Jumat, 17 Juni 2011

Land of the sun 2

WHOAAA!! Pagi yang indah.. sangat indah !!
Setelah bertahun-tahun bangun kesiangan, akhirnya tiba juga hari dimana mau tak mau harus bangun pagi. Jam dinding menunjukan pukul 06.30, ahh mana bisa!!!! Meski ini sedikit menyalahi prinsip hidup yang aku anut, ternyata bangun pagi-pagi menyajikan sebuah sensasi yang tiada tara. Udara pagi yang berhembus pelan dan dingin serta sinar matahari pagi kuning keemasan yang hangat ini membuatku merasa tolol. Mengapa tidak kemarin-kemarin aku bangun sepagi ini? Tapi untunglah, alasanku tuk selalu bangun kesiangan cukup rasional dan realistis.

07.30 WITA…

Selesai mandi dan berpakaian, akupun segera bersiap-siap untuk segera brangkat ke kampus. Kuliah pertama hari ini pukul 08.00 WITA dan setelah menjelaskan panjang lebar pada kedua orang tua dan orang-orang di rumahku yang heran dan melihatku dengan pandangan tak biasa akupun berangkat.
Begitulah pagi ini, bahwa aku baik-baik saja, waras dan 100% sadar akhirnya berangkat juga ke kampus tuk pertama kalinya. Arrrrgggghhhhh!!!!!! Dingin ternyata..HWAAA!! (menyebut salah satu nama binatang peliharaan). Dan penghargaan untuk kategori manusia paling rapi dan segar di kampus pagi ini!!!! Pemenangnya adalaaaah.!!!
Wah itu aku! Hwahahaha…
Tak berapa lama berselang, beberapa orang mahasiswa yang mengambil matakuliah yang sama denganku pun muncul……
Setelah berbincang-bincang sejenak mengenai masalah politik, tingkat inflasi mata uang rupiah, perdamaian di Timur Tengah, dampak-dampak lingkungan, global warming, flu burung dan berita anyar tentang bunga citra lestari dan asmirandah, akhirnya kami memutuskan untuk menunggu sang dosen di ruang kuliah. Biar gak terlambat… CERDAS!!!
Dan menit-menit selanjutnya pun menjadi penantian panjang dan mendebarkan. Gila!! Ini kuliah perdanaku setelah bertahun-tahun lamanya (rasanya seperti detik detik penerbangan luar angkasa ke bulan). Tapi tunggu! Kok peserta kuliahnya kebanyakan berwajah asing? trus pake seragam hitam putih…(Eh iya, kan aku ngambilnya matakuliah dasar, jadi.. yaah bersama-sama dengan…)
“wee!! Siapa Namamu??!!”
“ye’!! Mawar (nama samaran) Kak!!
“Kakak?! Jadi maksud lo, kita sodaraan gitu?! Tai Sapi!!!”
Trus dia pasang tampang seram, tapi pas aku melihat lagi ke arahnya, dia tersenyum, manis sekali…
Gila!! Gua mang tampan!! Sumpah!!! (kantong muntahnya minta pada pramugari di sekitar anda)
Hmmm..dosenx pun datang, ruangan yang tadinya riuh rendah pun jadi tenang. Meski cuman matakuliah tingkat dasar tapi ini sangat sangat penting (Geologi Fisik dan Pengayaan Uranium untuk instalasi nuklir berbasis lingkungan). Dan setelah waktu kuliahnya habis, aku tidak ingin berlama-lama dlm ruangan. Hehehe, matakuliah yang lain sudah menunggu…Go Go Go!! (baca : geo geo geo!)

12.45 WITA siang

Akhirx, kuliahku pun selesai… maksudnya untuk hari ini. Besok?? Tenang… masih banyak (sikatoang). Sekarang aku lagi nongkrong di salah satu pojok koridor kampus. Tempat ini ramai juga, tapi kebanyakan adalah mahasiswa-mahasiswa lama sepertiku, duduk, belajar dan menghabiskan waktu dengan tawa dan canda. Tapi sepertinya ada seseorang yang tidak begitu menikmati suasana seriang dan seceria ini (anak anak skali bahasanya toh?). Setelah melakukan pendekatan yang intensif dan interogasi berjam-jam, akhirnya dia mau juga CURHAT!!
Hohoho… masalah cinta rupanya!! Mahasiswa dan cinta!! Sungguh ironis!! Hehehe…
Ternyata dia lagi jatuh cinta pada salah satu mahasiswi di kampus ini. Setelah menghalalkan segala cara, sang mahasiswi primadona kampus tetap minus respon. Dia bercerita bahwa sang mahasiswi seperti tembok tebal dan kokoh yang sulit ditembus.
“Saya sudah mengancam membom rumahnya, meneror orang tuanya, dan mencoba membunuh semua pria yang mencoba mendekatinya” ujarnya polos
“No comment…”
Sebagai teman yang baik hati, gemar menolong, menghargai orang lain dan melaksanakan pancasila dan UUD 45’ secara murni dan konsekuen, aku hanya bisa memberikan dukungan, karena sepertinya hal ini akan menjadi katalistor yang sangat baik baginya.
Demi sang mahasiswi primadona kampus dia rela menghabisiskan waktunya di warnet, meski Cuma buka friendster, facebook dan kirim email (tentunya pada sang primadona) tugas nomor sekian, dia pun jadi lebih rajin masuk kuliah.
“ Hanya masuk kuliah satu-satunya cara agar aku bisa melihatnya fren!!! “ ujarnya lagi.
Mau bagaimana lagi, sel-sel otaknya sudah dipenuhi gelembung-gelembung berbentuk hati yang mematikan otak kiri dan kanannya. Tak berapa lama kemudian dia bergegas pergi tanpa sepatah katapun. Sekilas melintas bayangan aneh dibenakku buat temanku yang satu ini…
“ BUNUH DIRI ??!!“.
Aku rasa tidak, dia tidak punya cukup uang untuk membeli satu set alat gantung diri ataupun sebotol baygon cair. Lagi pula di kampus ini menyerah dan putus asa tidak pernah ada. Kami sangat buruk dalam hal menyerah!!
Beberapa hari berselang ketika kukembali bertemu dengannya, dia kelihatan begitu berbeda. Wajahnya berseri-seri, senyum menghiasi bibirnya memaksa lesung pipinya muncul tapi tetap tidak setampan aku (Pintu darurat ada tiga, depan, tengah dan belakang)… Ada apa ini?? Dia GILA???!!!
Usut punya usut, ternyata dia telah menemukan tambatan hatinya, tapi sang mahasiswi primadona kampus lain. Dengan wajah Girang dia lalu menceritakan semuanya.
“ The Present is The Key to The Past” artinya gak ada rotan akarpun jadi, ujarnya simple tanpa dosa dibarengi senyum bodohnya yang merekah bak bunga matahari. Hegh! Laki laki semua memang kayak ikan, pintar berenang…

Ck…ck…ck… Kalau anda cari kekasih
Well Well Pom Pom..
Jangan cari cowok geologi
Well well Pom Pom…

Tidak ada komentar: