Northing : 9682225
Camp Blok 8 Morowali nickel project area…
Dengan ketinggian 879 mdpl, tempat ini membuatku jarang mandi. Tapi hal itu disini bukan masalah sama sekali, terlepas dari kampanye kesehatan yang dilakukan oleh produsen sabun mandi batangan yang katanya nomor satu di dunia. Karena di tempat ini sabun tidak populer. Kami sepertinya lebih butuh selimut yang cukup tebal dan tanpa motif Barbie yang membuatku dan sepertinya sebagian besar orang disini sedikit merasa seperti banci putus asa di tengah kerasnya terpaan zaman.
Tempat ini sebenarnya lumayan indah. Cocok untuk objek wisata alam keluarga selama satu atau dua hari. Ceritanya jadi sedikit berubah jika kamu harus menghabiskan durasi hidupmu selama 2 bulan di tempat ini. Tanpa sinyal, listrik dan hiburan super untuk geologist penuh semangat. Sedikit banyak sekarang saya jadi mengerti perasaan orang orang yang hidup di zaman prasejarah. Mereka pastinya sangat tertekan. Bayangkan mereka tidak bisa chatting, monitoring timeline atau update status di facebook. Mereka bahkan tidak bisa baca komik di malam hari karena tidak disupport dengan piranti penerangan yang memadai. Dan bayangkan mereka hidup di gua yang lembab dengan kotoran kelelawar dimana mana tanpa vacum cleaner.
Mereka pasti menderita sekali.
Sepertinya semua orang yang berada di tempat ini [sekitar 200-an orang] sepakat untuk bertingkah laku aneh. Saya tidak tahu tujuan pastinya. Salah satunya adalah operator bor di seberang blokku. Kemana mana dia pasti memegang HP + headset terpasang. Padahal kami semua sadar dan tanpa paksaan sangat paham, di tempat ini tidak ada sinyal operator seluler. Dan saya tidak tau apakah M*to xxxx memiliki aplikasi radio FM selain 6 unit speaker treble built in yang kalo di set ke volume maksimum bikin satu camp dak bisa tidur [enam speaker dan lagu dangdut adalah mimpi buruk atau kita bisa menyebutnya teror]. Anggaplah aplikasinya ada, tapi itu tetap tidak membuat kesimpulan apa apa, karena siaran radio available di tempat ini hanya siaran radio Papua Nugini berfrekuensi SW. Dan apa kalian tau orang Papua Nugini berbicara dalam bahasa apa? Itu maksudku.
Bukan Cuma itu, hampir semua orang [saya belum pernah jadi tidak bisa dikategorikan semua] sangat senang berbicara melalui HT dengan salah satu pria pemegang HT berbicara sambil menirukan suara perempuan. Saya benar benar tidak ingin membahas penyakit jiwa yang ini.
“Pak, ayo rame rame pergi nonton” ajak salah satu operator
“Hah? Nonton apa pak? [over excited]” jawabku
“Nonton dozer sama compactor, pak! Hahahaha..”
[Akhmad Taufiq : ambil gergaji mesin dari gudang]
“Bagaimana kalo kita nonton Texas chainsaw machine, Nak?” Tanyaku serius
[Mereka umumnya tau saya sakit jiwa. Dalam hitungan detik camp kosong, 200 jiwa dievakuasi ke Kongo]
Tapi tentu saja, ada satu hal yang paling menarik di tempat ini. Satu hal yang paling menggembirakan hati dan bikin tidak bisa berhenti tersenyum.
Yup, fieldbreak packing day…
[Akhmad Taufiq : ambil kalender dan mulai menghitung hari]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar