Jumat, 17 Juni 2011

Land of the sun 6

...Dalam ngarai ini aku terbaring, jauh dalam kegelapan yang terbenam, menghapus dunia nyata dengan kabut pikiran tanpa batas, tugas remedial petrografi menghantui...

Di sebuah bukit kecil dan hijau, 4 Teletubies berlari riang, tertawa lalu berpelukan. Tidak lama kemudian, salah seorang dari mereka [Tinky winky : kalo dak salah, nulisnya kayak begini] memungut senapan otomatis dari tanah dan mulai menembaki 3 Teletubbies yang lain [Lala, Dipsy dan Poh]. Tidak akan ada yang pernah tau mengapa makhluk lucu dan riang ini bisa menjadi begitu liar! Mungkin kebanyakan nonton program TV Indonesia seperti kebanyakan remaja autis yang berkeliaran pake underwear [celana dengan ukuran yang sangat pendek tapi bukan celana pendek...bingung] di jalan. Ayolah, mereka [kalian menyebutnya artis] memakai itu karena dibayar, nah kalian...?
Sadar berada diambang kematian, Lala dengan luka tembak dikaki dan lengan kirinya merogoh kantong lalu mengeluarkan pistol berkaliber 36 kemudian mulai membalas tembakan Tinky winky. Darah berceceran dimana mana, potongan tubuh Dipsy dan Poh berserakan. Perut Dipsy menganga hingga ususnya terburai di atas kaki Poh yang lepas dari badan yang kepalanya hancur tidak berbentuk.
Tinky winky berlindung di balik pohon dan berusaha menghentikan pendarahan dari pelipisnya. Lala tiarap di rerumputan sementara darah mengalir dari mata kanannya. Sadar akan segera kehabisan darah, Lala berusaha agar semua selesai dengan cepat. Sisa tenaganya digunakan untuk berteriak memanggil Tinky winky dan menantangnya duel dengan pisau berburu.

"HAHAHAHAHA! dengan sebelah tanganku, aku akan memotongmu menjadi bagian bagian kecil agar muat dalam toples acar!!" Balas Tinky winky
"Tinky yang malang! Kita tidak butuh toples karena saya akan segera memakanmu hidup hidup" sahut Lala

[Berpikir keras...sepertinya pisau tidak terlalu mengerikan, luka sayat yang ditimbulkan benda ini tidak akan membuat organ terpotong. Ok!!! kita ganti pisau dengan gergaji mesin!]

Masing masing sekarang memegang gergaji mesin yang meraung raung...

"Taufiq! Apa dak lebih baik kalo kita membicarakan tugas remedial petrografimu saja?! Teletubbies bukan mahasiswa semester akhir yang akan DO kalo dak selesai tahun ini!!!"

-Chamber Of Petrografi-

Tulisan ini akan mengupas tuntas secara lugas, gamblang dan akurat "mengapa Dian Sastro tidak pernah muncul di TV?" [saya harus mengurangi nonton infotainment..serius]
Sebenarnya tidak suka nonton TV, tabung kaca ini hanya akan jadi pilihan jika pilihan yang lainya adalah DO. Dari SD, TV dikenal sebagai salah satu media pendidikan di negeri ini. Dan berhubung saya punya tugas remedial petrografi, 3 hari ini benar benar sibuk duduk manis di depan TV dan berharap harap cemas semoga "Atlas of minerals, Petrograph for carbonates" tiba tiba ditayangkan lengkap dengan gambar, keterangan dan kalo bisa beserta print out di atas kertas berukuran A4 [yang terakhir dak masuk akal, saya tau jie!]
Dan benar sekali! Selama 3 hari, semua [saya ulangi..semua] stasiun TV nasional dan swasta di negara ini sama sekali tidak memperlihatkan fungsinya sebagai media pendidikan [tau begini, seharusnya saya dak masuk SD..benar benar merasa ditipu!]. Kontes nyanyi [dewasa s/d anak anak], ajang cari jodoh [Take me home, Sir!] dan siapa orang orang tolol berkostum aneh yang kelihatan begitu sibuk lari di atas papan berputar itu? Kalian bisa mendubbing suaranya, tapi tampangnya?! mereka bertampang penjajah! Kita telah memberikan mereka kekayaan alam yang berlimpah ruah dan liat kita dapat apa? Rombongan turis jepang lari kesana kemari pegang pistol air!

Sempat terpikir untuk masuk perpustakaan wilayah [atas pertimbangan jumlah buku di sana yang luar biasa banyak]. Tapi ketika masuk ke pertanyaan uji kemungkinan yang pertama "di mana itu???". Opsi ini langsung saya hilangkan. Sebenarnya menggunakan internet akan membuat semua jadi mudah, tinggal mengetik kata kunci pada mesin pencari lalu beberapa artikel yang berhubungan akan muncul. Tapi setiap saya online, entah kenapa pada layar yang tampak adalah revolver berputar dengan tulisan 'Mafia Wars'. Selalu berusaha keras untuk menutup halaman ini, tapi yang terjadi kemudian adalah halaman ini membentuk jendela jendela baru untuk menyelesaikan 'Job' pada kota yang berbeda 'Moscow, Bangkok, New york dan Cuba'
Saya hampir memeriksakan diri ke dokter jiwa sampai akhirnya saya tau, bukan cuma saya yang mengalami kejadian aneh dan berulang seperti ini. Beberapa orang teman juga mengalami kesulitan yang sama untuk menutup halaman bergambar 'Takako Kitahara' dan beberapa nama perempuan Asia lainnya.

Hhhhhhh...Coba ini tugas bisa selesai dengan sendirinya, tinggal tidur dan pas bangun semua beres!

"Taufiq, apa lagi kepanjangannya DO? saya lupa..."

Ok, mari selesaikan ini___saya sangat menyukai petrografi, tugas tugasnya membuat hidupku lebih indah, kesehatanku membaik dan membantu tekanan darahku tetap normal...

[Negosiasi intensif berlangsung]

Dan tugas pun beres [bagaimana caranya kerja? saya titip dek!] dan siap dikumpul. Saya hanya mengerjakan bagian sampul karena kekhawatiran berlebihan namaku akan dieja dengan cara yang salah. Ini sangat sering terjadi [jangan langsung menyimpulkan saya hobi titip tugas, itu prematur!], namaku ditulis dengan Ahmad Taufik, Achmad Taufich, Acmad Volknosvich, Ahmed El Taufiq...

Ketika dosen mata kuliah tiba di ruangan...

"Taufiq, mana tugasmu?"
"Ini, Bu.."
[Diam sejenak, Ibu dosen membaca dengan teliti..]
"Taufiq, Apa tipe gelapannya Kalsit???"

"______" [ini tidak masuk dalam rencana]

"Taufiq,...Ok, kalo begitu sekarang cari tipe tipe gelapan mineral karbonat. Kumpul besok!"

*Menitip tugas memberikan efek sangat negatif pada mahasiswa baik baik dan penuh semangat sepertiku!

Tidak ada komentar: