Jumat, 17 Juni 2011

Land of the sun 5

Hujan turun dengan lebatnya subuh ini. Tidur akan jadi satu satunya pilihan paling masuk akal andai saja hari ini bukanlah batas akhir pendaftaran mata kuliah untuk program remedial. Sekedar informasi, saya berteman sangat akrab dengan nilai E. Tiap akhir semester ketika nilai dipajang, E main borongi sambil mencaci maki...

AKHMAD TAUFIQ D61103023 E

Sebagai prosedur standar pembelaan diri, saya akan mulai dengan pernyataan "Persetan, bukankah Bill Gates juga DO dari universitas!"
Dan saya jauh lebih baik dari pada Bill Gates, karena saya tidak punya rencana drop out. Saya akan sarjana...soon or late [kemungkinan besar late]
Dan karena sarjana inilah, sekarang saya harus membuat perhitungan dengan mata kuliah Petrografi.
Selesai mandi, hujan belum juga reda...BECAKKKK!!!

[Ujung]

Tempat mangkal pete pete bernomor 07. Pada pagi hari, tempat ini diselubungi asap tebal dari tungku bakar manusia manusia beremosi labil yang membuat saudaranya sendiri jadi sop [Warung sop saudara, bercanda...]

"Kampus...kampus!!!"
"Kampus, kurang satu lagi berangkat..mau mi jalan!" teriak calo pete pete berusaha memprovokasi penumpang. Pete pete merespon teriakan tadi dengan gerakan maju sedikit, lalu mundur, lalu maju, mundur, maju dan setelah korban naik...pete pete diam tidak bergerak [benar benar]

Setelah menunggu 5 menit di tempat yang agak jauh, akhirnya naik kendaraan bernomor polisi DD 1113 XX keluaran tahun 1993, merk mitsubishi type TS 100 bertenaga 50 ekor kuda. Tapi ada yang aneh...tidak ada penumpang lain. Pagi hari biasanya sangat sesak. Kejadian buruk selalu berawal dari pikiran buruk bukan? Jadi mari lupakan soal penumpang. Saya lalu menyalakan AC, merebahkan kursi penumpang, mengambil bantal dari bawah kursi, menarik selimut lalu memesan hot chocolate pada pramugari yang...Kayaknya saya salah naik, ini bukan pete pete!!!

Perjalanan ini akan memakan waktu paling tidak 30 menit. Tapi segera akan jadi 30 menit paling lama dalam hidupku selain menunggu dr. ##### selesai menjahit kakiku yang robek terkena serpihan ranjau [Saya tau, setelah membaca ini kalian akan berkata "Wajar dapat E!"]
Naik pete pete dengan senandung hujan selalu menyenangkan, apalagi jika diiringi Always - Weezer...

Semua berjalan indah, sampai beberapa saat kemudian saya akhirnya sadar kalo semua kendaraan lain terlihat sangat lambat, kecuali truk kuning yang berada tepat di samping jendela dan bannya sibuk menyirami kaca dengan air hujan dari aspal. Lepas dari short attention span, akhirnya saya mengerti...Saya Akhmad Taufiq [status mahasiswa tingkat akhir] sedang berada dalam pete pete, berdua dengan sopir yang sepertinya menderita penyakit obsessive kompleks pada game NFS 'Most Wanted'. Instingku berteriak teriak "Taufiq, you're in a serious danger!" dan beberapa saat kemudian, mode siaga penuh level 1 aktif, mata menatap lurus ke depan, kedua tangan terjulur ke bawah sambil mencengkeram kuat besi penyangga bangku, kaki dalam posisi terkunci dan mulut sangat sibuk baca doa "Ya ALLAH, selamatkanlah hambamu..."

Menegur sopirnya? Saya pun memikirkan hal yang sama. Tapi percobaan pertama dengan jawaban "DIAM KAU! Ini urusanku dengan sopir truk sialan itu...saya atau dia yang mati!" [Saya dak masuk hitungan..Butuh kaca pembesar supaya saya kelihatan, pak sopir?] membuatku tidak perlu repot untuk mencoba kedua kalinya
Bersikap kasar [memukul, menendang dan membenturkan kepalanya ke kaca] juga tidak mungkin. Andai saya tidak perlu melihat semua tattoo di lengan kirinya
Melompat keluar? Pintar sekali...tapi saya butuh diberi sedikit contoh!!!

[Belokan 180 derajat depan counter yamaha AP Pettarani]

Setelah melewati truk, ini yang paling saya khawatirkan...di belokan ini, dia pasti akan melakukan drift!! Dan seperti membaca pikiranku dia berkata "kalo rem tangannya berfungsi, saya pasti melakukannya!"
Tiba tiba terdengar suara peluit yang sangat nyaring..untunglah! sepertinya itu polisi lalu lintas, kau tamat Alonso!!! Tapi dengan gagah berani, sang sopir menginjak pedal gas sampai tidak tersisa sedikit pun. Pete pete melaju kesetanan di tengah padat jalan raya. Tidak terima diperlakukan remeh seperti itu, polisi lalu lintas tadi bergegas mengambil motornya, membunyikan sirene dan mulai mengejar dengan kecepatan penuh..Welcome marco melandri!
Dan saya, yang siang ini benar benar tidak berharga sama sekali, dengan panik mengeluarkan Al-Quran dari dalam tas dan mulai mengaji....

Ini persis dalam Need For Speed 'Most wanted edition', Tinggal tunggu saya bilang "Hi, I'm Rachel...run away and crush the police for a higher experience points. Visit your garage to upgrade your car and stay aware with the traffic! Have a good drive!"

[Lampu merah Borong]

Polisi tadi akhirnya berhasil memalang pete pete [jumlah busi dan tenaga pendorong turbo membuat banyak perbedaan].

"Turun! Atau kau akan sangat sibuk membersihkan otakmu dari kaca!"
"I...iya pak!"
"Kartu SIM?!"
"Ini pak, saya pake Pro X#"
"Saya pake IM#" sahut polisi tidak bersahabat
""IM# bagus pak, tapi mahal kalo dipake menelpon..."
"SURAT IZIN MENGEMUDI sama STNKmu!!!"
"Dak ada, Om..." [perubahan kata sapaaan yang sangat jelas untuk kesan yang lebih akrab]

Tanpa mau tau lebih jauh dan membuang buang waktu, saya berhasil menghentikan pete pete lain dengan jalur yang sama. Topi dan kemeja membuat sopir yang ini terlihat lebih sopan dan paham rambu rambu lalu lintas. Tapi kemudian dia menoleh sedikit dan bilang "Suka Gran Turismo?!"
Beberapa menit yang lalu iya...[semua ini akan membuatku mati apoplexi]

[Kampus Unhas Tamalanrea]

Pukul 08:15 WITA, tiba dengan selamat di kampus. Bergegas ke kantor jurusan yang ternyata belum terbuka membuat usahaku pagi ini agak terkesan berlebihan.
Pukul 08:45 WITA mendaftarkan Petrografi sebagai daftar Hitlist berikutnya...
Jika semua tujuan tidak butuh proses bukankah hidup akan sangat membosankan? Menyemangati diri sendiri trus tidur sepanjang hari juga sepertinya tidak banyak membantu [butuh hampir 7 tahun untuk mengerti ini]. Ada saat dimana akhirnya kau harus benar benar harus turun ke jalan dan mulai membakar sesuatu [apa saja yang penting asapnya tebal]. Karena DO adalah sebuah pengkhianatan, Hidup Mahasiswa!!!

Tidak ada komentar: