITA, ketika 59 orang berkumpul di koridor jurusan Teknik Geologi dengan seragam lengkap berwarna merah maroon (bukan jie yang nomor 5). Sebenarnya aku sangat menginginkan seragam ini berubah menjadi lebih gelap (hitam) tapi hasil voting 1:58 mengubur dalam-dalam keinginanku tersebut (demokrasi selalu membawa korban).
Kami semua telah berbaris rapi dengan seragam (benci mengatakan ini, merah maroon) dan topi rimba bertengger di atas kepala. Sekarang kami semua persis penari club malam dari pedalaman mexico. Dan yang sangat mengganggu, ternyata ada yang begitu menikmati pemandangan seperti sekarang ini dan bahkan sangat bangga karena sebentar lagi perhelatan akbar (mereka menyebutnya Kuliah Lapangan) akan segera dimulai. Di sinilah 3 minggu terkelam dalam sejarah kehidupan sebagai seorang mahasiswa di Jurusan Teknik Geologi. Bukannya membesar-besarkan, tapi dalam tiga minggu ini, kami akan menjadi sangat akrab dengan penderitaan berkepanjangan, penindasan tiada henti, dan waktu tidur yang tidak proporsional.
Bus-bus fakultas telah siap dan terparkir rapi pada tempatnya, siap setiap saat mengantar kami menuju tempat praktek kerja rodi di Kabupaten Barru. Barang-barang bawaan telah diangkut ke dalam mobil (kebanyakan adalah peralatan yang semuanya bisa digunakan untuk bunuh diri), Mars Geologi telah dinyanyikan, salam perpisahan telah dilakukan dan kami pun berangkat.
Perjalanan menjadi begitu tidak menyenangkan, karena semua sadar ini bukan rekreasi ke taman hiburan. Bahkan ketika tiba pada salah satu rest area di Kota Maros, semua orang panik menahan salah satu peserta yang mencoba membeli obat anti nyamuk cair. Kami sangat khawatir dia akan meminumnya untuk bunuh diri, Hufff..
Dan kami pun tiba ketika hari sudah menjelang malam, setelah memberi tanda tangan pada para penduduk desa yang telah menunggu kami dari pagi, proses bersih-bersih camp pun dilakukan (Mode Kerja Rodi : AKTIF)
Tiba-tiba salah seorang peserta meronta-ronta dan mencoba mengejar bus yang telah pulang beberapa menit yang lalu. Tapi tidak seorang pun diantara kami yang berniat menahannya, karena semua tahu itu tindakan bodoh dan sia-sia...Mereka akan menjemput kami tiga minggu lagi, dan satu-satunya yang harus kami lakukan sampai hari itu tiba adalah "tetap hidup".
Kami semua telah berbaris rapi dengan seragam (benci mengatakan ini, merah maroon) dan topi rimba bertengger di atas kepala. Sekarang kami semua persis penari club malam dari pedalaman mexico. Dan yang sangat mengganggu, ternyata ada yang begitu menikmati pemandangan seperti sekarang ini dan bahkan sangat bangga karena sebentar lagi perhelatan akbar (mereka menyebutnya Kuliah Lapangan) akan segera dimulai. Di sinilah 3 minggu terkelam dalam sejarah kehidupan sebagai seorang mahasiswa di Jurusan Teknik Geologi. Bukannya membesar-besarkan, tapi dalam tiga minggu ini, kami akan menjadi sangat akrab dengan penderitaan berkepanjangan, penindasan tiada henti, dan waktu tidur yang tidak proporsional.
Bus-bus fakultas telah siap dan terparkir rapi pada tempatnya, siap setiap saat mengantar kami menuju tempat praktek kerja rodi di Kabupaten Barru. Barang-barang bawaan telah diangkut ke dalam mobil (kebanyakan adalah peralatan yang semuanya bisa digunakan untuk bunuh diri), Mars Geologi telah dinyanyikan, salam perpisahan telah dilakukan dan kami pun berangkat.
Perjalanan menjadi begitu tidak menyenangkan, karena semua sadar ini bukan rekreasi ke taman hiburan. Bahkan ketika tiba pada salah satu rest area di Kota Maros, semua orang panik menahan salah satu peserta yang mencoba membeli obat anti nyamuk cair. Kami sangat khawatir dia akan meminumnya untuk bunuh diri, Hufff..
Dan kami pun tiba ketika hari sudah menjelang malam, setelah memberi tanda tangan pada para penduduk desa yang telah menunggu kami dari pagi, proses bersih-bersih camp pun dilakukan (Mode Kerja Rodi : AKTIF)
Tiba-tiba salah seorang peserta meronta-ronta dan mencoba mengejar bus yang telah pulang beberapa menit yang lalu. Tapi tidak seorang pun diantara kami yang berniat menahannya, karena semua tahu itu tindakan bodoh dan sia-sia...Mereka akan menjemput kami tiga minggu lagi, dan satu-satunya yang harus kami lakukan sampai hari itu tiba adalah "tetap hidup".
Antarticz Rain 4
Sangat merepotkan, ingin membuatnya lebih sederhana tapi mustahil ketika salah satu dari kita didiagnosa mati rasa kompleks untuk semua hal yang berhubungan dengan Akhmad Taufiq :
- Mulai suka melihat hujan, bersenandung dak jelas dan berasumsi hujan adalah sesuatu yang begitu indah dan penuh arti [Seharusnya saya tidak boleh memihak, hujan atau panas hanyalah fenomena alam biasa. Apa yang begitu aneh dengan sebuah siklus hidrologi?]
-Sangat ingin menjadi orang yang tiba tiba datang untuk menyelamatkanmu ketika kau sedikit lagi tertabrak kereta api [Sangat sinetron, tapi saya tidak perlu terlalu khawatir..di Makassar belum ada kereta api]
-Berharap kau melompat dari atap Graha Pena! Tidak, saya tidak akan mencoba menyelamatkanmu..karena saya akan berada tepat di sampingmu, tersenyum senang dan berpikir ini sangat romantis.
-Berharap kita tiba tiba terdampar di pulau tidak berpenghuni. Tanpa tanaman rambat beracun, tanpa ular, ulat bulu, cacing dan binatang dengan kategori sangat berbahaya lainnya. Hanya ada kita dan beberapa ekor biri biri lucu di kaki bukit yang hijau.
-Berharap ketika kau sakit dan menemui dokter untuk berobat, satu satunya hal yang tertulis di resep obatmu adalah "Akhmad Taufiq..temui 24 jam sehari"
-Mau punya sapu terbang..ini ide yang buruk! Bagaimana kalo karpet terbang? Atau mungkin piring terbang. Ada begitu banyak planet yang harus kita datangi...Ayo berangkat, kita tidak punya banyak waktu!
- Mulai suka melihat hujan, bersenandung dak jelas dan berasumsi hujan adalah sesuatu yang begitu indah dan penuh arti [Seharusnya saya tidak boleh memihak, hujan atau panas hanyalah fenomena alam biasa. Apa yang begitu aneh dengan sebuah siklus hidrologi?]
-Sangat ingin menjadi orang yang tiba tiba datang untuk menyelamatkanmu ketika kau sedikit lagi tertabrak kereta api [Sangat sinetron, tapi saya tidak perlu terlalu khawatir..di Makassar belum ada kereta api]
-Berharap kau melompat dari atap Graha Pena! Tidak, saya tidak akan mencoba menyelamatkanmu..karena saya akan berada tepat di sampingmu, tersenyum senang dan berpikir ini sangat romantis.
-Berharap kita tiba tiba terdampar di pulau tidak berpenghuni. Tanpa tanaman rambat beracun, tanpa ular, ulat bulu, cacing dan binatang dengan kategori sangat berbahaya lainnya. Hanya ada kita dan beberapa ekor biri biri lucu di kaki bukit yang hijau.
-Berharap ketika kau sakit dan menemui dokter untuk berobat, satu satunya hal yang tertulis di resep obatmu adalah "Akhmad Taufiq..temui 24 jam sehari"
-Mau punya sapu terbang..ini ide yang buruk! Bagaimana kalo karpet terbang? Atau mungkin piring terbang. Ada begitu banyak planet yang harus kita datangi...Ayo berangkat, kita tidak punya banyak waktu!
Antarticz Rain 3
Q : Question dan A : Answer [ini untuk memudahkan bagi teman teman yang hidup di tengah gurun dan terlalu sibuk untuk mendatangi bangunan yang bernama sekolah]
Q : Taufiq, napa jam segini blum tidur?
A : Einstein tidur 3 jam sehari, RA kartini bahkan rela menulis dalam kegelapan sampai terbit terang...Semua Organisme bertulang belakang harus jarang tidur agar bisa terkenal! Ok, kecuali artis dan bintang iklan [mereka begitu takut dengan keriput dan penuaan dini..ongkos operasi plastik di Singapura mahal!]
Q : Bagaimana pendapat anda tentang TS [Trans Studio]?
A : GRRrrrrRRRR...##*%@**##$!!! Tempat konyol...katanya fungsinya untuk bermain, menurutku untuk membodohi orang2!
Q : Kalo Gita Gutawa?
A : Whoaaaaa!!! Gitaaaa..aaaa MANA! MANA! Tunggu, ini yang penyanyi itu toh...?
Q : Napa kuliahnya begitu lama?
A : Sebelum jawab ini boleh saya bertanya?
Q : Silahkan...
A : Kau mau mati sekarang?!
Q : ......
Q : Ok, saya akan masuk kepertanyaan yang sifatnya agak serius..boleh?
A : Terserah, saya tidak perduli...
Q : Apa nama tempat yang paling menarik menurutmu di UNHAS?
A : Selain Markas HMG...jasmip [Jujur, dak tau kepanjangan jasmip yang betul apa? lagian ini kantin, kalo mau disingkat harusnya berawalan "Kan" jadi kalo di area mipa...mungkin namanya kanmip! Jelek sekali! pantas diputuskan namanya jasmip, padahal yang ini juga dak bagus!]
Q : Apa yang paling kau ndak suka dari jasmip?
A : Arah jam dua dari tempatku duduk, banyak gondrong lagi makan choki choki sama jus stroberi...trus ketawa ketiwi dak jelas sama [ini orang cewe ato cowo saya juga bingung...]
Q : Trus yang paling ko suka dari jasmip?
A : Saya rasa pertanyaannya tidak relevan...
Q : Dari CCTV, kau menghabiskan sebagian besar durasi hidupmu di sana...apa alasannya?
A : Saya makan dan minum..
Q : Makan dan minum tidak butuh waktu berjam jam duduk tiap hari. Dan setelah saya selidiki, di sana sama sekali tidak terdapat tanda tanda tempat ini digunakan untuk latihan yoga..
A : Saya...
Q : APA...! Bicara yang jelas!!
A : Sa...
Q : Bicara atau saya buat kau bicara!
A : Sulap supaya mengantuk ka!!!
Q : Tidak..tapi kau tetap harus bicara...
A : Biar dia yang menjawabnya...dia tahu!
Q : Dia siapa?
A : Elpi Sukaesih! Puas?!
Q : Namanya..saya mau namanya!!!
A : FHJARTDWEIMNLWDA AHFYPOU HTRABVPDESFRAVCRQWI...
Q : Ok..Seberapa sering dia ada dalam kepalamu?
A : Kau masih perlu bertanya? Jam berapa ini...!!!
Q : Isi hatimu..?
A : Saya suka Mafia Wars sama Ninja Saga, Tekken juga! Winning Eleven series tidak, karena dak jago ka!
Q : Bukan itu...maksudku sama dia?
A : Kalo saya ke jasmip tiap hari trus duduk kea orang tolol sendiri tunggui dia datang...itu namanya apa?
Q : Itu namanya Tolol pangkat dua!...HAHAHAHAHAHA
A : Bicara begitu lagi, saya gilas ko pake Tank..!!
Q : Ok piss, ada pesan buat dia..?
A :Tidak peduli apa isi kepalamu tentangku ataupun isi hatimu padaku.. Saya ingin kau selalu tahu bahwa saya akan selalu menyambutmu kapanpun kau datang...
Q : HAHAHAHAHAHA...HAHAHAHA
A : [menelepon : BAWA KESINI ITU COCODRILO APC!!!]
Q : Taufiq, napa jam segini blum tidur?
A : Einstein tidur 3 jam sehari, RA kartini bahkan rela menulis dalam kegelapan sampai terbit terang...Semua Organisme bertulang belakang harus jarang tidur agar bisa terkenal! Ok, kecuali artis dan bintang iklan [mereka begitu takut dengan keriput dan penuaan dini..ongkos operasi plastik di Singapura mahal!]
Q : Bagaimana pendapat anda tentang TS [Trans Studio]?
A : GRRrrrrRRRR...##*%@**##$!!! Tempat konyol...katanya fungsinya untuk bermain, menurutku untuk membodohi orang2!
Q : Kalo Gita Gutawa?
A : Whoaaaaa!!! Gitaaaa..aaaa MANA! MANA! Tunggu, ini yang penyanyi itu toh...?
Q : Napa kuliahnya begitu lama?
A : Sebelum jawab ini boleh saya bertanya?
Q : Silahkan...
A : Kau mau mati sekarang?!
Q : ......
Q : Ok, saya akan masuk kepertanyaan yang sifatnya agak serius..boleh?
A : Terserah, saya tidak perduli...
Q : Apa nama tempat yang paling menarik menurutmu di UNHAS?
A : Selain Markas HMG...jasmip [Jujur, dak tau kepanjangan jasmip yang betul apa? lagian ini kantin, kalo mau disingkat harusnya berawalan "Kan" jadi kalo di area mipa...mungkin namanya kanmip! Jelek sekali! pantas diputuskan namanya jasmip, padahal yang ini juga dak bagus!]
Q : Apa yang paling kau ndak suka dari jasmip?
A : Arah jam dua dari tempatku duduk, banyak gondrong lagi makan choki choki sama jus stroberi...trus ketawa ketiwi dak jelas sama [ini orang cewe ato cowo saya juga bingung...]
Q : Trus yang paling ko suka dari jasmip?
A : Saya rasa pertanyaannya tidak relevan...
Q : Dari CCTV, kau menghabiskan sebagian besar durasi hidupmu di sana...apa alasannya?
A : Saya makan dan minum..
Q : Makan dan minum tidak butuh waktu berjam jam duduk tiap hari. Dan setelah saya selidiki, di sana sama sekali tidak terdapat tanda tanda tempat ini digunakan untuk latihan yoga..
A : Saya...
Q : APA...! Bicara yang jelas!!
A : Sa...
Q : Bicara atau saya buat kau bicara!
A : Sulap supaya mengantuk ka!!!
Q : Tidak..tapi kau tetap harus bicara...
A : Biar dia yang menjawabnya...dia tahu!
Q : Dia siapa?
A : Elpi Sukaesih! Puas?!
Q : Namanya..saya mau namanya!!!
A : FHJARTDWEIMNLWDA AHFYPOU HTRABVPDESFRAVCRQWI...
Q : Ok..Seberapa sering dia ada dalam kepalamu?
A : Kau masih perlu bertanya? Jam berapa ini...!!!
Q : Isi hatimu..?
A : Saya suka Mafia Wars sama Ninja Saga, Tekken juga! Winning Eleven series tidak, karena dak jago ka!
Q : Bukan itu...maksudku sama dia?
A : Kalo saya ke jasmip tiap hari trus duduk kea orang tolol sendiri tunggui dia datang...itu namanya apa?
Q : Itu namanya Tolol pangkat dua!...HAHAHAHAHAHA
A : Bicara begitu lagi, saya gilas ko pake Tank..!!
Q : Ok piss, ada pesan buat dia..?
A :Tidak peduli apa isi kepalamu tentangku ataupun isi hatimu padaku.. Saya ingin kau selalu tahu bahwa saya akan selalu menyambutmu kapanpun kau datang...
Q : HAHAHAHAHAHA...HAHAHAHA
A : [menelepon : BAWA KESINI ITU COCODRILO APC!!!]
Antarticz Rain 2
Jasmip adalah salah satu kantin di kampus Unhas tercinta dan baru dioperasikan pada tahun 2006 [kalo dak salah]. Berdiri di area Fakultas MIPA tapi didominasi dan masih dalam upaya sistematis untuk dinaturalisasi oleh...[Thankz for the answer]. Jasmip berukuran lumayan kecil bila dibandingkan kantin lain pada umumnya di area kampus Unhas. Dalam beberapa tahun terakhir kantin ini telah berhasil membangun citranya sebagai salah satu tempat tujuan utama saat jam istirahat kuliah.
Beragam orang yang datang tentu beragam pula fungsi tempat ini selain sebagai kantin, diantaranya:
'Tempat tawuran yang paling bagus. Tempatnya sempit trus banyak meja jadi kalo berkelahi orang harus lompat lompat meja!!! Trus ada tangga yang sangat menguntungkan kalo kita berada di dalam kantin dan lawan lagi berdiri pasrah di luar...Dengan sedikit awalan start melayang lalu di ujung tangga melompat dengan bertumpu pada salah satu kaki terkuat trus kaki yang lainnya lurus ke depan. Benar benar mengerikan!!!
'Tempat main domi, permainan yang menguras pikiran dan tenaga serta mempertaruhkan harga diri sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang dikaruniai dengan akal dan pikiran. Pemainan yang sangat berbahaya (lebih berbahaya dari jumanji) karena kalo kalah, callanya dibawa 1 minggu...sangat memilukan hati!!
'Tempat makan dan minum (lebih suka pilihan yang kedua), "mace kopi satu..."
'Tempat baca buku yang lumayan bagus, cuma karena banyak juga orang (kebanyakan berjenis kelamin..Yupe, ko tau jie pale..) bergosip, jadi agak ribut...Mau dilarang, bentar digosipi :-)
Beragam orang yang datang tentu beragam pula fungsi tempat ini selain sebagai kantin, diantaranya:
'Tempat tawuran yang paling bagus. Tempatnya sempit trus banyak meja jadi kalo berkelahi orang harus lompat lompat meja!!! Trus ada tangga yang sangat menguntungkan kalo kita berada di dalam kantin dan lawan lagi berdiri pasrah di luar...Dengan sedikit awalan start melayang lalu di ujung tangga melompat dengan bertumpu pada salah satu kaki terkuat trus kaki yang lainnya lurus ke depan. Benar benar mengerikan!!!
'Tempat main domi, permainan yang menguras pikiran dan tenaga serta mempertaruhkan harga diri sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang dikaruniai dengan akal dan pikiran. Pemainan yang sangat berbahaya (lebih berbahaya dari jumanji) karena kalo kalah, callanya dibawa 1 minggu...sangat memilukan hati!!
'Tempat makan dan minum (lebih suka pilihan yang kedua), "mace kopi satu..."
'Tempat baca buku yang lumayan bagus, cuma karena banyak juga orang (kebanyakan berjenis kelamin..Yupe, ko tau jie pale..) bergosip, jadi agak ribut...Mau dilarang, bentar digosipi :-)
Antarticz Rain
Hari ke sembilan belas...Sore hari tidak pernah seindah ini, meski gerimis telah turun sejak siang tadi. Rinai riuh seperti genta beradu saat pesan itu kuterima dan aku pun segera berlari menemuimu..hanya menemuimu.
Dan seketika waktu berhenti, dadaku sesak, tarikan napasku menjadi begitu tidak konstan, badanku menjadi sangat dingin (kalo dak salah ini tanda-tanda asma), semua serangga besar maupun kecil di pelataran parkir sore ini bersorak sorai saat aku mengatakannya...mereka tidak akan pernah lagi melihatku dalam keadaan sebodoh sekarang. Dan untuk pertama kalinya, aku merasa telah terlalu lama menunggu untuk hari ini.
Lampu jalan pun akhirnya menyala (mereka terlambat 18 detik petang ini), membuatku menjadi sangat aneh. Mungkin dunia pararel yang Einstein katakan benar adanya, ini seperti..mimpi.
Apakah cahaya monokhromatik dengan panjang gelombang tidak seberapa bisa membunuh semua isi kepalaku?? Tidak, karena jawaban sebenarnya sedang duduk di hadapanku. Apakah kau selalu berbaju merah seperti ini atau aku yang mengalami pendarahan hebat hingga membuatmu berlumuran darah?? Sikap diammu baru saja menewaskan seorang pemuda tanggung berstatus mahasiswa (red: Akhmad Taufiq) tanpa reaksi perlawanan yang berarti.
Lalu ketika malam tiba, aku tidak pernah kehilangan sedalam ini..saat kereta biru beroda empat dengan nomor 07 tolol itu membawamu pergi. Siapapun dia yang duduk mengemudikan benda dari neraka itu tidak akan tahu apa yang telah dilakukannya padaku!! Dan..siapapun dia yang memiliki ide untuk membuat jalur angkutan umum dalam kampus, saya akan membunuhnya!!! Apa yang ada dikepala orang gila itu?! Bukankah antartika hanya beberapa ribu kilometer dari tempat ini...?
Dan seketika waktu berhenti, dadaku sesak, tarikan napasku menjadi begitu tidak konstan, badanku menjadi sangat dingin (kalo dak salah ini tanda-tanda asma), semua serangga besar maupun kecil di pelataran parkir sore ini bersorak sorai saat aku mengatakannya...mereka tidak akan pernah lagi melihatku dalam keadaan sebodoh sekarang. Dan untuk pertama kalinya, aku merasa telah terlalu lama menunggu untuk hari ini.
Lampu jalan pun akhirnya menyala (mereka terlambat 18 detik petang ini), membuatku menjadi sangat aneh. Mungkin dunia pararel yang Einstein katakan benar adanya, ini seperti..mimpi.
Apakah cahaya monokhromatik dengan panjang gelombang tidak seberapa bisa membunuh semua isi kepalaku?? Tidak, karena jawaban sebenarnya sedang duduk di hadapanku. Apakah kau selalu berbaju merah seperti ini atau aku yang mengalami pendarahan hebat hingga membuatmu berlumuran darah?? Sikap diammu baru saja menewaskan seorang pemuda tanggung berstatus mahasiswa (red: Akhmad Taufiq) tanpa reaksi perlawanan yang berarti.
Lalu ketika malam tiba, aku tidak pernah kehilangan sedalam ini..saat kereta biru beroda empat dengan nomor 07 tolol itu membawamu pergi. Siapapun dia yang duduk mengemudikan benda dari neraka itu tidak akan tahu apa yang telah dilakukannya padaku!! Dan..siapapun dia yang memiliki ide untuk membuat jalur angkutan umum dalam kampus, saya akan membunuhnya!!! Apa yang ada dikepala orang gila itu?! Bukankah antartika hanya beberapa ribu kilometer dari tempat ini...?
Kamis, 16 Juni 2011
09 : 48 AM
Dalam sepi kau datang...
Saya harus berhenti membuat tulisan tentangmu [khususnya yang berbentuk puisi, published or nope], saya hampir tidak dapat mengenali Taufiq versi merah jambu yang ini. Meski saya sangat menyukai diriku yang seperti itu, tapi tetap saja..itu akan membuatku jadi bulan bulanan massa [kapan kapan saya ingin mempertemukanmu dengan teman teman SMAku. mereka tidak punya minat lain selain menghina orang].
Jika ada hal yang benar benar saya inginkan sekarang, itu pasti kau mau berbicara denganku lagi. Kau tidak perlu memperlakukanku seperti anak kecil. Saya cukup realistis. Bagaimana pun dia jauh lebih baik dari saya dilihat dari segi apapun. Jadi kecil kemungkinan kau akan mau bersamaku, kecuali ada kejadian sangat ekstrim yang membuatmu berubah pikiran seperti kau hilang ingatan misalnya. Dan berhenti mengataiku stalker [karena menurutku kau melakukan hal yang sama]. Ditambah lagi sepertinya kau salah paham. Maksudku, kau mengedipkan mata dua kali dan saya mengerti semua isi kepalamu? Are you idiot? Bagaimana kau tau saya akan pergi setelah kau mengatakan tidak? Puja dewa kerang! Saya bukan panci yang tidak bisa diajak bicara.
Terima kasih karena telah terlahir ke muka bumi. Kau perempuan paling cantik yang pernah saya kenal, dalam segalanya. Dan untuk apapun yang saya katakan...hatiku milikmu
Saya harus berhenti membuat tulisan tentangmu [khususnya yang berbentuk puisi, published or nope], saya hampir tidak dapat mengenali Taufiq versi merah jambu yang ini. Meski saya sangat menyukai diriku yang seperti itu, tapi tetap saja..itu akan membuatku jadi bulan bulanan massa [kapan kapan saya ingin mempertemukanmu dengan teman teman SMAku. mereka tidak punya minat lain selain menghina orang].
Jika ada hal yang benar benar saya inginkan sekarang, itu pasti kau mau berbicara denganku lagi. Kau tidak perlu memperlakukanku seperti anak kecil. Saya cukup realistis. Bagaimana pun dia jauh lebih baik dari saya dilihat dari segi apapun. Jadi kecil kemungkinan kau akan mau bersamaku, kecuali ada kejadian sangat ekstrim yang membuatmu berubah pikiran seperti kau hilang ingatan misalnya. Dan berhenti mengataiku stalker [karena menurutku kau melakukan hal yang sama]. Ditambah lagi sepertinya kau salah paham. Maksudku, kau mengedipkan mata dua kali dan saya mengerti semua isi kepalamu? Are you idiot? Bagaimana kau tau saya akan pergi setelah kau mengatakan tidak? Puja dewa kerang! Saya bukan panci yang tidak bisa diajak bicara.
Terima kasih karena telah terlahir ke muka bumi. Kau perempuan paling cantik yang pernah saya kenal, dalam segalanya. Dan untuk apapun yang saya katakan...hatiku milikmu
Langganan:
Postingan (Atom)