Jumat, 17 Juni 2011

Land of the sun 3

Hari senin pagi matahari tetap bersinar seperti biasa dan sama sekali tidak ada tanda tanda bahwa hari ini hujan akan turun. Suasana koridor yang lengang membuat angin lebih leluasa menderu tanpa harus terhalangi oleh tubuh tubuh kekurangan jam tidur tapi kelebihan tugas serta laporan. Ada apa gerangan hari ini? Aroma dendam dan darah begitu menyengat di tiap jengkal dinding dan lantai koridor, Hhhhh…
Sesekali hanya terlihat beberapa orang mahasiswa baru yang melintas dengan kereta api dan Ultrasonic solarcell vehicle (apa ini???) Lalu samar samar terdengar percakapan mereka…
“sudahmi laporanmu…?” Grrrr…Laporan, laporan dan laporan. Bumi telah dikuasai makhluk jahat bernama laporan!! Apa saja kerja badan antariksa negara ini? Kami penduduk bumi yang lucu dan manis sedang dirubah dan diformat ulang dalam tungku panas bernama laboratorium (tempat yang sangat berbahaya).
Segalanya terlihat berjalan dengan normal, sampai…
Teng! Teng! Teng!...Tiba tiba puluhan, ratusan bukan…ribuan bahkan ratusan ribuan (bodoh!) mahasiswa bertampang buas dan brewok dengan tattoo disekujur tubuhnya (mahasiswa atau napi ini fren?? Seriusko sedikit…) berdatangan dari segala arah dan menyerang koridor..Enemy spotted!! Tiba tiba salah seorang dari mereka menghunus pedang dan mengacungkannya pada salah seorang prajurit orange dengan maksud mengajak duel..

“we kau!! Mauko melawan??”
“Ditanya tiba tiba gini, saya jadi agak grogi nih…umm opsinya apa aja??”
“Janganko banyak bicaramu!! Opsinya ada dua, a. melawan b. membaca buku”
“wah, pertanyaannya susah…tapi daripada membaca saya pilih melawan!”
“Iyo!! Siniko Talas#!!”
“Kau yang kesini! Dilarangka dokterku jalan jauh jauh!!”
“Talas#ji inie..Serbu..!!!”

Peperangan pun dimulai…batu berhamburan dan pukulan pun saling berbalas..tapi…
Jumlah dan peralatan tempur yang tidak seimbang membuat prajurit orange terpaksa mundur…Luka, darah dan airmata pun tidak tertahankan…Ada satu masa dimana ksatria ksatria terhebat yang pernah ada pun harus diajarkan tentang pahitnya kekalahan, agar mereka tahu dan mau terus maju…
Di sini kehormatan adalah segalanya, tapi bukankah telah kami peroleh kehormatan kami…Kami tidak lari dan kami tidak gentar, meski hasilnya berbeda…
Dan satu kisah akan kembali diceritakan hingga ketempat dan masa yang paling jauh…tentang kekalahan dan air mata yang mengalir karena koridor terinjak injak. Tapi masa pun akan mengingat kalian yang tidak pernah lari ataupun takut dan terus bangkit membela panji orange…Hari ini akan tercatat sebagai hari yang sangat istimewa dan tidak perlu terulang.
Viva por orange, Viva por orange!!!

Tidak ada komentar: