Jumat, 17 Juni 2011

Land of the sun 8

Kuliah pagi ini membawaku melintasi tempat tempat yang jauh, mulai dari Yellow stone, Arktik sampai terusan Suez [Hahahaha tentu saja itu bohong, karena sekarang saya sedang terjebak dalam ruangan berukuran kurang lebih 10 x 10 meter bersama beberapa puluh orang lainnya ditemani seorang Mentalis Super yang akan membuatmu tertidur hanya dengan mengucapkan kata "Pembinaan..."]

Hujan turun dengan derasnya....

Dulu sebelum koridor direnovasi, antrian mahasiswi [biasanya tertulis "mahasiswa/i" tapi akhiran "a" akan membuat kalimat ini menjijikkan] selalu menjadi tontonan yang sangat menarik. Mereka berkerumun dan sibuk berdebat bagaimana cara agar tidak basah saat melintasi koridor tanpa atap dan digenangi air bercampur lumpur yang merupakan material hasil pelapukan lalu tertransportasi dalam bentuk koloid pada tubuh fluida [Palsu! Hahahahaha] setinggi mata kaki. Ide mereka beraneka ragam. Beberapa diantaranya tidak pantas disebut ide, menurutku. Mulai dari menyusun batu bata di tengah genangan air sebagai pijakan [Ide ini sepertinya yang paling berhasil sampai salah satu dari mereka tergelincir dan lebih basah dari yang seharusnya ketika mereka mau berjalan kaki dengan sepatu basah] sampai menelepon pemadam kebakaran [Saya simpulkan begitu karena yang sedang menelepon berteriak teriak menyebut kata 'air'. Bukankah semua mobil pemadam kebakaran berisi air?]. Masuk ke bagian paling menarik, salah satu dari mereka [dia beruntung wajahnya cantik] begitu sibuk membungkus wajahnya dengan kantong plastik. Kesimpulanku : Tindakan ini bukan karena alasan takut jatuh atau basah, tapi khawatir make up-nya luntur kena air hujan. Menjadi cantik begitu merepotkan! Dan sekarang dia berteriak teriak cari payung [ini setelah oknum sadar, kantong plastik membuatnya terlihat aneh]. Tidak berhenti sampai disitu, usaha mendapatkan payung gagal diapun mulai menelepon kiri kanan [Kemungkinan terbesar dokter kulitnya! Saya simpulkan begitu karena wajahnya yang sangat putih tidak sesuai dengan iklim tropis yang artinya sinar matahari hampir setahun penuh. Jadi kalau bukan operasi plastik, pasti ini hasil pemakaian kosmetik China berbahaya dengan dosis tidak dianjurkan sesuai dengan yang tertera pada label produk].

[Terdengar ketukan di pintu...Sebuah kepala muncul diantaranya]

"Assalamualaikum..." [Isi ruangan menjawab salam]
"Saya tahu kau akan bilang terlambat karena hujan, tapi hujan sudah terjadi sejak berjuta tahun yang lalu dan semuanya diluar ruang kuliah! Mengerti maksud saya?"
"--------" [Negatif]

[Tahu arti titel Master?? Kalo dak salah : I'm 100% in charge of your life so I can put your ass outside the door and make a long tiny red line on your name in attendance list]

Ini sesi ke-dua dalam selang beberapa menit, saya menyaksikan orang orang dikeluarkan dari ruangan kuliah. Pada sesi sebelumnya jumlahnya lebih banyak dan berhasil mengurangi peserta kuliah sampai setengahnya. Alasannya bukan terlambat atau kehujanan karena mereka sama sekali tidak basah atau tidak tepat waktu.

Lalu ketika kuliah dilanjutkan...

"Ada yang tahu apa itu "Alga merah?"

Yang ada dalam kepalaku adalah mobil pemadam kebakaran beroda delapan dengan selang besar pada sisinya lengkap dengan tulisan 'Fire fighter'. Entah dengan peserta kuliah lain yang tersisa dalam ruangan...Tapi setahuku salah satu dari mereka memikirkan balon gas berwarna merah dengan tulisan berwarna putih besar "Get me out of here!" [Program not responding]

Proses perkuliahan seharusnya menyenangkan seperti saat saat hujan turun. Tapi ketika kau berada di luar ruangan dan namamu tercoret pada daftar hadir...rasanya seperti keracunan kosmetik China berbahaya!

Tidak ada komentar: