Jumat, 17 Juni 2011

Antarticz Rain 5

Possesive


[Untukmu kawan, maaf lambat saya upload. Saya mengedit beberapa bagian, semoga tidak terlalu berbeda dengan yang pernah kau baca]


Kau akan bertemu beberapa orang yang salah sampai benar benar menemukan orang yang tepat. Sekarang, saat saya akhirnya berpikir menemukan orang yang tepat...dia baru saja menemukan orang yang salah!

Pepatah Perancis mengatakan, bersikap tidak sopan pada seorang perempuan adalah tindakan kriminal. Tidak sopan disini bisa berarti meneriaki, menghalangi jalannya, mengikutinya dari belakang, senyum senyum dak jelas sambil menatap aneh dan yang paling kriminal adalah menganggu teman pria yang sedang berjalan di sampingnya. Mengapa kriminal? Mungkin karena hanya pada merekalah kita akan menemukan keajaiban keajaiban yang begitu susah untuk dijelaskan dengan logika [walaupun sikap brutal mereka di atas angkutan umum seperti menggosipkan seluruh isi dunia lalu tertawa beramai ramai padahal yang mereka bicarakan sama sekali tidak lucu..benar benar aneh!]
Dan didalam keajaiban itulah sekarang aku berada tanpa perlindungan dan pertahanan yang berarti. Bahkan memiliki diriku sendiri sekarang menjadi begitu sulit. Hidupku berubah 180 derajat, jam tidurku berkurang drastis, waktu makanku tidak lagi teratur, dan aku menjadi sangat rajin mandi lalu diakhiri dengan bersenandung tidak jelas di depan cermin [ok, beberapa diantaranya hiperbola].
Ini adalah praktek cuci otak paling berhasil dimuka bumi, karena kau bahkan tidak perlu mendudukkanku di dalam ruangan serba putih, tanpa obat penenang atau perlu berbicara sepatah katapun. Lebih parahnya lagi, aku tidak akan pernah bisa menuntutmu secara hukum atas apa yang telah engkau lakukan padaku. Alibimu begitu sempurna, tanpa motif dan tanpa bukti kejahatan sama sekali.
Hari ini aku melihatmu melintas dan tertawa. Apakah kau juga melihatku tersenyum begitu tulus padamu? Dan perlahan tanganku mulai bergerak menulis beribu ribu puisi tentangmu. Siapa saja..TOLONG AKU! Romantisme tidak pernah menjadi aliran hidupku!
Aku mengagumimu, dan apakah kau sadar..senyum kecilmu berukuran begitu besar untukku?! Saat jam kuliah telah usai, apakah kau melihatku berdiri berjam jam di ujung koridor bersama satu pasang senapan otomatis dan pistol berkaliber magnum, serta berton ton TNT untuk mengamankanmu dari apa saja? Kesannya gila, tapi ini terasa sangat waras..untukku!
Lalu aku dengan segenap upaya, berjuang untuk mengucapkan kata "Hai..", 3 huruf yang tidak berarti apa apa untukmu. Karena engkau begitu sibuk dengan orang lain di sampingmu [yang tampangnya manis kayak homo, wangi, hapenya canggih dengan aplikasi yang susah dijelaskan dengan bahasa verbal, earphone yang tidak pernah lepas dari telinganya dan merasa sangat unik dengan potongan rambut yang sangat boyband. Dia membuatku semakin membenci westlife..]
Tidak diragukan lagi, kau menganggapku tidak ada atau tidak cukup boyband untuk berada disampingmu. Tapi jangan khawatir, saya tidak akan marah atau kesal bahkan untuk semua pesan singkatku yang tidak pernah kau balas. Semua sikap negatifmu tidak membuatku berhenti berpikir positif tentangmu [padahal teorinya, vektor positif dan negatif tidak akan pernah berpotongan..ada yang tolol disini]
Perasaan ini juga membuatku begitu optimis dan menjauh dari sisi sisi realita yang harusnya kupijak. Aku selalu berpikir, mungkin kau belum menemukan kata yang tepat untuk membalas semua pesan yang telah aku kirimkan. Padahal sebenarnya aku hanya ingin kau tahu, pesan singkat romantis [menggunakan bahasa Norwegia, Albania dan kadang kadang Rusia] tersebut kubuat sendiri setelah seharian berperang [kapasitas otak yang kumiliki membuatku hampir kalah] dengan kamus yang tebalnya 1000 kali lebih banyak dari semua catatan kuliahku sejak semester satu.
Atau kau tahu tapi pura pura tidak tahu? Karena semua sama sekali tidak berkesan dan make no sense to you? Atau karena kau adalah perempuan dengan kategori brain, beauty and behaviour yang setara dengan miss universe?
Mungkin aku harus mencoba meledakkan Twin tower petronas untuk menarik perhatianmu, atau memindahkan seluruh bagian pegunungan Himalaya hingga tepat berada di depan pagar rumahmu?! Jangan sayang, itu tidak masuk akal. Lagian pegunungan Himalaya berukuran sangat besar dan bisa menutup semua akses jalan menuju rumahmu. Bukankah itu akan sangat menyulitkan jika kau akan berangkat ke kampus atau sekedar window shopping dak jelas di pusat pusat perbelanjaan ternama di kota ini.
Ingatkah saat pertama dan terakhir kita berbicara melalui telepon?
Rasanya senang sekali akhirnya kau mau berbicara padaku, dan aku tidak perlu lagi berpura pura menjadi seorang laki laki malang yang salah sambung untuk sekedar mendengarkan suaramu yang seperti desah angin saat badai menghampiri pantai [saya juga bingung kenapa bisa menulis begitu]. Tapi mengapa saat aku memperkenalkan diri, kau mulai berbicara seperti orang yang keracunan gas amoniak, sangat tidak nyambung..dan dengan indah memutuskan sambungan telepon tanpa konfirmasi.
Kekejamanmu tidak sampai disitu, karena kau bahkan tidak memberiku kesempatan recover dari kejadian di telepon tadi ketika akhirnya saya menerima pesan singkat dari handphonemu [semua tertulis dalam bentuk huruf kapital] "JANGAN GANGGUKA! ADAMI PACARKU!!!"
Sayang, aku tidak punya urusan dengan pacarmu jadi kita tidak usah bahas apapun mengenai dia [Hahahahaha]. I am fine! I am a thousand percent fine! [Saya harus mendapatkan hadiah nobel untuk ketabahan seperti ini]
Lalu keesokan harinya ketika bertemu di kampus, kau bersikap seolah olah tidak terjadi apa apa dalam rutinitas hidupmu [Kau berdarah dingin!]
Sangat kontras dengan keadaanku yang seperti badut nyasar di luar angkasa bersama berjuta soal algoritma super susah..idiot!
Aku tahu kau pasti menganggapku bodoh atau sangat bodoh. Tapi bukankah telah kukatakan semua padamu dan tidak perlu ada hal lain setelah itu.
Dan kau menyebutnya possesive...masa bodoh!!!

Tidak ada komentar: