Ketika mengalami kejadian yang hampir sama..waktu pun kembali!
Siang itu hari ke-23 dibulan Januari. Menghadiri pemutaran film dokumenter bertema rekayasa genetik. Tapi tidak perlu terlalu kaget, yang mereka bicarakan hanyalah hal hal tidak penting seperti kentang, ikan salmon dan hama kapas. Padahal ketika menerima undangan pemutaran film ini, imajinasiku berputar putar pada area laba laba mutan, sinar gamma dan radiasi material asing dari luar angkasa yang bisa membuat tubuhmu dikelilingi api atau elastis seperti karet.
Pembicaranya seorang Professor dalam bidang genetik [katanya]. Tapi ketika dia mulai berbicara...semua mulai tercium tidak futuristik! Bau bakteri dimana mana. Orang ini mengeluarkan banyak sampah dari mulutnya. Satu satunya kesimpulan yang bisa saya buat setelah menyaksikan film dokumenter dan memperhatikan apa yang orang orang ini diskusikan adalah "Rekayasa genetik tidak begitu populer di India"
Yang hadir dalam ruangan kebanyakan mahasiswa yang berhubungan dengan tema film. Muka mereka kelihatan begitu serius dan sangat aktif bertanya [tipe mahasiswa dengan masa studi singkat dan IPK selangit tapi ketika mahasiswa lain melihat fotonya di buku tahunan, dia akan berkata "Alien ini mahasiswa??"]. Tapi saya yakin mereka sama sekali tidak mengerti apa itu rekayasa genetik. Kalau mereka mengerti, bukankah harusnya mereka sekarang sudah bisa terbang atau menghilang mungkin [menghilang sangat cocok untuk mereka].
Ok sebaiknya saya keluar dari tempat ini. Sebelum mereka mulai berpikir saya adalah salah satu dari mereka, yang harus nonton film dokumenter untuk tau kalo ikan salmon bertelur di sungai. Atau jangan jangan mereka mengira ikan salmon bermetamorfosis seperti katak?! Sepertinya begitu..TAKSI! Bawa saya menjauh dari sini. Kemana saja, yang penting cukup jauh dari orang orang biososial yang mengira mengembangbiakkan bakteri bisa menyelamatkan tata surya!
Kembali ke tempat tadi ketika sore. Ruangan telah kosong [semua yang nonton kecuali saya harus ke dokter jiwa karena tidak mampu memproses dengan baik informasi sampah yang baru saja mereka terima].
Dan sekarang..kembali terjebak dalam pemutaran film dokumenter bertema kehidupan sosial. Orang yang sepertinya komentator film [atau dia menganggap dirinya seperti itu] sedang berkoar koar mengenai permasalahan dalam kesenjangan sosial pada mereka yang sebagian besar sepertinya hanya mengerti kata lapar secara teori! Semoga kalian bisa menyelamatkan banyak orang dengan diskusi panelmu..aktivis aktivis film! Kalian keren..HAHAHAHA!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar