Ini perusahaan kedua dimana saya bekerja sebagai seorang geologist.
Hubungan dengan perusahaan sebelumnya tidak berjalan dengan begitu baik dan berakhir melalui surat resign tanpa basa basi. Kadang hal hal seperti itu terjadi pada profesi ini, ada beberapa faktor utama yang seringkali membuat seorang geologist pindah tempat bekerja. Selain sinyal, jadwal cuti menjadi pertimbangan paling utama untuk menentukan pilihan tempat bekerja. Jadwal cutiku yang sekarang tidak berbeda dengan jadwal cuti di perusahaan sebelumnya. Delapan (8) minggu bekerja, dua (2) minggu off. Tidak ada yang menarik dengan yang delapan minggunya, karena kehidupan sebenarnya terjadi pada bagian yang dua minggu. Bahasa sederhananya, saya bekerja selama delapan minggu di site untuk hidup selama dua minggu di luar site.
Saya tidak pernah menganggap manajemen keuanganku adalah manajemen versi terbaik yang pernah ditemukan oleh manusia dan patut untuk diseminarkan dalam pertemuan rutin ahli ekonomi dunia.
Saya benar benar payah dalam hal mengatur uang.
Menabung bagiku seperti salah satu kata dalam bahasa sumeria kuno yang saya tidak tau artinya apa.
Manajemen keuangan parah ini jugalah yang membuat saya selalu berakhir di atas bus rongsokan paling murah untuk menuju site ketika waktu cutiku telah usai. Tapi diluar semua hal itu, hidupku sepertinya baik baik saja kecuali satu hal.
PERNIKAHAN…
Pernikahan adalah isu paling SARA ketika memasuki usia sepertiku sekarang, kapan nikah menjadi seperti ucapan salam ketika bertemu seseorang dimana mana. Dan biar tidak terlihat aneh, jawaban untuk pertanyaan tersebut harus berupa kalimat harapan yang mencerminkan semangat tanpa kenal putus asa dalam mencari pasangan hidup dan diakhiri dengan basa basi mohon didoakan agar pernikahan yang mereka tanyakan bisa segera terwujud.
Hidup di tengah tengah masyarakat benar benar merepotkan.
Kadang saya berpikir, daripada mereka mengiritasi orang lain dengan pertanyaan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka (saya menikah dengan kehidupan mereka adalah dua hal yang tidak relevan), mengapa mereka tidak menanyakan hal hal yang lebih ringan kayak ‘naruto seri terbaru sudah terbit atau belum?’
Pernikahan adalah sesuatu yang sangat serius. Karena alasan itu, saya hanya ingin menikah dengan seseorang yang saya sukai dan juga menyukaiku tentunya. Jadi saya tidak punya kriteria fisik apapun dalam hal ini.
Kemudian tibalah fase dimana orang orang dekatku mulai sibuk memperkenalkanku dengan beberapa perempuan yang menurut mereka punya bakat untuk menjadi seorang istri yang baik. Aktivitas aneh mereka ini berhenti setelah mereka mendengarku berkata, saya butuh partner hidup bukan badut salon, apalagi pembantu rumah tangga.
Saya menulis ini untuk menghadapi fase satu setengah bulan di site.
Saat dimana apapun dalam radius 60 Km sama sekali tidak menarik.
Saat dimana saya mulai berpikir untuk menguruskan badan dengan menahan diri untuk tidak berperilaku seperti gorilla setiap jam makan tiba.
Saat menikah adalah hal terakhir yang seharusnya saya pikirkan.
Karena jodoh di tangan Tuhan.
Bukan begitu?